<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Perang Dagang Jepang-Korsel Memanas, Mendag: Tidak Ada yang Diuntungkan</title><description>Indonesia menyatakan ingin membantu untuk meredakan ketegangan hubungan dagang antara Jepang dan Korea Selatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102365/perang-dagang-jepang-korsel-memanas-mendag-tidak-ada-yang-diuntungkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102365/perang-dagang-jepang-korsel-memanas-mendag-tidak-ada-yang-diuntungkan"/><item><title>   Perang Dagang Jepang-Korsel Memanas, Mendag: Tidak Ada yang Diuntungkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102365/perang-dagang-jepang-korsel-memanas-mendag-tidak-ada-yang-diuntungkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102365/perang-dagang-jepang-korsel-memanas-mendag-tidak-ada-yang-diuntungkan</guid><pubDate>Senin 09 September 2019 11:39 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/09/320/2102365/perang-dagang-jepang-korsel-memanas-mendag-tidak-ada-yang-diuntungkan-FKzXrVSofI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag soal Perang Dagang Jepang-Korsel (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/09/320/2102365/perang-dagang-jepang-korsel-memanas-mendag-tidak-ada-yang-diuntungkan-FKzXrVSofI.jpg</image><title>Mendag soal Perang Dagang Jepang-Korsel (Foto: Okezone)</title></images><description>BANGKOK - Indonesia menyatakan ingin membantu untuk meredakan ketegangan hubungan dagang antara Jepang dan Korea Selatan karena perselisihan dua negara raksasa Asia itu bisa berimbas negatif pada laju pertumbuhan ekonomi kawasan dan global.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Peraturan Baru, Jepang Keluarkan Izin Ekspor Pertama ke Korsel
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Indonesia akan membantu semaksimal mungkin dengan memanfaatkan berbagai jalur komunikasi kepada Korsel dan Jepang, agar tensi sengketa dagang kedua negara itu bisa mereda.

&quot;Di semua percakapan, bahwa kita akan jelaskan secara halus, tanpa kita masuk terlalu jauh ke permasalahan masing-masing negara. Kita ingatkan bahwa perang dagang bisa berdampak pada perekonomian secara keseluruhan dan tidak ada yang diuntungkan dengan hal itu,&quot; ujar Enggar usai pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Korsel Yoo Myung-Hee di Bangkok, Thailand, Senin (9/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Korsel Desak Jepang Dinginkan Perselisihan Perdagangan
Enggar bertemu Myung-Hee sebelum rangkaian pertemuan konsultasi ASEAN dengan negara mitra dagang di hari keempat AEM ke-51.

Jepang dan Korsel merupakan dua negara yang memilki hubungan dagang dan investasi yang erat dengan Indonesia. Ketegangan hubungan ekonomi kedua negara tentu bisa berdampak pada mitra-mitra dagang dari kedua negara tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga akhir 2018, perdagangan Indonesia dengan Jepang maupun Korsel selalu tercatat surplus, masing-masing USD1,4 miliar dan USD451 juta. Namun untuk kurun Januari-Juni 2019, berdasarkan data Kemendag, Indonesia mengalami defisit perdagangan dari Korsel sebesar USD441 juta.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/28/48624/247414_medium.jpg&quot; alt=&quot;PM Jepang Shinzo Abe Tertidur Saat Hadiri Sidang Parlemen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Di pertemuan bilateral itu, Enggar juga menyampaikan komitmen  Presiden Joko Widodo untuk mempermudah investasi langsung ke Indonesia.  Dalam hal ini Enggar mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus  terhadap rencana keberlanjutan investasi dari dua industri raksasa asal  Korsel yakni perusahaan kimia Lotte Group dan perusahaan otomotif  Hyundai.

&quot;Kami sampaikan kita memberikan perhatian terhadap rencana investasi  dua industri besar itu. Jadi mereka tidak perlu khawatir,&quot; ujar dia. Demikian dikutip Antaranews.

