<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta di Balik Kesalnya Jokowi soal Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam</title><description>Perang dagang membuat sekira 33 perusahaan terpaksa memindahkan operasinya dari China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2101915/fakta-di-balik-kesalnya-jokowi-soal-indonesia-kalah-saing-dengan-vietnam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2101915/fakta-di-balik-kesalnya-jokowi-soal-indonesia-kalah-saing-dengan-vietnam"/><item><title>Fakta di Balik Kesalnya Jokowi soal Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2101915/fakta-di-balik-kesalnya-jokowi-soal-indonesia-kalah-saing-dengan-vietnam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2101915/fakta-di-balik-kesalnya-jokowi-soal-indonesia-kalah-saing-dengan-vietnam</guid><pubDate>Minggu 08 September 2019 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/07/320/2101915/fakta-di-balik-kesalnya-jokowi-soal-indonesia-kalah-saing-dengan-vietnam-YV9hir1rb9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/07/320/2101915/fakta-di-balik-kesalnya-jokowi-soal-indonesia-kalah-saing-dengan-vietnam-YV9hir1rb9.jpg</image><title>Jokowi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China semakin memanas. Salah satu akibatnya sekira 33 perusahaan terpaksa memindahkan operasinya dari China.

Namun dari 33 perusahaan itu tidak ada yang ke Indonesia, mereka lebih memilih ke Vietnam, Malaysia, Thailand dan Kamboja.

Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (8/9/2019), Okezone akan merangkum fakta-fakta mengenai Indonesia kalah saing dengan Vietnam. Berikut Faktanya:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kalah Saing dari Vietnam, Indonesia 'Sakitnya' Tuh di Sini
 
1. Jokowi kesal 33 perusahaan keluar China, tidak ada satu pun yang ke Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan tak adanya perusahaan asing yang mau berinvestasi Indonesia. Puluhan perusahaan luar negeri itu lebih memilih negara lain untuk menanamkan modalnya karena rumitnya regulasi di Tanah Air.
&amp;nbsp;
&quot;Investor-investor yang kita temui, juga dari catatan yang kemarin disampaikan Bank Dunia kepada kita, kemarin sudah saya sampaikan tapi saya ulang lagi. Di 2 bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih di Vietnam. Kemudian 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand dan Kamboja. Enggak ada yang ke kita,&quot; ujar Jokowi dalam mengawali pengantarnya saat ratas 'Antisipasi Perkembangan Perekonomian Dunia' di Kantor Presiden, Jakarta.

Bahkan, Kepala Negara sampai dua kali mengingatkan 'kaburnya' perusahaan asal China itu untuk berinvestasi ke negara ASEAN lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: SDM Kelautan dan Perikanan Perlu Ditingkatkan untuk Dongkrak Ekonomi RI
&quot;Saya ulang, 23 ke Vietnam, 10 ke Kamboja, Thailand, Malaysia. Tidak ada yang ke Indonesia. Tolong ini digarisbawahi, hati-hati berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan,&quot; tegasnya.

 
2. Jokowi sindir menteri mengenai investasi
 
&amp;nbsp;
Presiden meminta semua kementerian yang berkaitan dengan investasi, semuanya tidak hanya di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) saja, Pertanian, Perindustrian dan BUMN, serta kementerian yang lain agar membuka pintu perusahaan-perusahaan yang sudah masuk tapi belum realisasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Penduduk Indonesia Harus Kaya Sebelum Tua
&amp;ldquo;Jadi tolong juga menteri-menteri ini memberikan pelayanan yang baik kepada investasi-investasi yang memang itu menjadi sebuah solusi dan jalan keluar dari tadi yang sudah saya sampaikan. Dampingi mereka sampai terealisasi, kita jangan kayak pejabat minta dilayani, kita melayani, dah,&amp;rdquo; tegas Presiden Jokowi.
3. Penyebab 33 perusahaan China tidak investasi di Indonesia

Menteri Koordinator bidang Perekonomian membeberkan alasan kenapa 33  perusahaan yang cabut dari China tidak berinvestasi di Indonesia.  Investor lebih memilih untuk berinvestasi di negara seperti Vietnam,  Kamboja, dan Thailand daripada Indonesia. Hal ini menjadi sorotan  Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&quot;Masalah utamanya begini, belakangan ini, katakanlah setahun  terakhir, cukup banyak relokasi industri dari China. Itu sedikit sekali  ke Indonesia. Sebagian besar Vietnam, Kamboja, Thailand. Indonesia dari  China jarang sekali. Ini tunjukkan bahwa ada yang enggak berjalan dengan  baik di kita,&quot; ujar Darmin di Istana Negara, Jakarta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur BI Yakinkan Pengusaha Jepang untuk Investasi di Indonesia
Ada beberapa hal sepele yang membuat lamanya proses investasi di Indonesia, seperti rekomendasi teknis yang tidak ada izinnya.
&amp;nbsp;
 
4. Perizinan Indonesia masih kacau

Menurut Pengamat Ekonomi Indef BhimaYudhistira, kurang diminatinya  Indonesia sebagai tempat investasi karena masalah perizinan yang masih  sulit di Tanah Air.

