<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Energi Terbarukan yang Lagi Tren   </title><description>Bisnis di bidang energi saat ini masih menjadi minat pelaku usaha.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/320/2099565/bisnis-energi-terbarukan-yang-lagi-tren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/320/2099565/bisnis-energi-terbarukan-yang-lagi-tren"/><item><title>Bisnis Energi Terbarukan yang Lagi Tren   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/320/2099565/bisnis-energi-terbarukan-yang-lagi-tren</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/320/2099565/bisnis-energi-terbarukan-yang-lagi-tren</guid><pubDate>Selasa 03 September 2019 06:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/02/320/2099565/bisnis-energi-terbarukan-yang-lagi-tren-oVFfYL9rSr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis Energi Terbarukan Lagi Tren (Foto: Dok/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/02/320/2099565/bisnis-energi-terbarukan-yang-lagi-tren-oVFfYL9rSr.jpg</image><title>Bisnis Energi Terbarukan Lagi Tren (Foto: Dok/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Bisnis di bidang energi saat ini masih menjadi minat pelaku usaha. Konsumsi energi sejenis minyak bumi yang masih cenderung tinggi, hingga saat ini membuat peluang usaha energi terbarukan dinilai memiliki prospek yang menjanjikan.

Seperti diketahui, sumber daya fosil tersebut sesungguhnya tidak dapat diperbaharui kembali. Tingkat konsumsi energi yang tinggi justru terus mendorong penguasaan sumber daya fosil berlangsung lebih cepat dibandingkan penemuan cadangan energi yang baru.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Jonan Ajak Jepang Kembangkan Green Energy
Oleh karena itu, pengembangan bisnis di bidang energi terbarukan sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi di masa mendatang.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan bisnis energi terbarukan melansir dari Entrepreneur, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

1. Penyimpanan Karbon

Karbon dioksida yang diproduksi oleh industri dan pembangkit listrik dapat masuk dan merusak atmosfer. Hal tersebut sangat berdampak dalam bertambahnya jumlah emisi. Beberapa cara dapat dilakukan untuk menangkap karbon sebelum masuk ke atmosfer, salah saunya dengan menguburnya dan membiarkannya membatu. Selain itu, pengujian daur ulang karbon menjadi ethanol juga sedang dilakukan dengan menggunakan prinsip dasar membalikkan proses pembakaran.
Baca Juga: Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Bikin Kualitas Udara Jakarta Membaik?
2. Sel Tenaga Surya yang Lebih Baik

Kemajuan teknologi tenaga surya telah menghasilkan beberapa pengembangan dalam jenis sel baru, salah staunya perovskit yang lebih mudah diproduksi dan memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dalam hal penyerapan cahaya dibandingkan dengan fotovoltaik standar yang cenderung lebih tebal dan mahal.

Beberapa upaya untuk mencegah degradasi senyawa yang menyerap energi matahari telah dilakukan. Salah satunya dengan desain terbaru yang mampu mempertahankan intgeritas kimianya ketika terkena kondisi panas ataupun basah.
&amp;nbsp;
3. Termofotovoltaik

Sistem energi surya sebagian besar terbatas pada cahaya tampak dari  merah ke ungu. Penambahan komponen yang terbuat dari karbon nanotube dan  kristal nanofotonik dapat memperluas jangkauan sel.

Pengembangan yang dilakukan dapat membuat energi matahari jauh lebih  menarik bagi komunitas industri, karena perusahaan akan menghemat lebih  banyak biaya.
&amp;nbsp;
 
4. Fotosintesis Buatan

Seperti namanya, fotosintesis buatan mencoba untuk mereplikasi proses  dimana bahan bakar dibuat di alam melalui kombinasi sinar matahari,  karbon dioksida dan air. Penelitian yang dikembangkan mengharapkan suatu  produk bahan bakar cair bersih yang dapat menggantikan bensin dan bahan  bakar transportasi lainnya.

Melalui energi terbarukan pelaku usaha dapat benar-benar melakukan  hal yang baik sambil menjalankan bisnis yang baik pula. Baik dengan  memanfaatkan salah satu teknologi di atas atau hanya sekedar  berinvestasi, pengaturan waktu akan menjadi sangat penting. Selain itu,  tinjaulah sektor-sektor tertentu yang terlihat paling potensial.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Bisnis di bidang energi saat ini masih menjadi minat pelaku usaha. Konsumsi energi sejenis minyak bumi yang masih cenderung tinggi, hingga saat ini membuat peluang usaha energi terbarukan dinilai memiliki prospek yang menjanjikan.

Seperti diketahui, sumber daya fosil tersebut sesungguhnya tidak dapat diperbaharui kembali. Tingkat konsumsi energi yang tinggi justru terus mendorong penguasaan sumber daya fosil berlangsung lebih cepat dibandingkan penemuan cadangan energi yang baru.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Jonan Ajak Jepang Kembangkan Green Energy
Oleh karena itu, pengembangan bisnis di bidang energi terbarukan sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi di masa mendatang.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan bisnis energi terbarukan melansir dari Entrepreneur, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

1. Penyimpanan Karbon

Karbon dioksida yang diproduksi oleh industri dan pembangkit listrik dapat masuk dan merusak atmosfer. Hal tersebut sangat berdampak dalam bertambahnya jumlah emisi. Beberapa cara dapat dilakukan untuk menangkap karbon sebelum masuk ke atmosfer, salah saunya dengan menguburnya dan membiarkannya membatu. Selain itu, pengujian daur ulang karbon menjadi ethanol juga sedang dilakukan dengan menggunakan prinsip dasar membalikkan proses pembakaran.
Baca Juga: Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Bikin Kualitas Udara Jakarta Membaik?
2. Sel Tenaga Surya yang Lebih Baik

Kemajuan teknologi tenaga surya telah menghasilkan beberapa pengembangan dalam jenis sel baru, salah staunya perovskit yang lebih mudah diproduksi dan memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dalam hal penyerapan cahaya dibandingkan dengan fotovoltaik standar yang cenderung lebih tebal dan mahal.

Beberapa upaya untuk mencegah degradasi senyawa yang menyerap energi matahari telah dilakukan. Salah satunya dengan desain terbaru yang mampu mempertahankan intgeritas kimianya ketika terkena kondisi panas ataupun basah.
&amp;nbsp;
3. Termofotovoltaik

Sistem energi surya sebagian besar terbatas pada cahaya tampak dari  merah ke ungu. Penambahan komponen yang terbuat dari karbon nanotube dan  kristal nanofotonik dapat memperluas jangkauan sel.

Pengembangan yang dilakukan dapat membuat energi matahari jauh lebih  menarik bagi komunitas industri, karena perusahaan akan menghemat lebih  banyak biaya.
&amp;nbsp;
 
4. Fotosintesis Buatan

Seperti namanya, fotosintesis buatan mencoba untuk mereplikasi proses  dimana bahan bakar dibuat di alam melalui kombinasi sinar matahari,  karbon dioksida dan air. Penelitian yang dikembangkan mengharapkan suatu  produk bahan bakar cair bersih yang dapat menggantikan bensin dan bahan  bakar transportasi lainnya.

Melalui energi terbarukan pelaku usaha dapat benar-benar melakukan  hal yang baik sambil menjalankan bisnis yang baik pula. Baik dengan  memanfaatkan salah satu teknologi di atas atau hanya sekedar  berinvestasi, pengaturan waktu akan menjadi sangat penting. Selain itu,  tinjaulah sektor-sektor tertentu yang terlihat paling potensial.
</content:encoded></item></channel></rss>
