<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Tanah di Ibu Kota Harus Segera Dibangun Rumah, REI: Itu Tantangan</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai cara baru untuk membiayai pembangunan ibu kota baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/470/2100969/beli-tanah-di-ibu-kota-harus-segera-dibangun-rumah-rei-itu-tantangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/470/2100969/beli-tanah-di-ibu-kota-harus-segera-dibangun-rumah-rei-itu-tantangan"/><item><title>Beli Tanah di Ibu Kota Harus Segera Dibangun Rumah, REI: Itu Tantangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/470/2100969/beli-tanah-di-ibu-kota-harus-segera-dibangun-rumah-rei-itu-tantangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/05/470/2100969/beli-tanah-di-ibu-kota-harus-segera-dibangun-rumah-rei-itu-tantangan</guid><pubDate>Kamis 05 September 2019 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/05/470/2100969/beli-tanah-di-ibu-kota-harus-segera-dibangun-rumah-rei-itu-tantangan-YKTLV6x0iP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">REI soal Ibu Kota Baru (Foto: Okezone/Dias)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/05/470/2100969/beli-tanah-di-ibu-kota-harus-segera-dibangun-rumah-rei-itu-tantangan-YKTLV6x0iP.jpg</image><title>REI soal Ibu Kota Baru (Foto: Okezone/Dias)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai cara baru untuk membiayai pembangunan ibu kota baru, salah satunya dengan menjual tanah ke swasta.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Berencana Jual Tanah di Ibu Kota Baru ke Individu, Berminat?
Penjualan tanah ini pun tentu memiliki syarat, salah satunya segera melaksanakan pembangunan di tanah yang mereka beli dalam waktu dua tahun.

Menurut Wakil Ketua DPP Real Estate Indonesia Hari Gani, persyaratan tersebut merupakan tantangan yang harus bisa dipenuhi untuk membangun di ibu kota baru.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Sofyan: Kami Tak Bisa Kontrol Kenaikan Harga Tanah di Ibu Kota Baru
&quot;Itu memang tantangan, tapi tidak sulit,&quot; kata Hari di Kembang Goela, Kamis (5/9/2019).
&amp;nbsp;Menurutnya, jangka waktu dua tahun untuk membangun rumah memang  mudah. Namun, jika tidak ada permasalahan dalam hal perizinan. Dia pun  menjelaskan bagaimana prosesnya.

&quot;Membangun rumah itu ada fase persiapan dan konstruksi. Persiapan itu  seperti perizinan. Pemerintah harus punya suatu badan yang siap  memberikan pelayanan perizinan yang tidak standar. Saat ini perizinan  masih banyak kekurangan, semoga nanti bisa lebih cepat seperti pakai  sistem online,&quot; ungkapnya.

&quot;Jadi menurut saya, 2 tahun untuk membangun itu tidak terlalu berat,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Seperti yang diketahui, Jokowi memberikan syarat kepada swasta jika  ingin membangun di ibu kota teranyar Indonesia di Kalimantan Timur. Dia  mencanangkan hal tersebut untuk meminimalisir swasta yang ingin menimbun  tanah demi kepentingan bisnis mereka.

Terlepas dari itu, swasta sebenarnya diharapkan bisa membantu  pemerintah dengan membeli tanah di sana agar mengurangi beban Anggaran  Pembelian dan Belanja Negara (APBN).
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai cara baru untuk membiayai pembangunan ibu kota baru, salah satunya dengan menjual tanah ke swasta.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Berencana Jual Tanah di Ibu Kota Baru ke Individu, Berminat?
Penjualan tanah ini pun tentu memiliki syarat, salah satunya segera melaksanakan pembangunan di tanah yang mereka beli dalam waktu dua tahun.

Menurut Wakil Ketua DPP Real Estate Indonesia Hari Gani, persyaratan tersebut merupakan tantangan yang harus bisa dipenuhi untuk membangun di ibu kota baru.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Sofyan: Kami Tak Bisa Kontrol Kenaikan Harga Tanah di Ibu Kota Baru
&quot;Itu memang tantangan, tapi tidak sulit,&quot; kata Hari di Kembang Goela, Kamis (5/9/2019).
&amp;nbsp;Menurutnya, jangka waktu dua tahun untuk membangun rumah memang  mudah. Namun, jika tidak ada permasalahan dalam hal perizinan. Dia pun  menjelaskan bagaimana prosesnya.

&quot;Membangun rumah itu ada fase persiapan dan konstruksi. Persiapan itu  seperti perizinan. Pemerintah harus punya suatu badan yang siap  memberikan pelayanan perizinan yang tidak standar. Saat ini perizinan  masih banyak kekurangan, semoga nanti bisa lebih cepat seperti pakai  sistem online,&quot; ungkapnya.

&quot;Jadi menurut saya, 2 tahun untuk membangun itu tidak terlalu berat,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Seperti yang diketahui, Jokowi memberikan syarat kepada swasta jika  ingin membangun di ibu kota teranyar Indonesia di Kalimantan Timur. Dia  mencanangkan hal tersebut untuk meminimalisir swasta yang ingin menimbun  tanah demi kepentingan bisnis mereka.

Terlepas dari itu, swasta sebenarnya diharapkan bisa membantu  pemerintah dengan membeli tanah di sana agar mengurangi beban Anggaran  Pembelian dan Belanja Negara (APBN).
</content:encoded></item></channel></rss>
