<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Perkuat Kerjasama Ekonomi dengan Kuwait      </title><description>Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan Putera Mahkota Shaikh Nawaf Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/320/2100155/ri-perkuat-kerjasama-ekonomi-dengan-kuwait</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/320/2100155/ri-perkuat-kerjasama-ekonomi-dengan-kuwait"/><item><title>RI Perkuat Kerjasama Ekonomi dengan Kuwait      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/320/2100155/ri-perkuat-kerjasama-ekonomi-dengan-kuwait</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/03/320/2100155/ri-perkuat-kerjasama-ekonomi-dengan-kuwait</guid><pubDate>Selasa 03 September 2019 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/03/320/2100155/ri-perkuat-kerjasama-ekonomi-dengan-kuwait-Nigk4ltAAL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Retno di Kuwait. (Foto: Okezone.com/Kemenlu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/03/320/2100155/ri-perkuat-kerjasama-ekonomi-dengan-kuwait-Nigk4ltAAL.jpeg</image><title>Menteri Luar Negeri Retno di Kuwait. (Foto: Okezone.com/Kemenlu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendapat kesempatan memimpin Sidang Komisi Bersama (SKB) perdana RI yang dilaksanakan di Kuwait City. Sidang tersebut dihadiri Menlu Kuwait, Sheikh Sabah Khaled Al-Hamad Al Sabah.
&quot;Pada hari ini kita mengukir sejarah baru hubungan Indonesia-Kuwait dengan digelarnya Sidang Komisi Bersama (SKB) Pertama RI-Kuwait,&quot; ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (3/9/2019).
Dalam kunjungan ke Kuwait, Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan Putera Mahkota Shaikh Nawaf Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah dan Perdana Menteri Kuwait Shaikh Jaber Al Mubarak Al Hamad Al Sabah.
Baca Juga: Bersama Bos BUMN, Menteri Basuki Tingkatkan Kerjasama dengan Timor Leste
&amp;ldquo;Sidang Komisi Bersama Indonesia dan Kuwait adalah platform yang dapat digunakan untuk memperkuat kerja sama kedua negara terutama di bidang ekonomi&amp;rdquo; ujar Retno.
Kuwait dan Indonesia adalah dua sahabat dekat dan memiliki banyak kesamaan posisi di berbagai isu Kawasan/internasional.

Dalam Pertemuan SKB, kedua Menlu sepakat pentingnya memperkuat kerjasama ekonomi kedua negara. Beberapa bidang yang dinilai penting untuk diperkuat, antara lain bidang perdagangan, investasi dan kerjasama untuk mengirim pekerja skilled dari Indonesia.
Di bidang perdagangan, kedua Menlu mencatat menurunnya angka perdagangan kedua negara. Oleh karena itu, berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Dalam kaitan ini, Menlu Retno sampaikan bahwa Indonesia telah sampaikan usulan untuk membuat FTA antara Indonesia dengan GCC dan meminta agar Kuwait dapat mendukung usulan ini.
Baca Juga: IndoSterling Aset Manajemen Luncurkan Investasi Sambil Beramal
Indonesia dan GCC juga telah menandatangani MoU mengenai pelaksanaan Konsultasi regular di Jakarta tanggal 28 Agustus 2019. Melalui penandatangan MoU ini diharapkan kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan enam negara GCC dapat ditingkatkan.
Perdagangan kedua negara juga perlu ditingkatkan diluar sektor minyak dan gas. Menlu Retno menyampaikan beberapa usulan tambahan, antara lain di bidang industri halal, ekonomi digital dan ekonomi kreatif.