&quot;Perizinan di Indonesia masih kacau, karena izin di daerah dan pusat masih tidak sinkron,&quot; ujarnya kepada Okezone.

Presiden Jokowi juga memaparkan alasan perusahaan asing itu lebih  memilih Vietnam. Pasalnya, kata dia, hanya membutuhkan dua bulan  mengurus perizinan di Vietnam. &quot;Kita bisa bertahun-tahun. Penyebabnya  hanya itu enggak ada yang lain. Oleh sebab itu saya suruh kumpulkan  regulasi-regulasinya itu. Larinya ke sana semua,&quot; tutur Jokowi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tertipu Investasi Bodong, Alasannya Mau Cepat Kaya
Sebenarnya, pemerintah tengah berusaha mempermudah dan mempercepat  izin dengan sistem Online Single Submision (OSS). Hanya saja, perizinan  terpadu tidak jalan karena kualitas Pegawai Negeri Sipilnya (PNS).

 
5. SDM Indonesia kalah dari Vietnam dan Malaysia

Tercatat bahwa ada 33 perusahaan keluar dari China yang justru  memilih negara lain untuk menanamkan modalnya karena bermasalah di  bagian perizinan Indonesia. Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia  menjadi faktor dari masalah tersebut.

&quot;SDM di Indonesia masih kalah dengan Vietnam dan Malaysia karena  kedua negara tersebut memiliki SDM yang unggul dan lebih siap,&quot; ujar  Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira kepada Okezone.
6. Ongkos logistik di Vietnam lebih murah di banding Indonesia

Vietnam menjadi negara yang banyak dipilih investor asing untuk   merelokasi bisnisnya dari China. Tercermin, dari data Bank Dunia yang   menyebut 33 perusahaan yang pergi dari China, 23 di antaranya memilih ke   Vietnam.

Menurut Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf   Rendy Manilet, ada sejumlah alasan investor lebih memilih Vietnam   ketimbang Indonesia. Salah satunya terkait ongkos logistik yang lebih   murah di Vietnam. Biaya logistik di Indonesia yang mahal dikisaran   22-24% terhadap PDB. Artinya seperempat biaya sebuah produk sudah habis   untuk ongkir sendiri.

Hal itu tercermin dari Logistik Performance Index Vietnam yang   menempati ranking 39. Jauh lebih tinggi dibandingkan posisi Indonesia   yang ranking 46.

Menurutnya, Vietnam bisa mencapai peringkat yang tinggi karena di   topang beberapa faktor. Seperti biaya charge pelabuhan yang lebih   rendah.</description><content:encoded>JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China semakin memanas. Salah satu akibatnya sekira 33 perusahaan terpaksa memindahkan operasinya dari China.

Namun dari 33 perusahaan itu tidak ada yang ke Indonesia, mereka lebih memilih ke Vietnam, Malaysia, Thailand dan Kamboja.

Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (8/9/2019), Okezone akan merangkum fakta-fakta mengenai Indonesia kalah saing dengan Vietnam. Berikut Faktanya:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kalah Saing dari Vietnam, Indonesia 'Sakitnya' Tuh di Sini
 
1. Jokowi kesal 33 perusahaan keluar China, tidak ada satu pun yang ke Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan tak adanya perusahaan asing yang mau berinvestasi Indonesia. Puluhan perusahaan luar negeri itu lebih memilih negara lain untuk menanamkan modalnya karena rumitnya regulasi di Tanah Air.
&amp;nbsp;
&quot;Investor-investor yang kita temui, juga dari catatan yang kemarin disampaikan Bank Dunia kepada kita, kemarin sudah saya sampaikan tapi saya ulang lagi. Di 2 bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih di Vietnam. Kemudian 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand dan Kamboja. Enggak ada yang ke kita,&quot; ujar Jokowi dalam mengawali pengantarnya saat ratas 'Antisipasi Perkembangan Perekonomian Dunia' di Kantor Presiden, Jakarta.

Bahkan, Kepala Negara sampai dua kali mengingatkan 'kaburnya' perusahaan asal China itu untuk berinvestasi ke negara ASEAN lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: SDM Kelautan dan Perikanan Perlu Ditingkatkan untuk Dongkrak Ekonomi RI
&quot;Saya ulang, 23 ke Vietnam, 10 ke Kamboja, Thailand, Malaysia. Tidak ada yang ke Indonesia. Tolong ini digarisbawahi, hati-hati berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan,&quot; tegasnya.

