<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Vs China, Berebut Proyek Kereta Jakarta-Surabaya di Indonesia   </title><description>Setelah China mendapat proyek kereta Jakarta-Bandung, Jepang diberikan proyek kereta Jakarta-Surabaya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2101474/jepang-vs-china-berebut-proyek-kereta-jakarta-surabaya-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2101474/jepang-vs-china-berebut-proyek-kereta-jakarta-surabaya-di-indonesia"/><item><title>Jepang Vs China, Berebut Proyek Kereta Jakarta-Surabaya di Indonesia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2101474/jepang-vs-china-berebut-proyek-kereta-jakarta-surabaya-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2101474/jepang-vs-china-berebut-proyek-kereta-jakarta-surabaya-di-indonesia</guid><pubDate>Minggu 08 September 2019 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/06/320/2101474/jepang-vs-china-berebut-proyek-kereta-jakarta-surabaya-di-indonesia-gzMeGJNKA4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kereta Cepat (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/06/320/2101474/jepang-vs-china-berebut-proyek-kereta-jakarta-surabaya-di-indonesia-gzMeGJNKA4.jpg</image><title>Ilustrasi Kereta Cepat (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA- Jepang dan China kembali berebut proyek kereta cepat di Indonesia. Setelah China mendapat proyek kereta Jakarta-Bandung, Jepang diberikan proyek kereta Jakarta-Surabaya.
Hanya saja ketika Jepang diputuskan menggarap proyek tersebut, China siap menyalip untuk bisa mendapat proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.
Keinginan China untuk menggarap proyek tersebut memang telah berulang-ulang disampaikan ke pemerintah.

Okezone pun merangkum fakta-fakta mengenai proyek kereta cepat di Indonesia ini, Minggu (8/9/2019):
1. Jepang Garap Kereta Jakarta-Surabaya
Pemerintah akan memberikan kesempatan kepada Jepang untuk menggarap proyek Kereta Jakarta-Surabaya.
Menko Luhut menegaskan bahwa sampai hari ini masih Jepang yang menggarap proyek tersebut.
&quot;Sampai hari ini masih sama Jepang,&quot; ujar Luhut menegaskan.

2.  Pertemuan Luhut dengan China Railway Construction Corporation (CRCC) Limited
Pada Senin 2 September, Menko Luhut melakukan pertemuan dengan China Railway Construction Corporation (CRCC) Limited. Perusahaan tersebut menyampaikan kapasitas mereka dalam melakukan konstruksi transportasi massal.
CRCC, lanjut Luhut, juga mengaku ingin ikut menggarap proyek kereta Jakarta-Surabaya. Menurut dia, China memang cukup banyak membidik sejumlah proyek di Indonesia.3. Menhub Respons Keinginan China untuk Ambil Kereta Jakarta-Surabaya
China nampaknya sudah mengajukan minatnya untuk menggarap proyek ini  secara berulang-ulang. Namun, Menhub Budi mengaku belum mendengar  keinginan China Railway Construction Corporation (CRCC) Limited secara  spesifik.

&quot;Keinginan itu memang berulang-ulang dinyatakan. Tapi saya nyatakan  bahwa Jepang ini menyediakan loan. Kalau menurut saya, kita selesaikan  dengan Jepang dulu tentu dengan perjanjian yang berimbang dan cepat.  Kita minta itu,&quot; ungkap Menhub Budi Karya.
4. Indonesia Dinilai Perlu Hormati Jepang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, Indonesia perlu  menghormati Jepang yang sudah terlebih dahulu mengajukan untuk proyek  tersebut.
&amp;ldquo;Jadi kita harus memberikan kesempatan dulu ke Jepang. Kalau Jepang  tidak memberikan commence (permulaan) yang baik, baru mempertimbangkan  China,&amp;rdquo; tuturnya.
5. Lantas Bagaimana Peluang China?
China bisa mendapat proyek Kereta Jakarta-Surabaya, jika Jepang tidak   memberikan commence (permulaan) dengan baik. Hal ini tentunya dapat   memberikan peluang bagi China untuk menggarap proyek tersebut.
Sebelumnya, hal ini juga pernah terjadi pada saat proyek kereta   Jakarta-Bandung yang digagas oleh Jepang dan pada akhirnya pemerintah   memilih China untuk menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