Di bidang investasi, Kuwait Foreign Petroleum Company Exploration Company (KUFPEC) dan Kuwait Investment Authority (KIA) menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di sektor upstream dan downstream industri migas di Indonesia. Komitmen KUFPEC untuk meningkatkan investasi di Indonesia disampaikan pada Pertemuan antara Menlu RI dengan CEO KUFPEC di Kuwait City tanggal 1 September 2019.Guna memberikan perlindungan terhadap kerjasama investasi, Indonesia  dan Kuwait sepakat untuk melanjutkan perundingan perjanjian promosi dan  perlindungan investasi kedua negara. &amp;ldquo;Perjanjian ini akan memberikan  kepastian dan rasa aman bagi investor kedua negara&amp;rdquo; sebut Retno.
Terkait dengan tenaga kerja profesional, tenaga kerja profesional  Indonesia sangat diminati di Kuwait khususnya di bidang kesehatan  seperti perawat, tenaga ahli bidang IT, engineers di bidang migas dan  juga di bidang hospitalities perhotelan, restoran, SPA dan lainnya.  Dalam kesempatan kunjungan, telah dilakukan Indonesia Labour Market yang  mempertemukan Perusahaan Pengirim tenaga Kerja Profesional dengan  Perusahaan Penerima Tenaga Kerja profesional di Kuwait.
Menlu RI juga telah melakukan pertemuan  dengan 5 perusahaan besar di  Kuwait yang menyalurkan tenaga kerja profesional dari berbagai negara,  termasuk Indonesia. Rata-rata mereka puas dengan kinerja tenaga kerja  Indonesia. Menlu Retno melihat keinginan perusahaan-perusahaan untuk  menambah tenaga terampil dari Indonesia, termasuk di bidang kerajinan  furniture dan spa.
Kedua Menlu juga membahas perkembangan situasi di Kawasan dan global  yang menjadi kepentingan bersama. Kuwait menyampaikan apresiasi terhadap  konsistensi politik luar negeri Indonesia yang selalu menjadi bagian  dari solusi berbagai permasalahan global.
Isu Palestina juga dibahas dalam pertemuan. Kedua Menlu sepakat untuk  melanjutkan dukungan terhadap perjuangan Palestina, termasuk selama  kedua negara duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB.
Dalam pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-1 ini telah ditandatangani 4  perjanjian atau MoU antara kedua negara yaitu fasilitas bebas visa  kunjungan singkat bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, kerjasama  pendidikan dan training diplomatik, kerja sama di bidang riset dan  pendidikan tinggi, serta pengembangan minyak dan gas.
Kuwait adalah salah satu mitra energi terbesar Indonesia, dengan  nilai impor migas dari Kuwait mencapai USD214 juta (2018). Nilai  perdagangan kedua negara mencapai lebih dari USD403 juta (2018).</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendapat kesempatan memimpin Sidang Komisi Bersama (SKB) perdana RI yang dilaksanakan di Kuwait City. Sidang tersebut dihadiri Menlu Kuwait, Sheikh Sabah Khaled Al-Hamad Al Sabah.
&quot;Pada hari ini kita mengukir sejarah baru hubungan Indonesia-Kuwait dengan digelarnya Sidang Komisi Bersama (SKB) Pertama RI-Kuwait,&quot; ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (3/9/2019).
Dalam kunjungan ke Kuwait, Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan Putera Mahkota Shaikh Nawaf Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah dan Perdana Menteri Kuwait Shaikh Jaber Al Mubarak Al Hamad Al Sabah.
Baca Juga: Bersama Bos BUMN, Menteri Basuki Tingkatkan Kerjasama dengan Timor Leste
&amp;ldquo;Sidang Komisi Bersama Indonesia dan Kuwait adalah platform yang dapat digunakan untuk memperkuat kerja sama kedua negara terutama di bidang ekonomi&amp;rdquo; ujar Retno.
Kuwait dan Indonesia adalah dua sahabat dekat dan memiliki banyak kesamaan posisi di berbagai isu Kawasan/internasional.

Dalam Pertemuan SKB, kedua Menlu sepakat pentingnya memperkuat kerjasama ekonomi kedua negara. Beberapa bidang yang dinilai penting untuk diperkuat, antara lain bidang perdagangan, investasi dan kerjasama untuk mengirim pekerja skilled dari Indonesia.