 
2. Jokowi sindir menteri mengenai investasi
 
&amp;nbsp;
Presiden meminta semua kementerian yang berkaitan dengan investasi, semuanya tidak hanya di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) saja, Pertanian, Perindustrian dan BUMN, serta kementerian yang lain agar membuka pintu perusahaan-perusahaan yang sudah masuk tapi belum realisasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Penduduk Indonesia Harus Kaya Sebelum Tua
&amp;ldquo;Jadi tolong juga menteri-menteri ini memberikan pelayanan yang baik kepada investasi-investasi yang memang itu menjadi sebuah solusi dan jalan keluar dari tadi yang sudah saya sampaikan. Dampingi mereka sampai terealisasi, kita jangan kayak pejabat minta dilayani, kita melayani, dah,&amp;rdquo; tegas Presiden Jokowi.
3. Penyebab 33 perusahaan China tidak investasi di Indonesia

Menteri Koordinator bidang Perekonomian membeberkan alasan kenapa 33  perusahaan yang cabut dari China tidak berinvestasi di Indonesia.  Investor lebih memilih untuk berinvestasi di negara seperti Vietnam,  Kamboja, dan Thailand daripada Indonesia. Hal ini menjadi sorotan  Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&quot;Masalah utamanya begini, belakangan ini, katakanlah setahun  terakhir, cukup banyak relokasi industri dari China. Itu sedikit sekali  ke Indonesia. Sebagian besar Vietnam, Kamboja, Thailand. Indonesia dari  China jarang sekali. Ini tunjukkan bahwa ada yang enggak berjalan dengan  baik di kita,&quot; ujar Darmin di Istana Negara, Jakarta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur BI Yakinkan Pengusaha Jepang untuk Investasi di Indonesia
Ada beberapa hal sepele yang membuat lamanya proses investasi di Indonesia, seperti rekomendasi teknis yang tidak ada izinnya.
&amp;nbsp;
 
4. Perizinan Indonesia masih kacau

Menurut Pengamat Ekonomi Indef BhimaYudhistira, kurang diminatinya  Indonesia sebagai tempat investasi karena masalah perizinan yang masih  sulit di Tanah Air.

&quot;Perizinan di Indonesia masih kacau, karena izin di daerah dan pusat masih tidak sinkron,&quot; ujarnya kepada Okezone.

Presiden Jokowi juga memaparkan alasan perusahaan asing itu lebih  memilih Vietnam. Pasalnya, kata dia, hanya membutuhkan dua bulan  mengurus perizinan di Vietnam. &quot;Kita bisa bertahun-tahun. Penyebabnya  hanya itu enggak ada yang lain. Oleh sebab itu saya suruh kumpulkan  regulasi-regulasinya itu. Larinya ke sana semua,&quot; tutur Jokowi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tertipu Investasi Bodong, Alasannya Mau Cepat Kaya
Sebenarnya, pemerintah tengah berusaha mempermudah dan mempercepat  izin dengan sistem Online Single Submision (OSS). Hanya saja, perizinan  terpadu tidak jalan karena kualitas Pegawai Negeri Sipilnya (PNS).

 
5. SDM Indonesia kalah dari Vietnam dan Malaysia

Tercatat bahwa ada 33 perusahaan keluar dari China yang justru  memilih negara lain untuk menanamkan modalnya karena bermasalah di  bagian perizinan Indonesia. Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia  menjadi faktor dari masalah tersebut.

&quot;SDM di Indonesia masih kalah dengan Vietnam dan Malaysia karena  kedua negara tersebut memiliki SDM yang unggul dan lebih siap,&quot; ujar  Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira kepada Okezone.
6. Ongkos logistik di Vietnam lebih murah di banding Indonesia

Vietnam menjadi negara yang banyak dipilih investor asing untuk   merelokasi bisnisnya dari China. Tercermin, dari data Bank Dunia yang   menyebut 33 perusahaan yang pergi dari China, 23 di antaranya memilih ke   Vietnam.

Menurut Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf   Rendy Manilet, ada sejumlah alasan investor lebih memilih Vietnam   ketimbang Indonesia. Salah satunya terkait ongkos logistik yang lebih   murah di Vietnam. Biaya logistik di Indonesia yang mahal dikisaran   22-24% terhadap PDB. Artinya seperempat biaya sebuah produk sudah habis   untuk ongkir sendiri.

Hal itu tercermin dari Logistik Performance Index Vietnam yang   menempati ranking 39. Jauh lebih tinggi dibandingkan posisi Indonesia   yang ranking 46.

Menurutnya, Vietnam bisa mencapai peringkat yang tinggi karena di   topang beberapa faktor. Seperti biaya charge pelabuhan yang lebih   rendah.</content:encoded></item></channel></rss>
