<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uni Eropa Sebut Sawit Punya Kandungan Minyak Nabati Lebih Baik dari yang Lain</title><description>Uni Eropa menyebutkan bahwa kelapa sawit adalah penghasil minyak nabati terbaik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2101037/uni-eropa-sebut-sawit-punya-kandungan-minyak-nabati-lebih-baik-dari-yang-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2101037/uni-eropa-sebut-sawit-punya-kandungan-minyak-nabati-lebih-baik-dari-yang-lain"/><item><title>Uni Eropa Sebut Sawit Punya Kandungan Minyak Nabati Lebih Baik dari yang Lain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2101037/uni-eropa-sebut-sawit-punya-kandungan-minyak-nabati-lebih-baik-dari-yang-lain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/320/2101037/uni-eropa-sebut-sawit-punya-kandungan-minyak-nabati-lebih-baik-dari-yang-lain</guid><pubDate>Kamis 05 September 2019 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/05/320/2101037/uni-eropa-sebut-sawit-punya-kandungan-minyak-nabati-lebih-baik-dari-yang-lain-foblXKgaaG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyulingan kelapa sawit (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/05/320/2101037/uni-eropa-sebut-sawit-punya-kandungan-minyak-nabati-lebih-baik-dari-yang-lain-foblXKgaaG.jpg</image><title>Penyulingan kelapa sawit (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Uni Eropa menyebutkan bahwa kelapa sawit adalah penghasil minyak nabati terbaik. Hal ini dibandingkan dari tanaman-tanaman lain seperti rapeseed, bunga matahari dan kedelai dari sisi kualitas dan kuantitas.

Seperti diketahui, kelapa sawit mampu memproduksi 4 ton minyak nabati setiap hektare (ha). Sementara, produktivitas bunga matahari hanya 0,6 ton per ha dan kedelai hanya 0,4 ton per ha.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peningkatan Kualitas Auditor Percepat Sertifikasi Sawit Indonesia
&quot;Kelapa sawit adalah tanaman yang luar biasa, bisa tumbuh dengan sangat cepat, memproduksi lebih banyak minyak dan membutuhkan lahan yang lebih sedikit. Jadi semua itu tidak perlu dipertanyakan lagi,&quot; ujar European Union Delegation Official Michael Bucki di Jakarta, Kamis (5/9/2019).
&amp;nbsp;
Namun, lanjut dia, jika dilihat dari segi pelepasan karbon ke udara, kelapa sawit adalah yang terburuk. Di mana terdapat kaitan antara kelapa sawit dan tingkat deforestasi tinggi selama periode 2008-2015.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sawit RI Disebut Merusak Lingkungan, Menko Luhut: Itu Tidak Benar
&quot;Dari data yang kami kumpulkan, sebanyak 45% dari ekspansi kelapa sawit terjadi di daerah dengan cadangan karbon tinggi,&quot; ungkap dia.

Sedangkan, tutur dia, tanaman sumber minyak nabati lain hanya melepas karbon paling besar 10%. &quot;Kami melihat ini bukan secara kualitas tanaman, tetapi secara pendekatan kepada lingkungan,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Uni Eropa menyebutkan bahwa kelapa sawit adalah penghasil minyak nabati terbaik. Hal ini dibandingkan dari tanaman-tanaman lain seperti rapeseed, bunga matahari dan kedelai dari sisi kualitas dan kuantitas.

Seperti diketahui, kelapa sawit mampu memproduksi 4 ton minyak nabati setiap hektare (ha). Sementara, produktivitas bunga matahari hanya 0,6 ton per ha dan kedelai hanya 0,4 ton per ha.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peningkatan Kualitas Auditor Percepat Sertifikasi Sawit Indonesia
&quot;Kelapa sawit adalah tanaman yang luar biasa, bisa tumbuh dengan sangat cepat, memproduksi lebih banyak minyak dan membutuhkan lahan yang lebih sedikit. Jadi semua itu tidak perlu dipertanyakan lagi,&quot; ujar European Union Delegation Official Michael Bucki di Jakarta, Kamis (5/9/2019).
&amp;nbsp;
Namun, lanjut dia, jika dilihat dari segi pelepasan karbon ke udara, kelapa sawit adalah yang terburuk. Di mana terdapat kaitan antara kelapa sawit dan tingkat deforestasi tinggi selama periode 2008-2015.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sawit RI Disebut Merusak Lingkungan, Menko Luhut: Itu Tidak Benar
&quot;Dari data yang kami kumpulkan, sebanyak 45% dari ekspansi kelapa sawit terjadi di daerah dengan cadangan karbon tinggi,&quot; ungkap dia.

Sedangkan, tutur dia, tanaman sumber minyak nabati lain hanya melepas karbon paling besar 10%. &quot;Kami melihat ini bukan secara kualitas tanaman, tetapi secara pendekatan kepada lingkungan,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