6. Belum Ada Kesepakatan Resmi Dengan Jepang
Untuk saat ini Indonesia masih sepakat untuk menggarap kereta   Jakarta-Surabaya dengan Jepang. Tetapi, Menhub Budi menuturkan sejauh   ini memang belum ada kesepakatan resmi yang diteken antara Indonesia dan   Jepang terkait kereta Jakarta-Surabaya. Studi kelayakan (feasibility   study/FS) yang dilakukan juga masih sebatas kajian awal.
&quot;Studi kelayakan sebenarnya sudah mulai, tapi formalnya dilakukan   (setelah MoU) ini. Tapi waktunya (studi kelayakan) masih relatif   panjang. Mereka (Jepang) minta pembebasan tanah sama FS dua tahun. Kita   minta lebih pendek, kalau bisa satu tahun,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA- Jepang dan China kembali berebut proyek kereta cepat di Indonesia. Setelah China mendapat proyek kereta Jakarta-Bandung, Jepang diberikan proyek kereta Jakarta-Surabaya.
Hanya saja ketika Jepang diputuskan menggarap proyek tersebut, China siap menyalip untuk bisa mendapat proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.
Keinginan China untuk menggarap proyek tersebut memang telah berulang-ulang disampaikan ke pemerintah.

Okezone pun merangkum fakta-fakta mengenai proyek kereta cepat di Indonesia ini, Minggu (8/9/2019):
1. Jepang Garap Kereta Jakarta-Surabaya
Pemerintah akan memberikan kesempatan kepada Jepang untuk menggarap proyek Kereta Jakarta-Surabaya.
Menko Luhut menegaskan bahwa sampai hari ini masih Jepang yang menggarap proyek tersebut.
&quot;Sampai hari ini masih sama Jepang,&quot; ujar Luhut menegaskan.

2.  Pertemuan Luhut dengan China Railway Construction Corporation (CRCC) Limited
Pada Senin 2 September, Menko Luhut melakukan pertemuan dengan China Railway Construction Corporation (CRCC) Limited. Perusahaan tersebut menyampaikan kapasitas mereka dalam melakukan konstruksi transportasi massal.
CRCC, lanjut Luhut, juga mengaku ingin ikut menggarap proyek kereta Jakarta-Surabaya. Menurut dia, China memang cukup banyak membidik sejumlah proyek di Indonesia.3. Menhub Respons Keinginan China untuk Ambil Kereta Jakarta-Surabaya
China nampaknya sudah mengajukan minatnya untuk menggarap proyek ini  secara berulang-ulang. Namun, Menhub Budi mengaku belum mendengar  keinginan China Railway Construction Corporation (CRCC) Limited secara  spesifik.

&quot;Keinginan itu memang berulang-ulang dinyatakan. Tapi saya nyatakan  bahwa Jepang ini menyediakan loan. Kalau menurut saya, kita selesaikan  dengan Jepang dulu tentu dengan perjanjian yang berimbang dan cepat.  Kita minta itu,&quot; ungkap Menhub Budi Karya.
4. Indonesia Dinilai Perlu Hormati Jepang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, Indonesia perlu  menghormati Jepang yang sudah terlebih dahulu mengajukan untuk proyek  tersebut.
&amp;ldquo;Jadi kita harus memberikan kesempatan dulu ke Jepang. Kalau Jepang  tidak memberikan commence (permulaan) yang baik, baru mempertimbangkan  China,&amp;rdquo; tuturnya.
5. Lantas Bagaimana Peluang China?
China bisa mendapat proyek Kereta Jakarta-Surabaya, jika Jepang tidak   memberikan commence (permulaan) dengan baik. Hal ini tentunya dapat   memberikan peluang bagi China untuk menggarap proyek tersebut.
Sebelumnya, hal ini juga pernah terjadi pada saat proyek kereta   Jakarta-Bandung yang digagas oleh Jepang dan pada akhirnya pemerintah   memilih China untuk menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

6. Belum Ada Kesepakatan Resmi Dengan Jepang
Untuk saat ini Indonesia masih sepakat untuk menggarap kereta   Jakarta-Surabaya dengan Jepang. Tetapi, Menhub Budi menuturkan sejauh   ini memang belum ada kesepakatan resmi yang diteken antara Indonesia dan   Jepang terkait kereta Jakarta-Surabaya. Studi kelayakan (feasibility   study/FS) yang dilakukan juga masih sebatas kajian awal.
&quot;Studi kelayakan sebenarnya sudah mulai, tapi formalnya dilakukan   (setelah MoU) ini. Tapi waktunya (studi kelayakan) masih relatif   panjang. Mereka (Jepang) minta pembebasan tanah sama FS dua tahun. Kita   minta lebih pendek, kalau bisa satu tahun,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
