<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Anjlok di Tengah Kekhawatiran Investor</title><description>Harga minyak turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan minyak mentah berjangka AS jatuh dua persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100410/harga-minyak-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100410/harga-minyak-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-investor"/><item><title>Harga Minyak Anjlok di Tengah Kekhawatiran Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100410/harga-minyak-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100410/harga-minyak-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-investor</guid><pubDate>Rabu 04 September 2019 08:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100410/harga-minyak-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-investor-qNg9VsSE0G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100410/harga-minyak-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-investor-qNg9VsSE0G.jpg</image><title>Minyak Mentah (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan minyak mentah berjangka AS jatuh dua persen setelah data manufaktur meningkatkan kekhawatiran tentang melemahnya ekonomi global, sementara sengketa perdagangan AS-China terus menyeret sentimen investor.

Mengutip antaranews, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun USD1,16 atau 2,1 persen menjadi menetap pada USD53,94 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI jatuh ke terendah sesi di USD52,84 per barel, tingkat terlemah sejak 9 Agustus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Turun Usai China dan AS Terapkan Tarif Impor Baru
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun USD0,4 atau 0,7 persen menjadi ditutup pada USD58,26 per barel di London ICE Futures Exchange. Brent sempat merosot ke serendah USD57,23 per barel, juga yang terlemah sejak 9 Agustus.
&amp;nbsp;
Harga-harga minyak memperpanjang kerugian, menyusul data yang menunjukkan aktivitas manufaktur AS pada Agustus mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Sebelumnya, data terpisah menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro juga menyusut untuk bulan ketujuh pada Agustus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Badai Florida, Harga Minyak Dunia Anjlok 3%
&quot;Kemunduran itu terus merongrong prospek pertumbuhan permintaan untuk minyak,&quot; kata John Kilduff, seorang mitra di Again Capital di New York.

Harga minyak telah turun sekitar 20 persen sejak mencapai puncaknya pada April 2019, dilanda kekhawatiran perang dagang akan mengurangi permintaan minyak.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (3/9/2019) bahwa pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China berjalan dengan baik, meskipun ia memperingatkan bahwa ia akan &quot;lebih keras&quot; dalam negosiasi jika diskusi berlanjut hingga masa jabatan keduanya. Trump mengatakan kedua pihak akan bertemu untuk pembicaraan bulan ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Naik di Tengah Badai Dorian
Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan China dengan tegas menentang perang dagang, kantor berita resmi Xinhua melaporkan.
Washington mulai mengenakan tarif 15 persen pada sejumlah barang  impor dari China pada 1 September, sementara China mulai menempatkan bea  baru pada minyak mentah AS.

Sengketa perdagangan AS-China &quot;adalah pendorong harga datar paling  penting akhir-akhir ini,&quot; kata Tamas Varga dari pialang minyak PVM.

Di sisi pasokan, ekspor minyak Venezuela turun pada Agustus ke level  terendah pada 2019, laporan internal dan data Refinitiv Eikon  menunjukkan, menyusul sanksi AS yang lebih keras.

Produksi minyak Rusia pada Agustus naik menjadi 11,294 juta barel per  hari (bph), data menunjukkan pada Senin (2/9/2019) mencapai tertinggi  sejak Maret dan melampaui tingkat yang dijanjikan Moskow berdasarkan  perjanjian dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) .

&quot;Tekanan penurunan harga menonjol hari ini oleh indikasi akhir pekan  bahwa OPEC telah meningkatkan produksi pada Agustus untuk pertama  kalinya tahun ini, sementara Rusia dilaporkan memproduksi di luar kuota  yang disepakati,&quot; kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and  Associates,  dalam sebuah catatan.

Data yang akan dirilis minggu ini tentang tingkat persediaan AS akan  ditunda sehari hingga Rabu dan Kamis karena hari libur Hari Buruh AS  pada Senin (2/9/2019).

