<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taktik Pangeran Harry Berantas Sampah Plastik dari Booming Sektor Pariwisata</title><description>Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris sedang memimpin proyek pariwisata berkelanjutan global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100618/taktik-pangeran-harry-berantas-sampah-plastik-dari-booming-sektor-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100618/taktik-pangeran-harry-berantas-sampah-plastik-dari-booming-sektor-pariwisata"/><item><title>Taktik Pangeran Harry Berantas Sampah Plastik dari Booming Sektor Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100618/taktik-pangeran-harry-berantas-sampah-plastik-dari-booming-sektor-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/04/320/2100618/taktik-pangeran-harry-berantas-sampah-plastik-dari-booming-sektor-pariwisata</guid><pubDate>Rabu 04 September 2019 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100618/taktik-pangeran-harry-berantas-sampah-plastik-dari-booming-sektor-pariwisata-rNSLch2lHE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taktik Pangeran Harry Atasi Sampah Plastik (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100618/taktik-pangeran-harry-berantas-sampah-plastik-dari-booming-sektor-pariwisata-rNSLch2lHE.jpg</image><title>Taktik Pangeran Harry Atasi Sampah Plastik (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris sedang memimpin proyek pariwisata berkelanjutan global untuk mengurangi dampak negatif sektor pariwisata yang sedang booming di bumi saat ini.

Proyek ini dinamakan Travalyst yang bertujuan untuk memanfaatkan industri pariwisata sebagai katalis untuk kebaikan dengan mendorong perusahaan perjalanan dan wisatawan untuk mempertimbangkan dampak yang mereka miliki terhadap ekosistem, komunitas, satwa liar dan polusi.
&amp;nbsp;Baca Juga: 26% Ikan di Laut Terkontaminasi Sampah Plastik
Rencana besar Pangeran Harry ini telah didukung oleh pelaku usaha di sektor industri pariwisata seperti Booking.com, SkyScanner, TripAdvisor, Visa dan situs perjalanan Cina CTrip, untuk mempromosikan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk perjalanan global.

&amp;ldquo;Pariwisata memiliki kekuatan yang tak tertandingi untuk membuka pikiran orang terhadap budaya yang berbeda, pengalaman baru dan untuk memiliki apresiasi mendalam terhadap apa yang ditawarkan bumi kita&amp;rdquo; kata Pangeran Harry dilansir dari Fortune.com, Rabu (4/9/2019).

Pangeran Harry menambahkan bahwa pariwisata semakin berkembang dan sangat penting untuk mempercepat penerapan praktik-praktik berkelanjutan di seluruh dunia dan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ini dengan kebutuhan lingkungan dan populasi lokal.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kemenhub Alokasikan Rp2,55 Triliun untuk Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas
Menurut Organisasi Perjalanan Dunia, lebih dari 1,4 miliar perjalanan internasional dilakukan secara global pada tahun 2018. Angka yang diperkirakan akan meningkat menjadi 1,8 miliar pada tahun 2030.

Namun, ledakan sektor pariwisata telah menyebabkan kerusakan dalam berbagai bentuk di seluruh dunia. Di Eropa, tujuan wisata seperti Amsterdam, Barcelona, Venice dan Dubrovnik, semuanya telah mengambil langkah untuk membatasi 'overtourism'.
&amp;nbsp;
Pada tingkat yang lebih konkret, World Wildlife Fund melaporkan pada  Juni 2018 bahwa 200 juta wisatawan yang mengunjungi pantai-pantai  Mediterania setiap musim panas menyumbang 40% sampah plastik di laut.

Untuk meringankan masalah ini, Travalyst tidak bertujuan untuk  mengurangi keingingan orang-orang yang ingin traveling. Bagaimanapun  juga, proyek ini didukung oleh industri perjalanan melainkan untuk  menyediakan berbagai pilihan perjalanan yang sadar lingkungan ditahap  pemesanan.

