<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Menko Darmin Sebut Fintech Pekerjaan di Masa Depan   </title><description>Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu tantangan dalam mengembangkan financial technology (fintech).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100563/menko-darmin-sebut-fintech-pekerjaan-di-masa-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100563/menko-darmin-sebut-fintech-pekerjaan-di-masa-depan"/><item><title>   Menko Darmin Sebut Fintech Pekerjaan di Masa Depan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100563/menko-darmin-sebut-fintech-pekerjaan-di-masa-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100563/menko-darmin-sebut-fintech-pekerjaan-di-masa-depan</guid><pubDate>Rabu 04 September 2019 14:44 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100563/menko-darmin-sebut-fintech-pekerjaan-di-masa-depan-FAkwX724aO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Darmin soal Fintech (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100563/menko-darmin-sebut-fintech-pekerjaan-di-masa-depan-FAkwX724aO.jpg</image><title>Menko Darmin soal Fintech (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu tantangan dalam mengembangkan financial technology (fintech) di Indonesia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kalah Lawan Fintech, Perbankan Bakal Ditinggal Nasabah
Menurutnya, pendidikan dasar yang diterima oleh masyarakat selama ini masih kurang cukup untuk menjadikan pribadi tersebut sebagai programmer yang mampu mengembangkan dunia fintech.

&amp;ldquo;Kita kan belajarnya dengan cepat karena selalu yang praktis-praktis saja yang dipelajari seperti tambah, kurang, kali, dan menghitung. Kita tidak pernah mengembangkan logika sehingga sekarang ini (tenaga kerja) dukung berkurang dari yang basic sampai programmer,&amp;rdquo; katanya saat di Auditorium Dhanapala, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Rugikan Konsumen, Fintech Ilegal Harus Segera Diberantas
Darmin menuturkan peningkatan kualitas SDM untuk pengembangan fintech di Indonesia menjadi salah satu tantangan yang harus segera diantisipasi sehingga pada 2020 mendatang pemerintah akan fokus untuk memberikan pendidikan dan pelatihan vokasi.

&amp;ldquo;Pemerintah dan otoritas mengantisipasi tantangan yang muncul dari pengembangan fintech di Indonesia, namun tetap membuka ruang adanya inovasi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Dia menjelaskan adanya inovasi terutama dalam peningkatan kualitas  SDM demi kemajuan fintech adalah investasi bagi masa depan sebab di era  digital pekerjaan akan cepat berubah karena perkembangannya bersifat  eksponensial.

&amp;ldquo;Ekonomi digital secara khusus adalah job masa depan. Ada yang  tinggal enggak muncul lagi, ada yang baru dan akan lahir lagi. Fintech  adalah salah satu area di mana job masa depan terus diciptakan,&amp;rdquo;  katanya.
&amp;nbsp;
Selain itu, pertumbuhan digital di Indonesia yang semakin meningkat  yakni dengan adanya nilai transaksi online mencapai Rp47,16 miliar pada  2018 atau naik sebesar 281,39 persen dari 2017 yaitu Rp12,38 miliar yang  menandakan bahwa pemerintah harus terus memberikan fasilitas pendukung  terhadap fintech agar dapat melaju dengan berbagai inovasinya. Demikian  dikutip Antaranews.

Darmin melanjutkan melalui SDM yang berkualitas maka akan turut serta  membantu pemerintah dalam memfasilitasi ekosistem pendukung fintech  tersebut seperti perkembangan teknologi, big data, dan infrastruktur  pendukung lainnya.

&amp;ldquo;Diperlukan ekosistem yang baik dengan lembaga keuangan dan regulator  kalau secara backbone untuk digital di Indonesia pemerintah sudah  menyelesaikan sekitar 100% di kawasan timur Palapa Ring jadi kecepatan  dan kualitasnya bagus di setiap daerah,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu tantangan dalam mengembangkan financial technology (fintech) di Indonesia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kalah Lawan Fintech, Perbankan Bakal Ditinggal Nasabah
Menurutnya, pendidikan dasar yang diterima oleh masyarakat selama ini masih kurang cukup untuk menjadikan pribadi tersebut sebagai programmer yang mampu mengembangkan dunia fintech.

&amp;ldquo;Kita kan belajarnya dengan cepat karena selalu yang praktis-praktis saja yang dipelajari seperti tambah, kurang, kali, dan menghitung. Kita tidak pernah mengembangkan logika sehingga sekarang ini (tenaga kerja) dukung berkurang dari yang basic sampai programmer,&amp;rdquo; katanya saat di Auditorium Dhanapala, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Rugikan Konsumen, Fintech Ilegal Harus Segera Diberantas
Darmin menuturkan peningkatan kualitas SDM untuk pengembangan fintech di Indonesia menjadi salah satu tantangan yang harus segera diantisipasi sehingga pada 2020 mendatang pemerintah akan fokus untuk memberikan pendidikan dan pelatihan vokasi.

&amp;ldquo;Pemerintah dan otoritas mengantisipasi tantangan yang muncul dari pengembangan fintech di Indonesia, namun tetap membuka ruang adanya inovasi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Dia menjelaskan adanya inovasi terutama dalam peningkatan kualitas  SDM demi kemajuan fintech adalah investasi bagi masa depan sebab di era  digital pekerjaan akan cepat berubah karena perkembangannya bersifat  eksponensial.

&amp;ldquo;Ekonomi digital secara khusus adalah job masa depan. Ada yang  tinggal enggak muncul lagi, ada yang baru dan akan lahir lagi. Fintech  adalah salah satu area di mana job masa depan terus diciptakan,&amp;rdquo;  katanya.
&amp;nbsp;
Selain itu, pertumbuhan digital di Indonesia yang semakin meningkat  yakni dengan adanya nilai transaksi online mencapai Rp47,16 miliar pada  2018 atau naik sebesar 281,39 persen dari 2017 yaitu Rp12,38 miliar yang  menandakan bahwa pemerintah harus terus memberikan fasilitas pendukung  terhadap fintech agar dapat melaju dengan berbagai inovasinya. Demikian  dikutip Antaranews.

Darmin melanjutkan melalui SDM yang berkualitas maka akan turut serta  membantu pemerintah dalam memfasilitasi ekosistem pendukung fintech  tersebut seperti perkembangan teknologi, big data, dan infrastruktur  pendukung lainnya.

&amp;ldquo;Diperlukan ekosistem yang baik dengan lembaga keuangan dan regulator  kalau secara backbone untuk digital di Indonesia pemerintah sudah  menyelesaikan sekitar 100% di kawasan timur Palapa Ring jadi kecepatan  dan kualitasnya bagus di setiap daerah,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
