<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Pesan 100 Mobil Listrik</title><description>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana mengadakan sekitar 100 unit mobil listrik untuk Kementerian Perhubungan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2102196/menhub-pesan-100-mobil-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2102196/menhub-pesan-100-mobil-listrik"/><item><title>Menhub Pesan 100 Mobil Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2102196/menhub-pesan-100-mobil-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/08/320/2102196/menhub-pesan-100-mobil-listrik</guid><pubDate>Minggu 08 September 2019 19:49 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/08/320/2102196/menhub-pesan-100-mobil-listrik-8J34mxDJFH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Akan Pesan 100 Unit Kendaraan Listrik. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/08/320/2102196/menhub-pesan-100-mobil-listrik-8J34mxDJFH.jpg</image><title>Menhub Akan Pesan 100 Unit Kendaraan Listrik. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana mengadakan sekitar 100 unit mobil listrik untuk Kementerian Perhubungan, sebagai bentuk dukungan menggencarkan penggunaan kendaraan listrik seperti yang didorong pemerintah.
&quot;Pengadaan mobil listrik ini inginnya dari tahun ini,&quot; kata Budi Karya Sumadi di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.
Baca Juga: Mulai September, 9 Terminal Petikemas Terapkan Sistem Online
Menurut dia, bentuk pengadaan itu kemungkinan akan dilakukan dalam bentuk leasing yang bakal diperuntukkan bagi pejabat Kemenhub. Namun, Menhub mengaku tidak hafal berapa anggaran yang dialokasikan untuk itu.
Budi Karya Sumadi optimistis bahwa dalam beberapa tahun ke depan penggunaan mobil listrik akan semakin optimal karena terdapat berbagai manfaat seperti kondisi udara yang akan menjadi semakin bersih.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/04/22/56909/289495_medium.jpg&quot; alt=&quot;Mobil Listrik Tesla dan BYD Jadi Armada Blue Bird&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia juga mengutarakan harapannya agar Indonesia ke depannya juga dapat menjadikan mobil listrik sebagai komoditas ekspor. Hal itu juga menjadi tujuan sinergi Kemenhub, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meyakini bahwa Indonesia saat ini sudah saatnya menjadi produsen kendaraan listrik antara lain karena berbagai bahan komponen pendukung pembuatannya ada di Indonesia.
Baca Juga: Rampung Oktober 2019, 8 Kapal Pesiar Mewah Bakal Parkir di Dermaga Gilimas
Menko Luhut dalam acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, mengingatkan sekitar 70-80% komponen pembentuk baterai lithium yang esensial bagi kendaraan listrik, terdapat di Indonesia.
Selain itu, Menko Kemaritiman juga mengingatkan berbagai pihak ingin berinvestasi di dalam negeri, yang terkait pula dengan produksi berbagai komponen pendukung pembentuk kendaraan listrik.
Apalagi, Luhut mengingatkan bahwa saat ini udara di berbagai kota besar seperti Jakarta sudah tercemar sehingga penting untuk menggantikan kendaraan yang masih menggunakan energi fosil agar berubah menjadi kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan.Pembicara lainnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga  mengingatkan berbagai manfaat terkait penggunaan kendaraan listrik,  yaitu bisa mengurangi impor migas, membentuk lingkungan yang lebih sehat  untuk anak cucu atau generasi mendatang.
Selain itu, ujar Moeldoko, penggunaan kendaraan listrik juga bisa  membantu menyehatkan PLN karena berarti akan semakin banyak kendaraan  listrik yang menggunakan energi aliran listrik dari PLN untuk melakukan  pengisian daya muat baterai.
&quot;Saya yakin kalau sekarang mobil listrik harganya masih mahal,  sebentar lagi akan bisa dikonsumsi secara luas oleh masyarakat  Indonesia,&quot; ucapnya, demikian dikutip dari Antaranews, Minggu  (8/9/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/04/22/56909/289502_medium.jpg&quot; alt=&quot;Mobil Listrik Tesla dan BYD Jadi Armada Blue Bird&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir  meyakini penggunaan kendaraan listrik akan mengurangi tingkat polusi di  kota-kota besar di Indonesia.
