<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kompaknya Sri Mulyani dan Destri Damayanti beri Kuliah di FEB UI, Ini yang Dibahas!</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani membahas tentang kebijakan ekonomi fiscal dan moneter di depan mahasiswa Universitas Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/10/20/2103096/kompaknya-sri-mulyani-dan-destri-damayanti-beri-kuliah-di-feb-ui-ini-yang-dibahas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/10/20/2103096/kompaknya-sri-mulyani-dan-destri-damayanti-beri-kuliah-di-feb-ui-ini-yang-dibahas"/><item><title>Kompaknya Sri Mulyani dan Destri Damayanti beri Kuliah di FEB UI, Ini yang Dibahas!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/10/20/2103096/kompaknya-sri-mulyani-dan-destri-damayanti-beri-kuliah-di-feb-ui-ini-yang-dibahas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/10/20/2103096/kompaknya-sri-mulyani-dan-destri-damayanti-beri-kuliah-di-feb-ui-ini-yang-dibahas</guid><pubDate>Selasa 10 September 2019 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/10/20/2103096/kompaknya-sri-mulyani-dan-destri-damayanti-beri-kuliah-di-feb-ui-ini-yang-dibahas-PYpA76jqd4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani di FEB UI (Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/10/20/2103096/kompaknya-sri-mulyani-dan-destri-damayanti-beri-kuliah-di-feb-ui-ini-yang-dibahas-PYpA76jqd4.jpg</image><title>Sri Mulyani di FEB UI (Facebook)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani membahas tentang kebijakan ekonomi fiscal dan moneter di depan mahasiswa Universitas Indonesia. Di mana, ilmu ekonomi seperti membicara tentang masyarakat secara individu dalam kehidupan sehari-hari.

Dirinya mengatakan, ekonomi itu terbagi menjadi dua macam, yaitu ekonomi mikro dan makro. &amp;ldquo;Perbedaannya, bila ekonomi mikro berhubungan dengan choices individual dan bisnis, sedangkan makro berhubungan dengan kinerja tentang perekonomian suatu negara atau perusahaan secara nasional maupun global,&amp;rdquo; ucap Sri Mulyani di tengah-tengah pemaparan kuliah perdananya dikutip dari website resmi Universitas Indonesia, Selasa (10/9/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jadi Inspirasi Anak Bangsa, Sri Mulyani Ajak Jajaran Kemenkeu untuk Mengajar
Sementara itu, prinsip ekonomi menentukan bagaimana seseorang mengambil keputusan, misalnya dengan cara tukar-menukar, orang rasional berpikir kritis, orang merespons insentif (terkadang mendorong untuk bertindak).
&amp;nbsp;
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti memaparkan bahwa perekonomian kita saat ini menghadapi situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Nobar Gundala, Ini Pesan Moral yang Didapat Sri Mulyani
Volatility, artinya perubahan yang dinamis, cepat, tidak bisa diprediksi. Uncertainty, artinya kondisi saat ini tidak jelas &amp;amp; masa depan jadi lebih sulit diproduksi.
Complexity, artinya berbagai faktor saling berkaitan setiap saat  dengan instrumen &amp;amp; organisasi seperti labirin. Ambiguity, artinya  kurang kejelasan sehingga informasi semakin gelap &amp;amp; membingungkan.

&amp;ldquo;Bauran kebijakan BI akan semakin diperkuat untuk memperkokoh  ketahanan ekonomi Nasional dalam menghadapi risiko dampak hambatan  ekonomi global yang belum kondusif, seperti kebijakan moneter untuk  stabilitas &amp;amp; pertumbuhan dan untuk mendorong momentum pertumbuhan  ekonomi terdiri dari kebijakan makro prudential, sistem pembayaran,  pendalaman pasar keuangan, ekonomi keuangan syariah,&amp;rdquo; tutur Destry.

Menurutnya, transaksi kegiatan bank di seluruh Indonesia secara umum  diawasi oleh 3 lembaga, yaitu OJK, BI, dan LPS. Dalam hal ini,  pemerintah mendukung pemanfaatan sistem digital untuk bantual sosial.  Selain itu, di era digital, perkembangan e-commerce di Indonesia trennya  naik terus dengan populer produk yang ditransaksikan berupa fashion,  handphone &amp;amp; aksesoris, personal care &amp;amp; kosmetik.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani membahas tentang kebijakan ekonomi fiscal dan moneter di depan mahasiswa Universitas Indonesia. Di mana, ilmu ekonomi seperti membicara tentang masyarakat secara individu dalam kehidupan sehari-hari.

Dirinya mengatakan, ekonomi itu terbagi menjadi dua macam, yaitu ekonomi mikro dan makro. &amp;ldquo;Perbedaannya, bila ekonomi mikro berhubungan dengan choices individual dan bisnis, sedangkan makro berhubungan dengan kinerja tentang perekonomian suatu negara atau perusahaan secara nasional maupun global,&amp;rdquo; ucap Sri Mulyani di tengah-tengah pemaparan kuliah perdananya dikutip dari website resmi Universitas Indonesia, Selasa (10/9/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jadi Inspirasi Anak Bangsa, Sri Mulyani Ajak Jajaran Kemenkeu untuk Mengajar
Sementara itu, prinsip ekonomi menentukan bagaimana seseorang mengambil keputusan, misalnya dengan cara tukar-menukar, orang rasional berpikir kritis, orang merespons insentif (terkadang mendorong untuk bertindak).
&amp;nbsp;
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti memaparkan bahwa perekonomian kita saat ini menghadapi situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Nobar Gundala, Ini Pesan Moral yang Didapat Sri Mulyani
Volatility, artinya perubahan yang dinamis, cepat, tidak bisa diprediksi. Uncertainty, artinya kondisi saat ini tidak jelas &amp;amp; masa depan jadi lebih sulit diproduksi.
Complexity, artinya berbagai faktor saling berkaitan setiap saat  dengan instrumen &amp;amp; organisasi seperti labirin. Ambiguity, artinya  kurang kejelasan sehingga informasi semakin gelap &amp;amp; membingungkan.

&amp;ldquo;Bauran kebijakan BI akan semakin diperkuat untuk memperkokoh  ketahanan ekonomi Nasional dalam menghadapi risiko dampak hambatan  ekonomi global yang belum kondusif, seperti kebijakan moneter untuk  stabilitas &amp;amp; pertumbuhan dan untuk mendorong momentum pertumbuhan  ekonomi terdiri dari kebijakan makro prudential, sistem pembayaran,  pendalaman pasar keuangan, ekonomi keuangan syariah,&amp;rdquo; tutur Destry.

Menurutnya, transaksi kegiatan bank di seluruh Indonesia secara umum  diawasi oleh 3 lembaga, yaitu OJK, BI, dan LPS. Dalam hal ini,  pemerintah mendukung pemanfaatan sistem digital untuk bantual sosial.  Selain itu, di era digital, perkembangan e-commerce di Indonesia trennya  naik terus dengan populer produk yang ditransaksikan berupa fashion,  handphone &amp;amp; aksesoris, personal care &amp;amp; kosmetik.</content:encoded></item></channel></rss>
