<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta di Balik Gojek Vs Bos Taksi Malaysia, Nomor 8 Perparah Polemik   </title><description>Pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail menyatakan tidak setuju dengan proposal untuk memperkenalkan Gojek</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/07/320/2101446/fakta-di-balik-gojek-vs-bos-taksi-malaysia-nomor-8-perparah-polemik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/07/320/2101446/fakta-di-balik-gojek-vs-bos-taksi-malaysia-nomor-8-perparah-polemik"/><item><title>Fakta di Balik Gojek Vs Bos Taksi Malaysia, Nomor 8 Perparah Polemik   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/07/320/2101446/fakta-di-balik-gojek-vs-bos-taksi-malaysia-nomor-8-perparah-polemik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/07/320/2101446/fakta-di-balik-gojek-vs-bos-taksi-malaysia-nomor-8-perparah-polemik</guid><pubDate>Sabtu 07 September 2019 06:13 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/06/320/2101446/fakta-di-balik-gojek-vs-bos-taksi-malaysia-nomor-8-perparah-polemik-w3grWEDzvZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi Gojek Demo di Kedubes Malaysia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/06/320/2101446/fakta-di-balik-gojek-vs-bos-taksi-malaysia-nomor-8-perparah-polemik-w3grWEDzvZ.jpg</image><title>Aksi Gojek Demo di Kedubes Malaysia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Gojek sebenarnya sudah mendapat lampu hijau dari Pemerintah Malaysia untuk beroperasi di negaranya. Hanya saja rencana tersebut langsung direspons keras oleh salah satu pengusaha transportasi di Malaysia.
Pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail menyatakan tidak setuju dengan proposal untuk memperkenalkan Gojek. Dia ingin pemerintah untuk fokus pada penyelesaian masalah mengenai e-hailing dan supir taksi terlebih dahulu.
Kekesalan bos taksi ini juga disampaikan dalam video yang beredar luas alias viral. Dia mengecam masuknya Gojek ke Negeri Jiran tersebut. Sangking geramnya, layanan Gojek dituding untuk negara miskin.
Baca Juga: Driver Gojek Saweran Ongkos dan Tuntut Minta Maaf, Bos Taksi Malaysia: Tidak Butuh
&amp;ldquo;Gojek bisa dilakukan di Indonesia karena tingkat kemiskinannya sangat tinggi, tidak seperti di Malaysia,&quot; ujarnya.
Pernyataan bos taksi ini pun menuai kontroversi hingga akhirnya dia minta maaf namun malah berulah lagi. Okezone merangkum sejumlah fakta menarik terkait bos taksi Malaysia ini hingga tanggapak Kementerian Perhubungan dan driver ojek online di Indonesia, Sabtu (7/9/2019):
1. Sindiran Pertama Bos Taksi Malaysia
Pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail menilai pemerintah seharusnya tidak mendorong anak muda untuk menyediakan layanan sepeda motor sebagai pilihan mereka untuk mendapatkan penghasilan. Dia mengatakan ada banyak pekerjaan permanen lainnya yang bisa ditawarkan kepada kaum muda.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/03/58634/300183_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Gojek, FoodPanda, GrabFood semuanya menawarkan pekerjaan paruh waktu. Sebaliknya, kaum muda harus diberikan kesempatan kerja yang lebih baik,&quot; ujarnya.
2. Menerima Gojek di Malaysia sebagai Langkah Mundur
Menurutnya, menerima Gojek akan menjadi langkah mundur bagi dunia transportasi Malaysia. &amp;ldquo;(Menteri Pemuda dan Olahraga) Syed Saddiq (Syed Abdul Rahman) adalah menteri berpendidikan, padahal menteri lain berbicara tentang mobil terbang dan mobil nasional ketiga, ia meminta orang muda untuk menjadi operator,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Minta Maaf usai Sebut Miskin, Bos Taksi Malaysia: Indonesia di Hati Saya3. Tidak Ada Masa Depan di Gojek
Menurut Shamsubahrin, Gojek tidak akan menjamin masa depan yang  menjanjikan. Di mana masa depan anak muda Malaysia seharusnya bisa lebih  baik adri itu.
&quot;Anak muda kita pantas mendapatkan yang lebih baik dari itu,&quot; katanya.