Selanjutnya, dalam pertemuan bilateral itu, Enggar dan Myung-Hee juga  menyatakan komitmennya untuk menuntaskan perundingan untuk perjanjian  dagang kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Korea atau  Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

&quot;IK-CEPA kami tegaskan lagi untuk selesai pada tahun ini,&quot; ujar dia.

Perjanjian dagang IK-CEPA menjadi salah satu dari tiga perjanjian  dagang yang ditargetkan Indonesia selesai di empat bulan terakhir di  2019. Dua perjanjian dagang lainnya adalah Regional Comprehensive  Economic Partnership (RCEP), dan Indonesia-Taiwan Preferential Trade  Agreement (PTA).
</description><content:encoded>BANGKOK - Indonesia menyatakan ingin membantu untuk meredakan ketegangan hubungan dagang antara Jepang dan Korea Selatan karena perselisihan dua negara raksasa Asia itu bisa berimbas negatif pada laju pertumbuhan ekonomi kawasan dan global.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Peraturan Baru, Jepang Keluarkan Izin Ekspor Pertama ke Korsel
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Indonesia akan membantu semaksimal mungkin dengan memanfaatkan berbagai jalur komunikasi kepada Korsel dan Jepang, agar tensi sengketa dagang kedua negara itu bisa mereda.

&quot;Di semua percakapan, bahwa kita akan jelaskan secara halus, tanpa kita masuk terlalu jauh ke permasalahan masing-masing negara. Kita ingatkan bahwa perang dagang bisa berdampak pada perekonomian secara keseluruhan dan tidak ada yang diuntungkan dengan hal itu,&quot; ujar Enggar usai pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Korsel Yoo Myung-Hee di Bangkok, Thailand, Senin (9/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Korsel Desak Jepang Dinginkan Perselisihan Perdagangan
Enggar bertemu Myung-Hee sebelum rangkaian pertemuan konsultasi ASEAN dengan negara mitra dagang di hari keempat AEM ke-51.

Jepang dan Korsel merupakan dua negara yang memilki hubungan dagang dan investasi yang erat dengan Indonesia. Ketegangan hubungan ekonomi kedua negara tentu bisa berdampak pada mitra-mitra dagang dari kedua negara tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga akhir 2018, perdagangan Indonesia dengan Jepang maupun Korsel selalu tercatat surplus, masing-masing USD1,4 miliar dan USD451 juta. Namun untuk kurun Januari-Juni 2019, berdasarkan data Kemendag, Indonesia mengalami defisit perdagangan dari Korsel sebesar USD441 juta.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/28/48624/247414_medium.jpg&quot; alt=&quot;PM Jepang Shinzo Abe Tertidur Saat Hadiri Sidang Parlemen &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Di pertemuan bilateral itu, Enggar juga menyampaikan komitmen  Presiden Joko Widodo untuk mempermudah investasi langsung ke Indonesia.  Dalam hal ini Enggar mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus  terhadap rencana keberlanjutan investasi dari dua industri raksasa asal  Korsel yakni perusahaan kimia Lotte Group dan perusahaan otomotif  Hyundai.

&quot;Kami sampaikan kita memberikan perhatian terhadap rencana investasi  dua industri besar itu. Jadi mereka tidak perlu khawatir,&quot; ujar dia. Demikian dikutip Antaranews.

Selanjutnya, dalam pertemuan bilateral itu, Enggar dan Myung-Hee juga  menyatakan komitmennya untuk menuntaskan perundingan untuk perjanjian  dagang kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Korea atau  Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

&quot;IK-CEPA kami tegaskan lagi untuk selesai pada tahun ini,&quot; ujar dia.

Perjanjian dagang IK-CEPA menjadi salah satu dari tiga perjanjian  dagang yang ditargetkan Indonesia selesai di empat bulan terakhir di  2019. Dua perjanjian dagang lainnya adalah Regional Comprehensive  Economic Partnership (RCEP), dan Indonesia-Taiwan Preferential Trade  Agreement (PTA).
</content:encoded></item></channel></rss>
