<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Bank BUMN Belum Ajukan Surat Uji Kelayakan Hasil RUPSLB   </title><description>OJK akan melakukan uji kelayakan pada susunan direksi yang baru itu untuk melihat kompetensi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/278/2100759/ojk-bank-bumn-belum-ajukan-surat-uji-kelayakan-hasil-rupslb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/278/2100759/ojk-bank-bumn-belum-ajukan-surat-uji-kelayakan-hasil-rupslb"/><item><title>OJK: Bank BUMN Belum Ajukan Surat Uji Kelayakan Hasil RUPSLB   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/278/2100759/ojk-bank-bumn-belum-ajukan-surat-uji-kelayakan-hasil-rupslb</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/278/2100759/ojk-bank-bumn-belum-ajukan-surat-uji-kelayakan-hasil-rupslb</guid><pubDate>Rabu 04 September 2019 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/04/278/2100759/ojk-bank-bumn-belum-ajukan-surat-uji-kelayakan-hasil-rupslb-1XVerVtSkj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">RUPSLB Bank BRI (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/04/278/2100759/ojk-bank-bumn-belum-ajukan-surat-uji-kelayakan-hasil-rupslb-1XVerVtSkj.jpeg</image><title>RUPSLB Bank BRI (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku belum belum menerima surat pengajuan uji kelayakan (fit and proper test) dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) empat bank BUMN. Maka, hingga saat ini OJK belum memproses uji kelayakan dari hasil RUPSLB berbagai bank plat merah tersebut.
&quot;Belum diajukan (surat uji kelayakan), kalau mereka sudah ajukan langsung kita proses,&quot; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Heru Kristiyana ditemui di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
Baca Juga: Drama Perombakan Direksi BUMN, Serikat Pekerja BRI-BTN Ingatkan Perintah Jokowi ke Rini
Dia menyatakan, RUPSLB merupakan kewenangan pemegang saham yang dalam hal ini Kementerian BUMN. Kendati demikian, OJK akan melakukan uji kelayakan pada susunan direksi yang baru itu untuk melihat kompetensi dan integritas masing-masing.

&quot;OJK pasti akan mengecek government seperti apa, apakah komite remunerasi-nya dilakukan dengan baik atau tidak. Jadi walaupun diusulkan dalam RUPSLB-nya seperti itu, tapi belum tentu iya kalau di fit and proper test-nya belum (layak),&quot; kata Heru.
Baca Juga: Intip Bursa Transfer Direksi BUMN, Ada yang Menetap hingga Menolak
Seperti diketahui, Kementerian BUMN melakukan perombakan jajaran direksi pada empat bank. Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan instruksi agar Menteri Kabinet Kerja tidak mengambil keputusan strategis hingga Oktober 2019, termasuk merombak direksi BUMN.
Menteri BUMN Rini Soemarno dalam RUPSLB Bank Mandiri pada 28 Agustus 2019, mengubah susunan komisaris yakni mencopot Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani digantikan dengan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Rionald Silaban.Lalu pada RUPLB Bank Tabungan Negara (BTN) di 29 Agustus terjadi  perombakan direksi, salah satunya mencopot Maryono dari jabatan Direktur  Utama dan digantikan oleh Suprajarto yang sebelumnya Direktur Utama  BRI. Menariknya, Suprajarto menolak dan mengundurkan diri dari penugasan  memimpin BTN.
Kemudian pada RUPSLB Bank Negara Indonesia (BNI) di 30 Agustus 2019  terjadi perombakan direksi, salah satunya mengangkat Ario Bimo sebagai  Direktur Keuangan baru. Kemudian dalam RUPSLB Bank Rakyat Indonesia  (BRI) di 2 September 2019, perubahan direksi paling banyak terjadi.
Di mana Sunarso dari posisinya sebagai Wakil Direktur Utama diangkat  menjadi Direktur Utama BRI. Kemudian ada lima direksi baru yang  diangkat, salah satunya yakni Catur Budi Harto menjadi Wakil Direktur  Utama BRI dari sebelumnya menjabat Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil,  dan Menengah dan Jaringan BNI.

</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku belum belum menerima surat pengajuan uji kelayakan (fit and proper test) dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) empat bank BUMN. Maka, hingga saat ini OJK belum memproses uji kelayakan dari hasil RUPSLB berbagai bank plat merah tersebut.
&quot;Belum diajukan (surat uji kelayakan), kalau mereka sudah ajukan langsung kita proses,&quot; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Heru Kristiyana ditemui di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
Baca Juga: Drama Perombakan Direksi BUMN, Serikat Pekerja BRI-BTN Ingatkan Perintah Jokowi ke Rini
Dia menyatakan, RUPSLB merupakan kewenangan pemegang saham yang dalam hal ini Kementerian BUMN. Kendati demikian, OJK akan melakukan uji kelayakan pada susunan direksi yang baru itu untuk melihat kompetensi dan integritas masing-masing.

&quot;OJK pasti akan mengecek government seperti apa, apakah komite remunerasi-nya dilakukan dengan baik atau tidak. Jadi walaupun diusulkan dalam RUPSLB-nya seperti itu, tapi belum tentu iya kalau di fit and proper test-nya belum (layak),&quot; kata Heru.
Baca Juga: Intip Bursa Transfer Direksi BUMN, Ada yang Menetap hingga Menolak
Seperti diketahui, Kementerian BUMN melakukan perombakan jajaran direksi pada empat bank. Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan instruksi agar Menteri Kabinet Kerja tidak mengambil keputusan strategis hingga Oktober 2019, termasuk merombak direksi BUMN.
Menteri BUMN Rini Soemarno dalam RUPSLB Bank Mandiri pada 28 Agustus 2019, mengubah susunan komisaris yakni mencopot Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani digantikan dengan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Rionald Silaban.Lalu pada RUPLB Bank Tabungan Negara (BTN) di 29 Agustus terjadi  perombakan direksi, salah satunya mencopot Maryono dari jabatan Direktur  Utama dan digantikan oleh Suprajarto yang sebelumnya Direktur Utama  BRI. Menariknya, Suprajarto menolak dan mengundurkan diri dari penugasan  memimpin BTN.
Kemudian pada RUPSLB Bank Negara Indonesia (BNI) di 30 Agustus 2019  terjadi perombakan direksi, salah satunya mengangkat Ario Bimo sebagai  Direktur Keuangan baru. Kemudian dalam RUPSLB Bank Rakyat Indonesia  (BRI) di 2 September 2019, perubahan direksi paling banyak terjadi.
Di mana Sunarso dari posisinya sebagai Wakil Direktur Utama diangkat  menjadi Direktur Utama BRI. Kemudian ada lima direksi baru yang  diangkat, salah satunya yakni Catur Budi Harto menjadi Wakil Direktur  Utama BRI dari sebelumnya menjabat Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil,  dan Menengah dan Jaringan BNI.

</content:encoded></item></channel></rss>