Harga minyak kemungkinan akan tetap di kisaran sempit untuk &amp;ldquo;masa  mendatang&amp;rdquo; dan akan ada sedikit pertumbuhan pengeluaran di ladang minyak  dan gas Amerika Utara dalam jangka waktu dekat hingga menengah, Lorenzo  Simonelli, kepala eksekutif General Electric Co Baker Hughes  mengatakan.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan minyak mentah berjangka AS jatuh dua persen setelah data manufaktur meningkatkan kekhawatiran tentang melemahnya ekonomi global, sementara sengketa perdagangan AS-China terus menyeret sentimen investor.

Mengutip antaranews, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun USD1,16 atau 2,1 persen menjadi menetap pada USD53,94 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI jatuh ke terendah sesi di USD52,84 per barel, tingkat terlemah sejak 9 Agustus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Turun Usai China dan AS Terapkan Tarif Impor Baru
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun USD0,4 atau 0,7 persen menjadi ditutup pada USD58,26 per barel di London ICE Futures Exchange. Brent sempat merosot ke serendah USD57,23 per barel, juga yang terlemah sejak 9 Agustus.
&amp;nbsp;
Harga-harga minyak memperpanjang kerugian, menyusul data yang menunjukkan aktivitas manufaktur AS pada Agustus mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Sebelumnya, data terpisah menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro juga menyusut untuk bulan ketujuh pada Agustus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Badai Florida, Harga Minyak Dunia Anjlok 3%
&quot;Kemunduran itu terus merongrong prospek pertumbuhan permintaan untuk minyak,&quot; kata John Kilduff, seorang mitra di Again Capital di New York.

Harga minyak telah turun sekitar 20 persen sejak mencapai puncaknya pada April 2019, dilanda kekhawatiran perang dagang akan mengurangi permintaan minyak.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (3/9/2019) bahwa pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China berjalan dengan baik, meskipun ia memperingatkan bahwa ia akan &quot;lebih keras&quot; dalam negosiasi jika diskusi berlanjut hingga masa jabatan keduanya. Trump mengatakan kedua pihak akan bertemu untuk pembicaraan bulan ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Naik di Tengah Badai Dorian
Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan China dengan tegas menentang perang dagang, kantor berita resmi Xinhua melaporkan.
Washington mulai mengenakan tarif 15 persen pada sejumlah barang  impor dari China pada 1 September, sementara China mulai menempatkan bea  baru pada minyak mentah AS.

Sengketa perdagangan AS-China &quot;adalah pendorong harga datar paling  penting akhir-akhir ini,&quot; kata Tamas Varga dari pialang minyak PVM.

Di sisi pasokan, ekspor minyak Venezuela turun pada Agustus ke level  terendah pada 2019, laporan internal dan data Refinitiv Eikon  menunjukkan, menyusul sanksi AS yang lebih keras.

Produksi minyak Rusia pada Agustus naik menjadi 11,294 juta barel per  hari (bph), data menunjukkan pada Senin (2/9/2019) mencapai tertinggi  sejak Maret dan melampaui tingkat yang dijanjikan Moskow berdasarkan  perjanjian dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) .

&quot;Tekanan penurunan harga menonjol hari ini oleh indikasi akhir pekan  bahwa OPEC telah meningkatkan produksi pada Agustus untuk pertama  kalinya tahun ini, sementara Rusia dilaporkan memproduksi di luar kuota  yang disepakati,&quot; kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and  Associates,  dalam sebuah catatan.

Data yang akan dirilis minggu ini tentang tingkat persediaan AS akan  ditunda sehari hingga Rabu dan Kamis karena hari libur Hari Buruh AS  pada Senin (2/9/2019).

Harga minyak kemungkinan akan tetap di kisaran sempit untuk &amp;ldquo;masa  mendatang&amp;rdquo; dan akan ada sedikit pertumbuhan pengeluaran di ladang minyak  dan gas Amerika Utara dalam jangka waktu dekat hingga menengah, Lorenzo  Simonelli, kepala eksekutif General Electric Co Baker Hughes  mengatakan.</content:encoded></item></channel></rss>
