<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Menko Darmin: Fintech Jauh Lebih Ampuh Tingkatkan Inklusi Keuangan RI</title><description>Perusahaan financial technology (fintech) dapat secara efektif meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100582/menko-darmin-fintech-jauh-lebih-ampuh-tingkatkan-inklusi-keuangan-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100582/menko-darmin-fintech-jauh-lebih-ampuh-tingkatkan-inklusi-keuangan-ri"/><item><title> Menko Darmin: Fintech Jauh Lebih Ampuh Tingkatkan Inklusi Keuangan RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100582/menko-darmin-fintech-jauh-lebih-ampuh-tingkatkan-inklusi-keuangan-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100582/menko-darmin-fintech-jauh-lebih-ampuh-tingkatkan-inklusi-keuangan-ri</guid><pubDate>Rabu 04 September 2019 15:17 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100582/menko-darmin-fintech-jauh-lebih-ampuh-tingkatkan-inklusi-keuangan-ri-DyKlAETGis.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fintech Jauh Lebih Ampuh Tingkatkan Inklusi Keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100582/menko-darmin-fintech-jauh-lebih-ampuh-tingkatkan-inklusi-keuangan-ri-DyKlAETGis.jpg</image><title>Fintech Jauh Lebih Ampuh Tingkatkan Inklusi Keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa perusahaan financial technology (fintech) dapat secara efektif meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia karena masyarakat bisa lebih terhubung dengan perbankan dalam rangka membuka rekening dan pemanfaatannya.

&amp;ldquo;Fintech jauh lebih ampuh dalam mendorong keuangan inklusif, perbankan akan bisa membantu masyarakat membuka rekening,&amp;rdquo; katanya saat ditemui di Auditorium Dhanapala, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kalah Lawan Fintech, Perbankan Bakal Ditinggal Nasabah
Adopsi teknologi yang sangat masif di industri keuangan terlihat dari cara masyarakat mengakses layanan keuangan hingga peningkatan perkembangan fintech yang sangat pesat terutama pada pembayaran dan pinjaman (lending).

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Sukarela Batunanggar yang menyebutkan bahwa ada 113 fintech pinjaman yang terdaftar. Sedangkan berdasarkan data Bank Indonesia ada 58 fintech pembayaran yang berizin per Agustus 2019.
Baca Juga: Menko Darmin Sebut Fintech Pekerjaan di Masa Depan
Darmin melanjutkan, perkembangan tersebut sangat membantu para pelaku UMKM dan turut juga menangani penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dengan akumulasi pinjaman dari fintech lending mencapai lebih dari Rp200 triliun pada akhir 2020.


&amp;ldquo;Paling mudah untuk startup (fintech) masuk ke sana. Kemudian bisa diorganisasikan petani atau peternaknya dalam penyaluran KUR. Di sini tingkat survivalnya tinggi daripada masuk ke bidang lain,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;nbsp;

Senada dengan Darmin, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga  mengatakan bahwa fintech bisa meningkatkan inklusi keuangan negara  namun industri tersebut harus terhubung dengan perbankan.

&amp;ldquo;Sesuai visi BI, mengadopsi developer approach, mengembangkan startup  dan disambungkan dengan perbankan,&amp;rdquo; katanya. Demikian dikutip  Antaranews.
&amp;nbsp;
Menurut Perry, dengan adanya teknologi yang telah mengubah sebagian  besar kegiatan perekonomian seperti membuat layanan keuangan menjadi  cepat dan mudah sehingga regulator perlu memahami lanskap dan ekosistem  industri tersebut.

&amp;ldquo;This is just the beginning. Ini menandakan ekonomi keuangan digital  akan semakin berkembang dan akan semakin mendorong inklusi keuangan,&amp;rdquo;  ujarnya.

Perry pun berharap dengan adanya fintech yang bisa menciptakan  berbagai produk dan layanan keuangan, kehadiran industri tersebut dapat  mempercepat terwujudnya inklusi keuangan yang secara tidak langsung juga  akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa perusahaan financial technology (fintech) dapat secara efektif meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia karena masyarakat bisa lebih terhubung dengan perbankan dalam rangka membuka rekening dan pemanfaatannya.

&amp;ldquo;Fintech jauh lebih ampuh dalam mendorong keuangan inklusif, perbankan akan bisa membantu masyarakat membuka rekening,&amp;rdquo; katanya saat ditemui di Auditorium Dhanapala, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kalah Lawan Fintech, Perbankan Bakal Ditinggal Nasabah
Adopsi teknologi yang sangat masif di industri keuangan terlihat dari cara masyarakat mengakses layanan keuangan hingga peningkatan perkembangan fintech yang sangat pesat terutama pada pembayaran dan pinjaman (lending).

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Sukarela Batunanggar yang menyebutkan bahwa ada 113 fintech pinjaman yang terdaftar. Sedangkan berdasarkan data Bank Indonesia ada 58 fintech pembayaran yang berizin per Agustus 2019.
Baca Juga: Menko Darmin Sebut Fintech Pekerjaan di Masa Depan
Darmin melanjutkan, perkembangan tersebut sangat membantu para pelaku UMKM dan turut juga menangani penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dengan akumulasi pinjaman dari fintech lending mencapai lebih dari Rp200 triliun pada akhir 2020.


&amp;ldquo;Paling mudah untuk startup (fintech) masuk ke sana. Kemudian bisa diorganisasikan petani atau peternaknya dalam penyaluran KUR. Di sini tingkat survivalnya tinggi daripada masuk ke bidang lain,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;nbsp;

Senada dengan Darmin, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga  mengatakan bahwa fintech bisa meningkatkan inklusi keuangan negara  namun industri tersebut harus terhubung dengan perbankan.

&amp;ldquo;Sesuai visi BI, mengadopsi developer approach, mengembangkan startup  dan disambungkan dengan perbankan,&amp;rdquo; katanya. Demikian dikutip  Antaranews.
&amp;nbsp;
Menurut Perry, dengan adanya teknologi yang telah mengubah sebagian  besar kegiatan perekonomian seperti membuat layanan keuangan menjadi  cepat dan mudah sehingga regulator perlu memahami lanskap dan ekosistem  industri tersebut.

&amp;ldquo;This is just the beginning. Ini menandakan ekonomi keuangan digital  akan semakin berkembang dan akan semakin mendorong inklusi keuangan,&amp;rdquo;  ujarnya.

Perry pun berharap dengan adanya fintech yang bisa menciptakan  berbagai produk dan layanan keuangan, kehadiran industri tersebut dapat  mempercepat terwujudnya inklusi keuangan yang secara tidak langsung juga  akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
