<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tol Pertama di Ibu Kota Baru Beroperasi Akhir Oktober 2019</title><description>Jalan tol Balikpapan-Samarinda dapat segera digunakan oleh masyarakat pada akhir Oktober 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102312/tol-pertama-di-ibu-kota-baru-beroperasi-akhir-oktober-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102312/tol-pertama-di-ibu-kota-baru-beroperasi-akhir-oktober-2019"/><item><title>Tol Pertama di Ibu Kota Baru Beroperasi Akhir Oktober 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102312/tol-pertama-di-ibu-kota-baru-beroperasi-akhir-oktober-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102312/tol-pertama-di-ibu-kota-baru-beroperasi-akhir-oktober-2019</guid><pubDate>Senin 09 September 2019 09:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/09/320/2102312/tol-pertama-di-ibu-kota-baru-beroperasi-akhir-oktober-2019-NMRZRW78IY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Pertama di Ibu Kota Baru Beroperasi Akhir Oktober 2019 (Foto: Dok Jasa Marga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/09/320/2102312/tol-pertama-di-ibu-kota-baru-beroperasi-akhir-oktober-2019-NMRZRW78IY.jpg</image><title>Tol Pertama di Ibu Kota Baru Beroperasi Akhir Oktober 2019 (Foto: Dok Jasa Marga)</title></images><description>BALIKPAPAN - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung penuh rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke wilayah dua Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Salah satu jalan tol yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, akan melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara yang hingga awal September 2019 ini hampir rampung 100%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Tol Balikpapan-Samarinda Selesai 2019
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyatakan bahwa jalan tol ini dapat segera digunakan oleh masyarakat pada akhir Oktober 2019.

&amp;ldquo;Saat ini progres konstruksi seluruhnya telah mencapai 97%. Kami optimis untuk Seksi II hingga Seksi IV Palaran dapat dioperasikan secara fungsional akhir Oktober ini. Sementara itu, Seksi V dan I yang merupakan dukungan konstruksi Pemerintah masih ada beberapa yang harus dikejar dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2019,&quot; kata Danang dalam keterangan resmi Jasa Marga, Jakarta, Senin (9/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Dioperasikan Tahun Ini, Konstruksi Tol Balikpapan-Samarinda Capai 96%
Jalan tol Balikpapan-Samarinda memiliki total panjang 99,350 Km terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi V ruas Balikpapan (Km 13) &amp;ndash; Sepinggan (11,500 Km), Seksi I ruas Balikpapan (Km 13) &amp;ndash; Samboja (22,025 Km), Seksi II ruas Samboja &amp;ndash; Muara Jawa (30,975 Km), Seksi III Muara Jawa &amp;ndash; Palaran (17,300 Km) dan Seksi IV Palaran &amp;ndash; Samarinda (17,550 Km).

Jalan tol dengan investasi sebesar Rp9,97 triliun ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana dari lima seksi jalan tol, Pemerintah memberikan dukungan konstruksi di Seksi V dan Seksi I dengan total panjang 33,115 Km yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.
&amp;nbsp;Sementara untuk Seksi II hingga seksi IV sepanjang 66,235 Km,  pembangunannya menggunakan dana dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yaitu  PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS).

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani juga menyoroti percepatan  penyelesaian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mengingat jalan tol pertama  di Pulau Kalimantan ini pasti menjadi cikal bakal pembangunan  infrastruktur lainnya untuk mengembangkan suatu kawasan ekonomi terpadu.

&amp;ldquo;Salah satunya, jalan tol ini akan terhubung langsung Bandara  Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, 11 Km dari  Balikpapan. Dapat diproyeksikan juga jalan tol ini akan mendapatkan  bangkitan lalu lintas karena berperan sebagai penghubung ibu kota negara  dengan dua daerah utama lainnya, yaitu Balikpapan dan Samarinda,&amp;rdquo; ujar  Desi.

Direktur Utama PT JBS STH Saragi optimis dapat memenuhi target jumlah  kendaraan yang melintasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda per harinya.