Sebagaimana diwartakan, pemanfaatan nikel kadar rendah menjadi bahan  baku baterai menjadi prioritas pelarangan ekspor bijih nikel, hal itu  sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan  Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Battery Untuk Transportasi  Jalan.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai bahan baku  terbaik di dunia untuk meproduksi baterai lithium ion, yaitu bijih nikel  kadar rendah atau yang biasa disebut limonite (kandungan nikel  0,8-1,5%) ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana mengadakan sekitar 100 unit mobil listrik untuk Kementerian Perhubungan, sebagai bentuk dukungan menggencarkan penggunaan kendaraan listrik seperti yang didorong pemerintah.
&quot;Pengadaan mobil listrik ini inginnya dari tahun ini,&quot; kata Budi Karya Sumadi di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.
Baca Juga: Mulai September, 9 Terminal Petikemas Terapkan Sistem Online
Menurut dia, bentuk pengadaan itu kemungkinan akan dilakukan dalam bentuk leasing yang bakal diperuntukkan bagi pejabat Kemenhub. Namun, Menhub mengaku tidak hafal berapa anggaran yang dialokasikan untuk itu.
Budi Karya Sumadi optimistis bahwa dalam beberapa tahun ke depan penggunaan mobil listrik akan semakin optimal karena terdapat berbagai manfaat seperti kondisi udara yang akan menjadi semakin bersih.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/04/22/56909/289495_medium.jpg&quot; alt=&quot;Mobil Listrik Tesla dan BYD Jadi Armada Blue Bird&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia juga mengutarakan harapannya agar Indonesia ke depannya juga dapat menjadikan mobil listrik sebagai komoditas ekspor. Hal itu juga menjadi tujuan sinergi Kemenhub, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meyakini bahwa Indonesia saat ini sudah saatnya menjadi produsen kendaraan listrik antara lain karena berbagai bahan komponen pendukung pembuatannya ada di Indonesia.
Baca Juga: Rampung Oktober 2019, 8 Kapal Pesiar Mewah Bakal Parkir di Dermaga Gilimas
Menko Luhut dalam acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, mengingatkan sekitar 70-80% komponen pembentuk baterai lithium yang esensial bagi kendaraan listrik, terdapat di Indonesia.
Selain itu, Menko Kemaritiman juga mengingatkan berbagai pihak ingin berinvestasi di dalam negeri, yang terkait pula dengan produksi berbagai komponen pendukung pembentuk kendaraan listrik.
Apalagi, Luhut mengingatkan bahwa saat ini udara di berbagai kota besar seperti Jakarta sudah tercemar sehingga penting untuk menggantikan kendaraan yang masih menggunakan energi fosil agar berubah menjadi kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan.Pembicara lainnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga  mengingatkan berbagai manfaat terkait penggunaan kendaraan listrik,  yaitu bisa mengurangi impor migas, membentuk lingkungan yang lebih sehat  untuk anak cucu atau generasi mendatang.
Selain itu, ujar Moeldoko, penggunaan kendaraan listrik juga bisa  membantu menyehatkan PLN karena berarti akan semakin banyak kendaraan  listrik yang menggunakan energi aliran listrik dari PLN untuk melakukan  pengisian daya muat baterai.
&quot;Saya yakin kalau sekarang mobil listrik harganya masih mahal,  sebentar lagi akan bisa dikonsumsi secara luas oleh masyarakat  Indonesia,&quot; ucapnya, demikian dikutip dari Antaranews, Minggu  (8/9/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/04/22/56909/289502_medium.jpg&quot; alt=&quot;Mobil Listrik Tesla dan BYD Jadi Armada Blue Bird&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir  meyakini penggunaan kendaraan listrik akan mengurangi tingkat polusi di  kota-kota besar di Indonesia.
Sebagaimana diwartakan, pemanfaatan nikel kadar rendah menjadi bahan  baku baterai menjadi prioritas pelarangan ekspor bijih nikel, hal itu  sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan  Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Battery Untuk Transportasi  Jalan.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai bahan baku  terbaik di dunia untuk meproduksi baterai lithium ion, yaitu bijih nikel  kadar rendah atau yang biasa disebut limonite (kandungan nikel  0,8-1,5%) ini.</content:encoded></item></channel></rss>
