<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Teknologi Melemah, Wall Street Berakhir Mixed</title><description>indeks S&amp;amp;P berakhir dengan rally pada saham energi dan menghadapi penurunan di sektor teknologi dan real estate</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/278/2103281/saham-teknologi-melemah-wall-street-berakhir-mixed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/278/2103281/saham-teknologi-melemah-wall-street-berakhir-mixed"/><item><title>Saham Teknologi Melemah, Wall Street Berakhir Mixed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/278/2103281/saham-teknologi-melemah-wall-street-berakhir-mixed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/278/2103281/saham-teknologi-melemah-wall-street-berakhir-mixed</guid><pubDate>Rabu 11 September 2019 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/11/278/2103281/saham-teknologi-melemah-wall-street-berakhir-mixed-6gq5Eh3P3S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/11/278/2103281/saham-teknologi-melemah-wall-street-berakhir-mixed-6gq5Eh3P3S.jpg</image><title>Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street bergerak dua arah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Di mana indeks S&amp;amp;P berakhir dengan rally pada saham energi dan  menghadapi penurunan di sektor teknologi dan real estate. Hal tersebut karena investor lebih menyukai nilai daripada pertumbuhan.
Industrials menarik blue-chip Dow sedikit lebih tinggi dan memimpin kenaikan nominal S&amp;amp;P 500. Sementara Nasdaq mencatat penurunan ketiga berturut-turut.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Lesu di Tengah Ketakutan Pertumbuhan Ekonomi Dunia
&quot;Pergeseran ke arah nilai berorientasi telah terjadi. Orang-orang mencari area pasar yang mungkin masuk akal dan untuk mengurangi risiko dalam portofolio mereka,&quot; kata Kepala Strategi Investasi Robert Pavlik, dikutip dari Reuters, Rabu (11/9/2019).

Adapun pergerakan ketiga indeks utama seperti Dow Jones Industrial Average naik 73,92 poin atau 0,28% menjadi 26.909,43. S&amp;amp;P 500 naik 0,96 poin atau 0,03% menjadi 2.979,39 dan Nasdaq Composite  turun 3,28 poin atau 0,04% menjadi 8.084,16.
Dari 11 sektor utama dalam S&amp;amp;P 500, enam mengakhiri sesi lebih tinggi, dengan energi dan industri melihat persentase kenaikan terbesar. Saham real estat yang sensitif terhadap suku bunga dengan persentase yang paling besar turun 1,4%.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Harapan Stimulus Keuangan
Apple Inc naik tipis 1,2% setelah mengumumkan tanggal peluncuran 1 November untuk layanan streaming Apple TV +, dan meluncurkan pembaruan iPhone dan Watch terbaru.
Wendy's turun 10,2 setelah rantai makanan cepat saji memproyeksikan penurunan pendapatan disesuaikan tahun penuh 2019. Saingan Wendy, McDonald's Inc mengumumkan akan membeli Apprente di Silicon Valley. Sahamnya turun 3,5% dan merupakan hambatan terbesar pada Dow.
Saham Ford Motor Co  turun 1,3% setelah Moody menurunkan peringkat obligasi pembuat mobil menjadi sampah.
Saat ini investor mengharapkan Federal Reserve AS dan Bank Sentral  Eropa untuk menurunkan suku bunga sebagai upaya meningkatkan ekonomi  global. Di mana Menteri Keuangan Jerman menyarankan negara siap untuk  menghadapi kemungkinan resesi dengan paket stimulus.
&quot;Banyak orang menanti keputusan The Fed dan bank sentral lainnya  untuk menurunkan suku bunga. Tapi pikirkanlah, jika mereka memangkas  suku bunga, itu berarti ekonomi mereka tidak terlalu baik. Ini adalah  logika yang salah arah,&quot; kata Pavlik.
Berita dari Jerman, bersama dengan meredakan ketegangan AS-China  mengirim imbal hasil keuangan AS ke tertinggi empat Minggu, mengikuti  obligasi Jerman.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street bergerak dua arah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Di mana indeks S&amp;amp;P berakhir dengan rally pada saham energi dan  menghadapi penurunan di sektor teknologi dan real estate. Hal tersebut karena investor lebih menyukai nilai daripada pertumbuhan.
Industrials menarik blue-chip Dow sedikit lebih tinggi dan memimpin kenaikan nominal S&amp;amp;P 500. Sementara Nasdaq mencatat penurunan ketiga berturut-turut.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Lesu di Tengah Ketakutan Pertumbuhan Ekonomi Dunia
&quot;Pergeseran ke arah nilai berorientasi telah terjadi. Orang-orang mencari area pasar yang mungkin masuk akal dan untuk mengurangi risiko dalam portofolio mereka,&quot; kata Kepala Strategi Investasi Robert Pavlik, dikutip dari Reuters, Rabu (11/9/2019).

Adapun pergerakan ketiga indeks utama seperti Dow Jones Industrial Average naik 73,92 poin atau 0,28% menjadi 26.909,43. S&amp;amp;P 500 naik 0,96 poin atau 0,03% menjadi 2.979,39 dan Nasdaq Composite  turun 3,28 poin atau 0,04% menjadi 8.084,16.
Dari 11 sektor utama dalam S&amp;amp;P 500, enam mengakhiri sesi lebih tinggi, dengan energi dan industri melihat persentase kenaikan terbesar. Saham real estat yang sensitif terhadap suku bunga dengan persentase yang paling besar turun 1,4%.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Harapan Stimulus Keuangan
Apple Inc naik tipis 1,2% setelah mengumumkan tanggal peluncuran 1 November untuk layanan streaming Apple TV +, dan meluncurkan pembaruan iPhone dan Watch terbaru.
Wendy's turun 10,2 setelah rantai makanan cepat saji memproyeksikan penurunan pendapatan disesuaikan tahun penuh 2019. Saingan Wendy, McDonald's Inc mengumumkan akan membeli Apprente di Silicon Valley. Sahamnya turun 3,5% dan merupakan hambatan terbesar pada Dow.
Saham Ford Motor Co  turun 1,3% setelah Moody menurunkan peringkat obligasi pembuat mobil menjadi sampah.
Saat ini investor mengharapkan Federal Reserve AS dan Bank Sentral  Eropa untuk menurunkan suku bunga sebagai upaya meningkatkan ekonomi  global. Di mana Menteri Keuangan Jerman menyarankan negara siap untuk  menghadapi kemungkinan resesi dengan paket stimulus.
&quot;Banyak orang menanti keputusan The Fed dan bank sentral lainnya  untuk menurunkan suku bunga. Tapi pikirkanlah, jika mereka memangkas  suku bunga, itu berarti ekonomi mereka tidak terlalu baik. Ini adalah  logika yang salah arah,&quot; kata Pavlik.
Berita dari Jerman, bersama dengan meredakan ketegangan AS-China  mengirim imbal hasil keuangan AS ke tertinggi empat Minggu, mengikuti  obligasi Jerman.</content:encoded></item></channel></rss>
