<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Asing Nilai Perizinan Indonesia Masih Kacau   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa kecewanya mengenai perusahaan asing yang ogah investasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2101036/investor-asing-nilai-perizinan-indonesia-masih-kacau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2101036/investor-asing-nilai-perizinan-indonesia-masih-kacau"/><item><title>Investor Asing Nilai Perizinan Indonesia Masih Kacau   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2101036/investor-asing-nilai-perizinan-indonesia-masih-kacau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2101036/investor-asing-nilai-perizinan-indonesia-masih-kacau</guid><pubDate>Kamis 05 September 2019 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/05/320/2101036/investor-asing-nilai-perizinan-indonesia-masih-kacau-8NP6g2oE0E.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Investasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/05/320/2101036/investor-asing-nilai-perizinan-indonesia-masih-kacau-8NP6g2oE0E.jpeg</image><title>Ilustrasi Investasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa kecewanya mengenai perusahaan asing yang ogah investasi ke Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam dalam rapat terbatas (ratas) kemarin.
Baca Juga: Tak Dilirik Investor Asing, SDM Indonesia KO dari Vietnam dan Malaysia
Dari 33 perusahaan China yang keluar, 23 di antaranya memilih investasi di Vietnam. Kemudian 10 lainnya memilih Malaysia, Thailand dan Kamboja.

Menurut Pengamat Ekonomi Indef BhimaYudhistira, kurang diminatinya Indonesia sebagai tempat investasi karena masalah perizinan yang masih sulit di Tanah Air.
Baca Juga: Terungkap, Alasan Investor Ogah ke RI dan Lebih Pilih Vietnam-Malaysia
&quot;Perizinan di Indonesia masih kacau, karena izin di daerah dan pusat masih tidak sinkron,&quot; ujarnya kepada Okezone, Kamis (5/9/2019).Sebenarnya, kata Bhima, pemerintah tengah berusaha mempermudah dan  mempercepat izin dengan sistem Online Single Submision (OSS). Hanya  saja, perizinan terpadu tidak jalan karena kualitas Pegawai Negeri  Sipilnya (PNS).
&amp;ldquo;Tidak ada sinkronisasi dari SDM di  daerah dan pusat khususnya  dengan OSS, karena SDM atau di daerah masih belum mengerti tentang OSS,&amp;rdquo;  ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa kecewanya mengenai perusahaan asing yang ogah investasi ke Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam dalam rapat terbatas (ratas) kemarin.
Baca Juga: Tak Dilirik Investor Asing, SDM Indonesia KO dari Vietnam dan Malaysia
Dari 33 perusahaan China yang keluar, 23 di antaranya memilih investasi di Vietnam. Kemudian 10 lainnya memilih Malaysia, Thailand dan Kamboja.

Menurut Pengamat Ekonomi Indef BhimaYudhistira, kurang diminatinya Indonesia sebagai tempat investasi karena masalah perizinan yang masih sulit di Tanah Air.
Baca Juga: Terungkap, Alasan Investor Ogah ke RI dan Lebih Pilih Vietnam-Malaysia
&quot;Perizinan di Indonesia masih kacau, karena izin di daerah dan pusat masih tidak sinkron,&quot; ujarnya kepada Okezone, Kamis (5/9/2019).Sebenarnya, kata Bhima, pemerintah tengah berusaha mempermudah dan  mempercepat izin dengan sistem Online Single Submision (OSS). Hanya  saja, perizinan terpadu tidak jalan karena kualitas Pegawai Negeri  Sipilnya (PNS).
&amp;ldquo;Tidak ada sinkronisasi dari SDM di  daerah dan pusat khususnya  dengan OSS, karena SDM atau di daerah masih belum mengerti tentang OSS,&amp;rdquo;  ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