4. Respons Gojek
P Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan mengatakan bahwa  pihaknya tidak akan menanggapi hal itu dan fokus untuk pengembangan ke  depannya. Pasalnya Gojek telah bertemu dengan pemerintah Malaysia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58634/300184_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kami telah menyampaikan impact positif Gojek di Indonesia kepada  mereka (pemerintah Malaysia). Seperti tidak hanya konsumen yang  mendapatkan manfaat dari Gojek, tapi masyarakat secara luas juga,&quot; ujar  dia.
5. Habis 'Sewot' Langsung Minta Maaf
Pendiri Big Blue Taxi Services Datuk Shamsubahrin Ismail hari ini  secara terbuka meminta maaf kepada orang Indonesia karena menyebut  mereka miskin. Di mana statement tersebut memicu kemarahan di antara  para penunggang Gojek di republik ini.
hamsubahrin Ismail telah meminta maaf secara terbuka kepada orang Indonesia karena telah menyebut mereka miskin.
6. Kemenhub pun Sindir Bos Taksi Malaysia
Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani heran dengan pernyataan pendiri taksi Malaysia tersebut.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58634/300185_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kenapa dia (Datuk Shamsubahrin Ismail) bisa bicara seperti itu,  padahal kan kita nggak ada untuk mendiskreditkan satu dengan yang lain,&quot;  kata dia.
Menurut dia, pihaknya sangat menyayangkan sikap bos taksi tersebut. Padahal Indonesia dan Malaysia adalah saudara serumpun.7. Bos Taksi Berulah Lagi
Pendiri Big Blue Taxi Services Datuk Shamsubahrin Ismail kembali   viral di mana menyebutkan bahwa bukan rakyat Indonesia yang miskin.   Tetapi, pemerintah Indonesia yang salah.
&quot;Rakyat Indonesia tak salah, kalau dikatakan miskin. Yang salah itu   adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah,&quot; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58634/300185_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurutnya, pemerintah Malaysia harusnya tidak mengikuti jejak   kesalahan pemerintah Indonesia. Terutama mengenai masuknya Gojek   Indonesia ke negeri Jiran tersebut.
&amp;ldquo;Jadi pemerintah di Malaysia mengikut jejak kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
8. Kisruh, Begini Respons Pemerintah Malaysia
Kementerian Perhubungan Malaysia menegaskan bahwa Kabinet sejauh ini   hanya menyetujui layanan sepeda motor e-hailing yang akan diperkenalkan   di negara ini. Namun, bukan untuk suatu perusahaan tertentu   mengoperasikan layanan tersebut, termasuk Gojek.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58634/300189_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal ini menjawab beberapa pertanyaan soal perizinan Gojek di   Malaysia. Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke Siew Fook   mengatakan, perizinan suatu perusahaan harus menunggu kerangka kerja   layanan online disetujui parlemen.</description><content:encoded>JAKARTA - Gojek sebenarnya sudah mendapat lampu hijau dari Pemerintah Malaysia untuk beroperasi di negaranya. Hanya saja rencana tersebut langsung direspons keras oleh salah satu pengusaha transportasi di Malaysia.
Pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail menyatakan tidak setuju dengan proposal untuk memperkenalkan Gojek. Dia ingin pemerintah untuk fokus pada penyelesaian masalah mengenai e-hailing dan supir taksi terlebih dahulu.
Kekesalan bos taksi ini juga disampaikan dalam video yang beredar luas alias viral. Dia mengecam masuknya Gojek ke Negeri Jiran tersebut. Sangking geramnya, layanan Gojek dituding untuk negara miskin.
Baca Juga: Driver Gojek Saweran Ongkos dan Tuntut Minta Maaf, Bos Taksi Malaysia: Tidak Butuh
&amp;ldquo;Gojek bisa dilakukan di Indonesia karena tingkat kemiskinannya sangat tinggi, tidak seperti di Malaysia,&quot; ujarnya.
Pernyataan bos taksi ini pun menuai kontroversi hingga akhirnya dia minta maaf namun malah berulah lagi. Okezone merangkum sejumlah fakta menarik terkait bos taksi Malaysia ini hingga tanggapak Kementerian Perhubungan dan driver ojek online di Indonesia, Sabtu (7/9/2019):
1. Sindiran Pertama Bos Taksi Malaysia
Pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail menilai pemerintah seharusnya tidak mendorong anak muda untuk menyediakan layanan sepeda motor sebagai pilihan mereka untuk mendapatkan penghasilan. Dia mengatakan ada banyak pekerjaan permanen lainnya yang bisa ditawarkan kepada kaum muda.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/03/58634/300183_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Gojek, FoodPanda, GrabFood semuanya menawarkan pekerjaan paruh waktu. Sebaliknya, kaum muda harus diberikan kesempatan kerja yang lebih baik,&quot; ujarnya.