Di bidang perdagangan, kedua Menlu mencatat menurunnya angka perdagangan kedua negara. Oleh karena itu, berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Dalam kaitan ini, Menlu Retno sampaikan bahwa Indonesia telah sampaikan usulan untuk membuat FTA antara Indonesia dengan GCC dan meminta agar Kuwait dapat mendukung usulan ini.
Baca Juga: IndoSterling Aset Manajemen Luncurkan Investasi Sambil Beramal
Indonesia dan GCC juga telah menandatangani MoU mengenai pelaksanaan Konsultasi regular di Jakarta tanggal 28 Agustus 2019. Melalui penandatangan MoU ini diharapkan kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan enam negara GCC dapat ditingkatkan.
Perdagangan kedua negara juga perlu ditingkatkan diluar sektor minyak dan gas. Menlu Retno menyampaikan beberapa usulan tambahan, antara lain di bidang industri halal, ekonomi digital dan ekonomi kreatif.
Di bidang investasi, Kuwait Foreign Petroleum Company Exploration Company (KUFPEC) dan Kuwait Investment Authority (KIA) menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di sektor upstream dan downstream industri migas di Indonesia. Komitmen KUFPEC untuk meningkatkan investasi di Indonesia disampaikan pada Pertemuan antara Menlu RI dengan CEO KUFPEC di Kuwait City tanggal 1 September 2019.Guna memberikan perlindungan terhadap kerjasama investasi, Indonesia  dan Kuwait sepakat untuk melanjutkan perundingan perjanjian promosi dan  perlindungan investasi kedua negara. &amp;ldquo;Perjanjian ini akan memberikan  kepastian dan rasa aman bagi investor kedua negara&amp;rdquo; sebut Retno.
Terkait dengan tenaga kerja profesional, tenaga kerja profesional  Indonesia sangat diminati di Kuwait khususnya di bidang kesehatan  seperti perawat, tenaga ahli bidang IT, engineers di bidang migas dan  juga di bidang hospitalities perhotelan, restoran, SPA dan lainnya.  Dalam kesempatan kunjungan, telah dilakukan Indonesia Labour Market yang  mempertemukan Perusahaan Pengirim tenaga Kerja Profesional dengan  Perusahaan Penerima Tenaga Kerja profesional di Kuwait.
Menlu RI juga telah melakukan pertemuan  dengan 5 perusahaan besar di  Kuwait yang menyalurkan tenaga kerja profesional dari berbagai negara,  termasuk Indonesia. Rata-rata mereka puas dengan kinerja tenaga kerja  Indonesia. Menlu Retno melihat keinginan perusahaan-perusahaan untuk  menambah tenaga terampil dari Indonesia, termasuk di bidang kerajinan  furniture dan spa.
Kedua Menlu juga membahas perkembangan situasi di Kawasan dan global  yang menjadi kepentingan bersama. Kuwait menyampaikan apresiasi terhadap  konsistensi politik luar negeri Indonesia yang selalu menjadi bagian  dari solusi berbagai permasalahan global.
Isu Palestina juga dibahas dalam pertemuan. Kedua Menlu sepakat untuk  melanjutkan dukungan terhadap perjuangan Palestina, termasuk selama  kedua negara duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB.
Dalam pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-1 ini telah ditandatangani 4  perjanjian atau MoU antara kedua negara yaitu fasilitas bebas visa  kunjungan singkat bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, kerjasama  pendidikan dan training diplomatik, kerja sama di bidang riset dan  pendidikan tinggi, serta pengembangan minyak dan gas.
Kuwait adalah salah satu mitra energi terbesar Indonesia, dengan  nilai impor migas dari Kuwait mencapai USD214 juta (2018). Nilai  perdagangan kedua negara mencapai lebih dari USD403 juta (2018).</content:encoded></item></channel></rss>
