<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gojek Incar Pendanaan USD2 Miliar Sebelum Akhir Tahun</title><description>Perusahaan penyedia layanan transportasi online Gojek mengaku tengah mempercepat peningkatan modal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/07/320/2101897/gojek-incar-pendanaan-usd2-miliar-sebelum-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/07/320/2101897/gojek-incar-pendanaan-usd2-miliar-sebelum-akhir-tahun"/><item><title>Gojek Incar Pendanaan USD2 Miliar Sebelum Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/07/320/2101897/gojek-incar-pendanaan-usd2-miliar-sebelum-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/07/320/2101897/gojek-incar-pendanaan-usd2-miliar-sebelum-akhir-tahun</guid><pubDate>Sabtu 07 September 2019 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/07/320/2101897/gojek-incar-pendanaan-usd2-miliar-sebelum-akhir-tahun-zwdei3jb5h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gojek (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/07/320/2101897/gojek-incar-pendanaan-usd2-miliar-sebelum-akhir-tahun-zwdei3jb5h.jpg</image><title>Gojek (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan penyedia layanan transportasi online Gojek mengaku tengah mempercepat peningkatan modal. Di mana hal tersebut digunakan untuk mendorong ekspansi pada layanan pembayaran praktis dan pengantaran makanan.

Hal itu dilakukan melalui pengumpulan dana sebesar USD2 miliar dalam putaran pendanaan yang sedang berlangsung sebelum akhir tahun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fakta di Balik Gojek Vs Bos Taksi Malaysia, Nomor 8 Perparah Polemik 
Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo mengatakan, Startup Indonesia tersebut telah mengumpulkan sekitar USD1 miliar dari Tencent dan lainnya pada awal 2019, tetapi masih mencari modal. Amazon.com Inc. dikabarkan telah masuk pembicaraan untuk bergabung dengan putaran saat ini untuk meningkatkan kehadirannya di Asia Tenggara.
&amp;nbsp;
Namun, Soelistyo menolak untuk mengomentari calon investor yang baru. Dirinya lebih menginginkan membahas akan ekspansinya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gojek Jadi Kontroversi, Menhub Malaysia: Banyak yang Bingung
Di mana, berkat ekspansi yang dilakukan dan berkembang ke seluruh Asia Tenggara, Gojek telah menangani sekitar USD1,5 miliar transaksi di luar Indonesia.

&amp;ldquo;Saya dapat mengatakan Go-Jek saat ini baru ada di 4 negara dan mudah-mudahan dapat ada di enam negara,&amp;rdquo; kata Andre.

Selain itu, Gojek pun dinilai cepat dalam mengembangkan bisnis internasional dari nol setelah mendirikan perusahaan di negara-negara seperti Singapura dan Vietnam pada sembilan bulan sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gojek Jadi Kontroversi, Menhub Malaysia: Banyak yang Bingung
Gojek saat ini sedang berusaha mengalahkan Grab Holdings Inc. yang berbasis di Singapura dalam penyediaan sejumlah besar layanan internet yang diharapkan oleh kedua perusahaan untuk berkembang menjadi aplikasi super yang serbaguna.
Pada hari Kamis, salah satu pendiri Grab, Tan Hooi Ling mengatakan  akan menginvestasikan USD150 juta untuk penelitian, staf, dan  pengembangan kecerdasan buatan selama tahun depan untuk meningkatkan  aplikasi dan layanan yang bersaing.

Sebagai bagian dari putaran pendanaan yang sedang berlangsung, Gojek -  senilai USSD10 miliar menurut CB Insights - juga mendapatkan investasi  dari Visa Inc., Siam Commercial Bank Plc. Thailand, Mitsubishi Motors  Corp, Mitsubishi Corp dan Mitsubishi UFJ Lease &amp;amp; Finance Co. tahun  ini. Ketentuan dari kesepakatan itu belum diungkapkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan penyedia layanan transportasi online Gojek mengaku tengah mempercepat peningkatan modal. Di mana hal tersebut digunakan untuk mendorong ekspansi pada layanan pembayaran praktis dan pengantaran makanan.

Hal itu dilakukan melalui pengumpulan dana sebesar USD2 miliar dalam putaran pendanaan yang sedang berlangsung sebelum akhir tahun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fakta di Balik Gojek Vs Bos Taksi Malaysia, Nomor 8 Perparah Polemik 
Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo mengatakan, Startup Indonesia tersebut telah mengumpulkan sekitar USD1 miliar dari Tencent dan lainnya pada awal 2019, tetapi masih mencari modal. Amazon.com Inc. dikabarkan telah masuk pembicaraan untuk bergabung dengan putaran saat ini untuk meningkatkan kehadirannya di Asia Tenggara.
&amp;nbsp;
Namun, Soelistyo menolak untuk mengomentari calon investor yang baru. Dirinya lebih menginginkan membahas akan ekspansinya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gojek Jadi Kontroversi, Menhub Malaysia: Banyak yang Bingung
Di mana, berkat ekspansi yang dilakukan dan berkembang ke seluruh Asia Tenggara, Gojek telah menangani sekitar USD1,5 miliar transaksi di luar Indonesia.

&amp;ldquo;Saya dapat mengatakan Go-Jek saat ini baru ada di 4 negara dan mudah-mudahan dapat ada di enam negara,&amp;rdquo; kata Andre.

Selain itu, Gojek pun dinilai cepat dalam mengembangkan bisnis internasional dari nol setelah mendirikan perusahaan di negara-negara seperti Singapura dan Vietnam pada sembilan bulan sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gojek Jadi Kontroversi, Menhub Malaysia: Banyak yang Bingung
Gojek saat ini sedang berusaha mengalahkan Grab Holdings Inc. yang berbasis di Singapura dalam penyediaan sejumlah besar layanan internet yang diharapkan oleh kedua perusahaan untuk berkembang menjadi aplikasi super yang serbaguna.
Pada hari Kamis, salah satu pendiri Grab, Tan Hooi Ling mengatakan  akan menginvestasikan USD150 juta untuk penelitian, staf, dan  pengembangan kecerdasan buatan selama tahun depan untuk meningkatkan  aplikasi dan layanan yang bersaing.

Sebagai bagian dari putaran pendanaan yang sedang berlangsung, Gojek -  senilai USSD10 miliar menurut CB Insights - juga mendapatkan investasi  dari Visa Inc., Siam Commercial Bank Plc. Thailand, Mitsubishi Motors  Corp, Mitsubishi Corp dan Mitsubishi UFJ Lease &amp;amp; Finance Co. tahun  ini. Ketentuan dari kesepakatan itu belum diungkapkan.</content:encoded></item></channel></rss>
