<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Driver Gojek Saweran Ongkos dan Tuntut Minta Maaf, Bos Taksi Malaysia: Tidak Butuh</title><description>Pendiri Big Blue Taxi Datuk Shamsubahrin Ismail menolak dana yang dikumpulkan para pengemudi Gojek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2100925/driver-gojek-saweran-ongkos-dan-tuntut-minta-maaf-bos-taksi-malaysia-tidak-butuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2100925/driver-gojek-saweran-ongkos-dan-tuntut-minta-maaf-bos-taksi-malaysia-tidak-butuh"/><item><title>Driver Gojek Saweran Ongkos dan Tuntut Minta Maaf, Bos Taksi Malaysia: Tidak Butuh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2100925/driver-gojek-saweran-ongkos-dan-tuntut-minta-maaf-bos-taksi-malaysia-tidak-butuh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2100925/driver-gojek-saweran-ongkos-dan-tuntut-minta-maaf-bos-taksi-malaysia-tidak-butuh</guid><pubDate>Kamis 05 September 2019 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/05/320/2100925/driver-gojek-saweran-ongkos-dan-tuntut-minta-maaf-bos-taksi-malaysia-tidak-butuh-YZ1mQrk000.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos Taksi Malaysia Tolak Dana Driver Gojek (Foto: The Star)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/05/320/2100925/driver-gojek-saweran-ongkos-dan-tuntut-minta-maaf-bos-taksi-malaysia-tidak-butuh-YZ1mQrk000.jpg</image><title>Bos Taksi Malaysia Tolak Dana Driver Gojek (Foto: The Star)</title></images><description> 
JAKARTA - Pendiri Big Blue Taxi Datuk Shamsubahrin Ismail menolak dana yang dikumpulkan para pengemudi Gojek untuk membiayainya ke Jakarta. Shamsubahrin yang telah menghina Indonesia dan Gojek ini diharapkan datang langsung untuk meminta maaf.
&amp;nbsp;Baca Juga: Minta Maaf usai Sebut Miskin, Bos Taksi Malaysia: Indonesia di Hati Saya
Menurutnya, dana yang dikumpulkan oleh pengemudi Gojek bisa diberikan kepada yang membutuhkan. Secara terang-terangan, dia tidak membutuhkan dana tersebut.
&quot;Terima kasih kepada semua pengemudi Gojek yang mengumpulkan uang bagi saya untuk pergi ke Jakarta. Saya tidak butuh uang. Jakarta bukan tempat baru bagi saya, karena saya selalu pergi ke sana. Saya juga bisa pergi ke sana sendiri (pakai uang sendiri),&quot; kata Shamsubahrin seperti dilansir dari The Star, Kamis (5/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bos Taksi Malaysia Hina Indonesia dan Gojek, Kemenhub: Dia Sedang Ketakutan
Bahkan dirinya menyarankan agar penggalangan dana tersebut bisa disumbangkan untuk masjid dan orang yang membutuhkan.
&quot;Saya ingin menyarankan mereka untuk menyumbangkan uang itu ke masjid, surau atau orang-orang yang membutuhkan. Saya tidak membutuhkannya,&quot; katanya.
Aksi penggalangan dana untuk Shamsubahrin dilakukan saat pengemudi Gojek melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia. Sekitar 400 pengemudi Gojek menggelar aksi damai memprotes pernyataan kontroversial Shamsubahrin  yang menghina Indonesia dan Gojek.
&amp;nbsp;Mitra pengemudi Gojek, Theresia Ismiyanti mengatakan mereka ingin  Shamsubahrin datang ke Jakarta dan meminta maaf secara langsung kepada  pengemudi Gojek.
Selama demonstrasi, para pengendara mengumpulkan uang untuk membiayai perjalanan Shamsubahrin ke Jakarta.
&amp;nbsp;
Sekadar informasi, pernyataan Shamsubahrin soal Gojek untuk negara  miskin dan menghina Indonesia menjadi viral. Dirinya sempat meminta  maaf, tapi kembali melontarkan pernyataan yang mengundang kontroversi.
&quot;Ini (Indonesia) negara miskin, kami (Malaysia) negara kaya. Jika  anak muda Indonesia berpikir negaranya baik, mereka tidak akan  meninggalkan negaranya untuk mencari kerja. Gojek hanya untuk  orang-orang miskin seperti di Jakarta,&quot; ujar Shamsubahrin dalam video  tersebut.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pendiri Big Blue Taxi Datuk Shamsubahrin Ismail menolak dana yang dikumpulkan para pengemudi Gojek untuk membiayainya ke Jakarta. Shamsubahrin yang telah menghina Indonesia dan Gojek ini diharapkan datang langsung untuk meminta maaf.
&amp;nbsp;Baca Juga: Minta Maaf usai Sebut Miskin, Bos Taksi Malaysia: Indonesia di Hati Saya
Menurutnya, dana yang dikumpulkan oleh pengemudi Gojek bisa diberikan kepada yang membutuhkan. Secara terang-terangan, dia tidak membutuhkan dana tersebut.
&quot;Terima kasih kepada semua pengemudi Gojek yang mengumpulkan uang bagi saya untuk pergi ke Jakarta. Saya tidak butuh uang. Jakarta bukan tempat baru bagi saya, karena saya selalu pergi ke sana. Saya juga bisa pergi ke sana sendiri (pakai uang sendiri),&quot; kata Shamsubahrin seperti dilansir dari The Star, Kamis (5/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bos Taksi Malaysia Hina Indonesia dan Gojek, Kemenhub: Dia Sedang Ketakutan
Bahkan dirinya menyarankan agar penggalangan dana tersebut bisa disumbangkan untuk masjid dan orang yang membutuhkan.
&quot;Saya ingin menyarankan mereka untuk menyumbangkan uang itu ke masjid, surau atau orang-orang yang membutuhkan. Saya tidak membutuhkannya,&quot; katanya.
Aksi penggalangan dana untuk Shamsubahrin dilakukan saat pengemudi Gojek melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia. Sekitar 400 pengemudi Gojek menggelar aksi damai memprotes pernyataan kontroversial Shamsubahrin  yang menghina Indonesia dan Gojek.
&amp;nbsp;Mitra pengemudi Gojek, Theresia Ismiyanti mengatakan mereka ingin  Shamsubahrin datang ke Jakarta dan meminta maaf secara langsung kepada  pengemudi Gojek.
Selama demonstrasi, para pengendara mengumpulkan uang untuk membiayai perjalanan Shamsubahrin ke Jakarta.
&amp;nbsp;
Sekadar informasi, pernyataan Shamsubahrin soal Gojek untuk negara  miskin dan menghina Indonesia menjadi viral. Dirinya sempat meminta  maaf, tapi kembali melontarkan pernyataan yang mengundang kontroversi.
&quot;Ini (Indonesia) negara miskin, kami (Malaysia) negara kaya. Jika  anak muda Indonesia berpikir negaranya baik, mereka tidak akan  meninggalkan negaranya untuk mencari kerja. Gojek hanya untuk  orang-orang miskin seperti di Jakarta,&quot; ujar Shamsubahrin dalam video  tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