2. Menerima Gojek di Malaysia sebagai Langkah Mundur
Menurutnya, menerima Gojek akan menjadi langkah mundur bagi dunia transportasi Malaysia. &amp;ldquo;(Menteri Pemuda dan Olahraga) Syed Saddiq (Syed Abdul Rahman) adalah menteri berpendidikan, padahal menteri lain berbicara tentang mobil terbang dan mobil nasional ketiga, ia meminta orang muda untuk menjadi operator,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Minta Maaf usai Sebut Miskin, Bos Taksi Malaysia: Indonesia di Hati Saya3. Tidak Ada Masa Depan di Gojek
Menurut Shamsubahrin, Gojek tidak akan menjamin masa depan yang  menjanjikan. Di mana masa depan anak muda Malaysia seharusnya bisa lebih  baik adri itu.
&quot;Anak muda kita pantas mendapatkan yang lebih baik dari itu,&quot; katanya.
4. Respons Gojek
P Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan mengatakan bahwa  pihaknya tidak akan menanggapi hal itu dan fokus untuk pengembangan ke  depannya. Pasalnya Gojek telah bertemu dengan pemerintah Malaysia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58634/300184_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kami telah menyampaikan impact positif Gojek di Indonesia kepada  mereka (pemerintah Malaysia). Seperti tidak hanya konsumen yang  mendapatkan manfaat dari Gojek, tapi masyarakat secara luas juga,&quot; ujar  dia.
5. Habis 'Sewot' Langsung Minta Maaf
Pendiri Big Blue Taxi Services Datuk Shamsubahrin Ismail hari ini  secara terbuka meminta maaf kepada orang Indonesia karena menyebut  mereka miskin. Di mana statement tersebut memicu kemarahan di antara  para penunggang Gojek di republik ini.
hamsubahrin Ismail telah meminta maaf secara terbuka kepada orang Indonesia karena telah menyebut mereka miskin.
6. Kemenhub pun Sindir Bos Taksi Malaysia
Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani heran dengan pernyataan pendiri taksi Malaysia tersebut.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58634/300185_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kenapa dia (Datuk Shamsubahrin Ismail) bisa bicara seperti itu,  padahal kan kita nggak ada untuk mendiskreditkan satu dengan yang lain,&quot;  kata dia.
Menurut dia, pihaknya sangat menyayangkan sikap bos taksi tersebut. Padahal Indonesia dan Malaysia adalah saudara serumpun.7. Bos Taksi Berulah Lagi
Pendiri Big Blue Taxi Services Datuk Shamsubahrin Ismail kembali   viral di mana menyebutkan bahwa bukan rakyat Indonesia yang miskin.   Tetapi, pemerintah Indonesia yang salah.
&quot;Rakyat Indonesia tak salah, kalau dikatakan miskin. Yang salah itu   adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah,&quot; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58634/300185_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurutnya, pemerintah Malaysia harusnya tidak mengikuti jejak   kesalahan pemerintah Indonesia. Terutama mengenai masuknya Gojek   Indonesia ke negeri Jiran tersebut.
&amp;ldquo;Jadi pemerintah di Malaysia mengikut jejak kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
8. Kisruh, Begini Respons Pemerintah Malaysia
Kementerian Perhubungan Malaysia menegaskan bahwa Kabinet sejauh ini   hanya menyetujui layanan sepeda motor e-hailing yang akan diperkenalkan   di negara ini. Namun, bukan untuk suatu perusahaan tertentu   mengoperasikan layanan tersebut, termasuk Gojek.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/03/58634/300189_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ratusan Pengemudi Gojek Geruduk Kedubes Malaysia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal ini menjawab beberapa pertanyaan soal perizinan Gojek di   Malaysia. Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke Siew Fook   mengatakan, perizinan suatu perusahaan harus menunggu kerangka kerja   layanan online disetujui parlemen.</content:encoded></item></channel></rss>