&amp;ldquo;Saat ini kami menargetkan sekitar 10.000 kendaraan dapat melewati  jalan tol ini setiap harinya. Kami optimis angka tersebut dapat  tercapai, bahkan lebih dari itu, karena Samboja sebagai daerah yang  dilewati jalan tol ini telah resmi wilayahnya menjadi bagian dari ibu  kota negara yang baru,&amp;rdquo; kata Saragi.

Diharapkan rampungnya pengerjaan Jalan tol Balikpapan-Samarinda ini  dapat menjadi sarana dasar pengembangan ibu kota negara baru, serta  turut mendukung percepatan distribusi barang dan jasa antara dua kota  tersebut yang dapat memangkas waktu perjalanan non jalan tol yang  sebelumnya mencapai 3-4 jam, menjadi hanya 1 jam.
</description><content:encoded>BALIKPAPAN - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung penuh rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke wilayah dua Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Salah satu jalan tol yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, akan melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara yang hingga awal September 2019 ini hampir rampung 100%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Tol Balikpapan-Samarinda Selesai 2019
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyatakan bahwa jalan tol ini dapat segera digunakan oleh masyarakat pada akhir Oktober 2019.

&amp;ldquo;Saat ini progres konstruksi seluruhnya telah mencapai 97%. Kami optimis untuk Seksi II hingga Seksi IV Palaran dapat dioperasikan secara fungsional akhir Oktober ini. Sementara itu, Seksi V dan I yang merupakan dukungan konstruksi Pemerintah masih ada beberapa yang harus dikejar dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2019,&quot; kata Danang dalam keterangan resmi Jasa Marga, Jakarta, Senin (9/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Dioperasikan Tahun Ini, Konstruksi Tol Balikpapan-Samarinda Capai 96%
Jalan tol Balikpapan-Samarinda memiliki total panjang 99,350 Km terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi V ruas Balikpapan (Km 13) &amp;ndash; Sepinggan (11,500 Km), Seksi I ruas Balikpapan (Km 13) &amp;ndash; Samboja (22,025 Km), Seksi II ruas Samboja &amp;ndash; Muara Jawa (30,975 Km), Seksi III Muara Jawa &amp;ndash; Palaran (17,300 Km) dan Seksi IV Palaran &amp;ndash; Samarinda (17,550 Km).

Jalan tol dengan investasi sebesar Rp9,97 triliun ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana dari lima seksi jalan tol, Pemerintah memberikan dukungan konstruksi di Seksi V dan Seksi I dengan total panjang 33,115 Km yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.
&amp;nbsp;Sementara untuk Seksi II hingga seksi IV sepanjang 66,235 Km,  pembangunannya menggunakan dana dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yaitu  PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS).

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani juga menyoroti percepatan  penyelesaian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mengingat jalan tol pertama  di Pulau Kalimantan ini pasti menjadi cikal bakal pembangunan  infrastruktur lainnya untuk mengembangkan suatu kawasan ekonomi terpadu.

&amp;ldquo;Salah satunya, jalan tol ini akan terhubung langsung Bandara  Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, 11 Km dari  Balikpapan. Dapat diproyeksikan juga jalan tol ini akan mendapatkan  bangkitan lalu lintas karena berperan sebagai penghubung ibu kota negara  dengan dua daerah utama lainnya, yaitu Balikpapan dan Samarinda,&amp;rdquo; ujar  Desi.

Direktur Utama PT JBS STH Saragi optimis dapat memenuhi target jumlah  kendaraan yang melintasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda per harinya.

&amp;ldquo;Saat ini kami menargetkan sekitar 10.000 kendaraan dapat melewati  jalan tol ini setiap harinya. Kami optimis angka tersebut dapat  tercapai, bahkan lebih dari itu, karena Samboja sebagai daerah yang  dilewati jalan tol ini telah resmi wilayahnya menjadi bagian dari ibu  kota negara yang baru,&amp;rdquo; kata Saragi.

Diharapkan rampungnya pengerjaan Jalan tol Balikpapan-Samarinda ini  dapat menjadi sarana dasar pengembangan ibu kota negara baru, serta  turut mendukung percepatan distribusi barang dan jasa antara dua kota  tersebut yang dapat memangkas waktu perjalanan non jalan tol yang  sebelumnya mencapai 3-4 jam, menjadi hanya 1 jam.
</content:encoded></item></channel></rss>