Dengan begitu, para wisatawan dapat memilih untuk mengimbangi emisi  karbon mereka dan membantu mendukung inisiatif masyarakat setempat  sebelum mereka menjejakkan kaki dipesawat.

Selain itu, tujuannya juga untuk megedukasi dan memberi informasi  kepada wisatawan tentang dampak yang dapat ditimbulkan pariwisata  terhadap lingkungan. Dalam beberapa bulan kedepan, Travalyst akan  meluncurkan inisiatif industri yang berfokus pada keberlanjutan  pariwisata, termasuk pencegahan kerusakan satwa liar dan overtourism.</description><content:encoded>JAKARTA - Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris sedang memimpin proyek pariwisata berkelanjutan global untuk mengurangi dampak negatif sektor pariwisata yang sedang booming di bumi saat ini.

Proyek ini dinamakan Travalyst yang bertujuan untuk memanfaatkan industri pariwisata sebagai katalis untuk kebaikan dengan mendorong perusahaan perjalanan dan wisatawan untuk mempertimbangkan dampak yang mereka miliki terhadap ekosistem, komunitas, satwa liar dan polusi.
&amp;nbsp;Baca Juga: 26% Ikan di Laut Terkontaminasi Sampah Plastik
Rencana besar Pangeran Harry ini telah didukung oleh pelaku usaha di sektor industri pariwisata seperti Booking.com, SkyScanner, TripAdvisor, Visa dan situs perjalanan Cina CTrip, untuk mempromosikan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk perjalanan global.

&amp;ldquo;Pariwisata memiliki kekuatan yang tak tertandingi untuk membuka pikiran orang terhadap budaya yang berbeda, pengalaman baru dan untuk memiliki apresiasi mendalam terhadap apa yang ditawarkan bumi kita&amp;rdquo; kata Pangeran Harry dilansir dari Fortune.com, Rabu (4/9/2019).

Pangeran Harry menambahkan bahwa pariwisata semakin berkembang dan sangat penting untuk mempercepat penerapan praktik-praktik berkelanjutan di seluruh dunia dan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ini dengan kebutuhan lingkungan dan populasi lokal.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kemenhub Alokasikan Rp2,55 Triliun untuk Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas
Menurut Organisasi Perjalanan Dunia, lebih dari 1,4 miliar perjalanan internasional dilakukan secara global pada tahun 2018. Angka yang diperkirakan akan meningkat menjadi 1,8 miliar pada tahun 2030.

Namun, ledakan sektor pariwisata telah menyebabkan kerusakan dalam berbagai bentuk di seluruh dunia. Di Eropa, tujuan wisata seperti Amsterdam, Barcelona, Venice dan Dubrovnik, semuanya telah mengambil langkah untuk membatasi 'overtourism'.
&amp;nbsp;
Pada tingkat yang lebih konkret, World Wildlife Fund melaporkan pada  Juni 2018 bahwa 200 juta wisatawan yang mengunjungi pantai-pantai  Mediterania setiap musim panas menyumbang 40% sampah plastik di laut.

Untuk meringankan masalah ini, Travalyst tidak bertujuan untuk  mengurangi keingingan orang-orang yang ingin traveling. Bagaimanapun  juga, proyek ini didukung oleh industri perjalanan melainkan untuk  menyediakan berbagai pilihan perjalanan yang sadar lingkungan ditahap  pemesanan.

Dengan begitu, para wisatawan dapat memilih untuk mengimbangi emisi  karbon mereka dan membantu mendukung inisiatif masyarakat setempat  sebelum mereka menjejakkan kaki dipesawat.

Selain itu, tujuannya juga untuk megedukasi dan memberi informasi  kepada wisatawan tentang dampak yang dapat ditimbulkan pariwisata  terhadap lingkungan. Dalam beberapa bulan kedepan, Travalyst akan  meluncurkan inisiatif industri yang berfokus pada keberlanjutan  pariwisata, termasuk pencegahan kerusakan satwa liar dan overtourism.</content:encoded></item></channel></rss>
