<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dituduh Gunakan Terlalu Banyak Tenaga Magang di China, Ini Tanggapan Apple dan Foxconn</title><description>China Labor Watch mengeluarkan laporan yang menuduh Apple dan Foxconn melanggar banyak undang-undang perburuhan China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102622/dituduh-gunakan-terlalu-banyak-tenaga-magang-di-china-ini-tanggapan-apple-dan-foxconn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102622/dituduh-gunakan-terlalu-banyak-tenaga-magang-di-china-ini-tanggapan-apple-dan-foxconn"/><item><title>Dituduh Gunakan Terlalu Banyak Tenaga Magang di China, Ini Tanggapan Apple dan Foxconn</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102622/dituduh-gunakan-terlalu-banyak-tenaga-magang-di-china-ini-tanggapan-apple-dan-foxconn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102622/dituduh-gunakan-terlalu-banyak-tenaga-magang-di-china-ini-tanggapan-apple-dan-foxconn</guid><pubDate>Senin 09 September 2019 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/09/320/2102622/dituduh-gunakan-terlalu-banyak-tenaga-magang-di-china-ini-tanggapan-apple-dan-foxconn-iDfrKbJAc8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apple (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/09/320/2102622/dituduh-gunakan-terlalu-banyak-tenaga-magang-di-china-ini-tanggapan-apple-dan-foxconn-iDfrKbJAc8.jpg</image><title>Apple (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Apple Inc (AAPL.O) dan mitra manufaktur Foxconn Technology Co Ltd (2354.TW) pada hari Senin membantah tentang tuduhan penyimpangan dalam manajemen sumber daya manusia atas hak-hak pekerja. Namun, memang mengakui terlalu banyaknya pekerja magang di China.

Respon tersebut keluar setelah China Labor Watch mengeluarkan laporan panjang yang menuduh kedua perusahaan tersebut melanggar banyak undang-undang perburuhan China. Di mana undang-undang tersebut melarang staf magang melebih 10% dari total tenaga kerja.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Setelah Ditinggal Steve Jobs, Kini Giliran Kepala Desainer yang Pergi Dari Apple
Perusahaan teknologi AS, Apple, sangat bergantung pada Foxconn Taiwan dan fasilitas manufaktur China-nya untuk memproduksi perangkat seperti iPhone.
&amp;nbsp;
Dalam sebuah pernyataan, Apple mengatakan mereka menyelidiki persentase pekerja sementara di antara keseluruhan tenaga kerja dan menemukan bahwa memang hal ini melebihi standar perusahaan. Namun, pihaknya bekerja dengan Foxconn untuk segera menyelesaikan masalah ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jadi Pendengar yang Baik, Kunci Steve Jobs Membuat Apple Sukses
Apple juga mengatakan bahwa ia menemukan pekerja magang di fasilitas pemasok yang telah bekerja lembur pada malam hari, melanggar kebijakan perusahaan, tetapi masalah ini telah diperbaiki. Ia juga menyebutkan bahwa pekerja magang itu bekerja lembur secara sukarela dan diberi kompensasi yang layak.

Laporan tenaga kerja datang ketika adanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang telah mengancam untuk mengubah rantai pasokan di seluruh industri teknologi dengan tarif impor yang ketat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Apple Buka Lowongan Kerja, Dicari 1.400 Teknisi Software
Awal tahun ini, laporan media mengatakan Apple sedang mempertimbangkan untuk memindahkan beberapa operasi keluar dari China untuk menghindari tarif baru AS, dengan Nikkei Asian Review Jepang pada Juni menempatkan angka pada 15% hingga 30% dari produksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Apple Inc (AAPL.O) dan mitra manufaktur Foxconn Technology Co Ltd (2354.TW) pada hari Senin membantah tentang tuduhan penyimpangan dalam manajemen sumber daya manusia atas hak-hak pekerja. Namun, memang mengakui terlalu banyaknya pekerja magang di China.

Respon tersebut keluar setelah China Labor Watch mengeluarkan laporan panjang yang menuduh kedua perusahaan tersebut melanggar banyak undang-undang perburuhan China. Di mana undang-undang tersebut melarang staf magang melebih 10% dari total tenaga kerja.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Setelah Ditinggal Steve Jobs, Kini Giliran Kepala Desainer yang Pergi Dari Apple
Perusahaan teknologi AS, Apple, sangat bergantung pada Foxconn Taiwan dan fasilitas manufaktur China-nya untuk memproduksi perangkat seperti iPhone.
&amp;nbsp;
Dalam sebuah pernyataan, Apple mengatakan mereka menyelidiki persentase pekerja sementara di antara keseluruhan tenaga kerja dan menemukan bahwa memang hal ini melebihi standar perusahaan. Namun, pihaknya bekerja dengan Foxconn untuk segera menyelesaikan masalah ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jadi Pendengar yang Baik, Kunci Steve Jobs Membuat Apple Sukses
Apple juga mengatakan bahwa ia menemukan pekerja magang di fasilitas pemasok yang telah bekerja lembur pada malam hari, melanggar kebijakan perusahaan, tetapi masalah ini telah diperbaiki. Ia juga menyebutkan bahwa pekerja magang itu bekerja lembur secara sukarela dan diberi kompensasi yang layak.

Laporan tenaga kerja datang ketika adanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang telah mengancam untuk mengubah rantai pasokan di seluruh industri teknologi dengan tarif impor yang ketat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Apple Buka Lowongan Kerja, Dicari 1.400 Teknisi Software
Awal tahun ini, laporan media mengatakan Apple sedang mempertimbangkan untuk memindahkan beberapa operasi keluar dari China untuk menghindari tarif baru AS, dengan Nikkei Asian Review Jepang pada Juni menempatkan angka pada 15% hingga 30% dari produksi.</content:encoded></item></channel></rss>
