<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil Listrik Bakal Berlalu-lalang di Ibu Kota Baru</title><description>Moeldoko yang mengharapkan kendaraan listrik bisa digunakan di daerah calon ibu kota baru di Kalimatan Timur</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2100653/mobil-listrik-bakal-berlalu-lalang-di-ibu-kota-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2100653/mobil-listrik-bakal-berlalu-lalang-di-ibu-kota-baru"/><item><title>Mobil Listrik Bakal Berlalu-lalang di Ibu Kota Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2100653/mobil-listrik-bakal-berlalu-lalang-di-ibu-kota-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2100653/mobil-listrik-bakal-berlalu-lalang-di-ibu-kota-baru</guid><pubDate>Kamis 05 September 2019 04:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100653/mobil-listrik-bakal-berlalu-lalang-di-ibu-kota-baru-HWvUcgnAwj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Desain Ibu Kota Baru. (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/04/320/2100653/mobil-listrik-bakal-berlalu-lalang-di-ibu-kota-baru-HWvUcgnAwj.jpg</image><title>Desain Ibu Kota Baru. (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan ibu kota negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara. Sejalan dengan keputusan tersebut, rencana penggunaan kendaraan listrik pun mulai bermunculan.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang mengharapkan kendaraan listrik bisa digunakan di daerah calon ibu kota baru di Kalimatan Timur. Menurutnya, penggunaan mobil listrik dapat membantu masyarakat untuk dapat menikmati udara yang bersih.
Mengenai persoalan infrastruktur untuk keperluan mobil listrik, seperti stasiun pengisi daya atau charging station bisa dibangun dan ditempatkan dengan ekosistem yang baik. Hal itu berupa ketersediaan listrik dan tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah, serta teknologi pengisian daya yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan bahwa Technology Readiness Levels (TRLs) atau tingkat kesiapan teknologi yang dimiliki oleh Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara yang sudah melakukan komersialisasi kendaraan listrik. Demikian dikutip Antaranews.
Meski begitu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir sebelumnya mengatakan bahwa ia optimis Indonesia siap memproduksi mobil listrik pada 2020. Pengembangan mobil listrik diperkirakan akan menyusul kesuksesan pengembangan motor listrik Gesits.
Baca Selengkapnya: Mobil Listrik Disiapkan Jadi Kendaraan di Ibu Kota Baru
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan ibu kota negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara. Sejalan dengan keputusan tersebut, rencana penggunaan kendaraan listrik pun mulai bermunculan.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang mengharapkan kendaraan listrik bisa digunakan di daerah calon ibu kota baru di Kalimatan Timur. Menurutnya, penggunaan mobil listrik dapat membantu masyarakat untuk dapat menikmati udara yang bersih.
Mengenai persoalan infrastruktur untuk keperluan mobil listrik, seperti stasiun pengisi daya atau charging station bisa dibangun dan ditempatkan dengan ekosistem yang baik. Hal itu berupa ketersediaan listrik dan tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah, serta teknologi pengisian daya yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan bahwa Technology Readiness Levels (TRLs) atau tingkat kesiapan teknologi yang dimiliki oleh Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara yang sudah melakukan komersialisasi kendaraan listrik. Demikian dikutip Antaranews.
Meski begitu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir sebelumnya mengatakan bahwa ia optimis Indonesia siap memproduksi mobil listrik pada 2020. Pengembangan mobil listrik diperkirakan akan menyusul kesuksesan pengembangan motor listrik Gesits.
Baca Selengkapnya: Mobil Listrik Disiapkan Jadi Kendaraan di Ibu Kota Baru
</content:encoded></item></channel></rss>
