<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tren Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global? Ini Kata Bos MNC Sekuritas   </title><description>Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina mengaku optimistis jika pasar modal bisa kembali rebound.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/278/2103418/tren-pasar-modal-di-tengah-ketidakpastian-global-ini-kata-bos-mnc-sekuritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/278/2103418/tren-pasar-modal-di-tengah-ketidakpastian-global-ini-kata-bos-mnc-sekuritas"/><item><title>Tren Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global? Ini Kata Bos MNC Sekuritas   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/278/2103418/tren-pasar-modal-di-tengah-ketidakpastian-global-ini-kata-bos-mnc-sekuritas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/278/2103418/tren-pasar-modal-di-tengah-ketidakpastian-global-ini-kata-bos-mnc-sekuritas</guid><pubDate>Rabu 11 September 2019 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/11/278/2103418/tren-pasar-modal-di-tengah-ketidakpastian-global-ini-kata-bos-mnc-sekuritas-wBqSxiHaQ7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi MNC Sekuritas (Foto: Okezone.com/Sindonews.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/11/278/2103418/tren-pasar-modal-di-tengah-ketidakpastian-global-ini-kata-bos-mnc-sekuritas-wBqSxiHaQ7.jpg</image><title>Ilustrasi MNC Sekuritas (Foto: Okezone.com/Sindonews.com)</title></images><description>JAKARTA - Tren pasar modal saat ini masih belum stabil. Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak fluktuatif.
Ditambah lagi, saat ini perekonomian global juga masih belum stabil. Bahkan perekonomian global diambang resesi karena isu perang dagang Amerika Serikat dan China, hingga keluarnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit.
Baca Juga: MNC Sekuritas dan Yayasan Global CEO Indonesia Edukasi Perusahaan tentang IPO
Meskipun begitu, Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina mengaku optimistis jika pasar modal bisa kembali rebound. Meskipun diakuinya, masih ada beberapa faktor eksternal maupun internal yang bisa membuat pasar modal bergejolak.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/05/20/57342/292013_medium.jpg&quot; alt=&quot;MNC Sekuritas-KSEI Pecahkan Rekor MURI&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Susy, optimismenya itu bukan tanpa alasan. Karena jika dilihat saat ini perusahaan-perusahaan yang ingin go public atau Initial Public Offering (IPO) sangat tinggi sekali.
Sebagai gambaran, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 6 September 2019, jumlah perusahaan yang telah mencatatkan saham di bursa mencapai 648 emiten.  Sementara hingga akhir tahun lalu, jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI mencapai 619 emiten dengan penambahan 57 emiten baru sepanjang 2018.Tingginya minat perusahaan untuk melantai di BEI turut menjadikan  Indonesia sebagai negara di Asia dengan jumlah emiten paling banyak. Hal  ini menandakan jika para perusahaan juga menyambut ketidakpastian ini  dengan optimisme.
&amp;ldquo;Memang banyak yang bilang market volatile, karena pengaruh regional  dan sebagainya. Tapi kita lihat bahwa minat perusahaan tidak turun.  Bahkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, 2 tahun ini luar biasa.  Banyak sekali minat perusahaan-perusahaan,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di  Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Baca Juga: MNC Sekuritas Ajak Nasabah Kunjungi Pabrik Sritex 
Selain itu, lanjut Susy, kebijakan pemerintah di pasar modal bisa  menjadi salah satu stimulus pendobrak pasar modal. Pasalnya, kebijakan  yang dibuat pemerintah begitu memanjakan dan juga semakin mempermudah  para stekholder pasar modal.
&amp;ldquo;Karena regulator semakin mempermudah untuk melantai, jadi syarat  ketentuan makin mudah. Jadi makin mudah. Dan menurut saya ini tren yg  perlu disikapi dengan baik dan direspon positif. Karena kita perlu  emiten-emiten berkualitas,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tren pasar modal saat ini masih belum stabil. Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak fluktuatif.
Ditambah lagi, saat ini perekonomian global juga masih belum stabil. Bahkan perekonomian global diambang resesi karena isu perang dagang Amerika Serikat dan China, hingga keluarnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit.
Baca Juga: MNC Sekuritas dan Yayasan Global CEO Indonesia Edukasi Perusahaan tentang IPO
Meskipun begitu, Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina mengaku optimistis jika pasar modal bisa kembali rebound. Meskipun diakuinya, masih ada beberapa faktor eksternal maupun internal yang bisa membuat pasar modal bergejolak.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/05/20/57342/292013_medium.jpg&quot; alt=&quot;MNC Sekuritas-KSEI Pecahkan Rekor MURI&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Susy, optimismenya itu bukan tanpa alasan. Karena jika dilihat saat ini perusahaan-perusahaan yang ingin go public atau Initial Public Offering (IPO) sangat tinggi sekali.
Sebagai gambaran, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 6 September 2019, jumlah perusahaan yang telah mencatatkan saham di bursa mencapai 648 emiten.  Sementara hingga akhir tahun lalu, jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI mencapai 619 emiten dengan penambahan 57 emiten baru sepanjang 2018.Tingginya minat perusahaan untuk melantai di BEI turut menjadikan  Indonesia sebagai negara di Asia dengan jumlah emiten paling banyak. Hal  ini menandakan jika para perusahaan juga menyambut ketidakpastian ini  dengan optimisme.
&amp;ldquo;Memang banyak yang bilang market volatile, karena pengaruh regional  dan sebagainya. Tapi kita lihat bahwa minat perusahaan tidak turun.  Bahkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, 2 tahun ini luar biasa.  Banyak sekali minat perusahaan-perusahaan,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di  Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Baca Juga: MNC Sekuritas Ajak Nasabah Kunjungi Pabrik Sritex 
Selain itu, lanjut Susy, kebijakan pemerintah di pasar modal bisa  menjadi salah satu stimulus pendobrak pasar modal. Pasalnya, kebijakan  yang dibuat pemerintah begitu memanjakan dan juga semakin mempermudah  para stekholder pasar modal.
&amp;ldquo;Karena regulator semakin mempermudah untuk melantai, jadi syarat  ketentuan makin mudah. Jadi makin mudah. Dan menurut saya ini tren yg  perlu disikapi dengan baik dan direspon positif. Karena kita perlu  emiten-emiten berkualitas,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
