<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsep Baru Ritel Alibaba, Coba Baju Tak Harus ke Fitting Room   </title><description>Alibaba mempunyai konsep dan strategi yang justru menggabungkan perdagangan offline dan online</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103363/konsep-baru-ritel-alibaba-coba-baju-tak-harus-ke-fitting-room</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103363/konsep-baru-ritel-alibaba-coba-baju-tak-harus-ke-fitting-room"/><item><title>Konsep Baru Ritel Alibaba, Coba Baju Tak Harus ke Fitting Room   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103363/konsep-baru-ritel-alibaba-coba-baju-tak-harus-ke-fitting-room</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103363/konsep-baru-ritel-alibaba-coba-baju-tak-harus-ke-fitting-room</guid><pubDate>Rabu 11 September 2019 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103363/konsep-baru-ritel-alibaba-coba-baju-tak-harus-ke-fitting-room-pMCY4opocv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penggabungan Konsep Ritel Online dan Offline Alibaba. (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103363/konsep-baru-ritel-alibaba-coba-baju-tak-harus-ke-fitting-room-pMCY4opocv.jpg</image><title>Penggabungan Konsep Ritel Online dan Offline Alibaba. (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil)</title></images><description>HANGZHOU - Persaingan ritel offline dan online terus terjadi. Jika tidak pandai-pandai melakukan inovasi, bukan tidak mungkin ritel offline terus berguguran.
Contoh nyata adalah apa yang terjadi di Indonesia. Banyak toko maupun gerai yang tutup karena kehadiran ritel online. Hal ini didukung dengan perubahan gaya hidup masyarakat.
Tak hanya di Indonesia, peralihan dagang offline ke online juga terjadi di China. Tak ingin perdagangan offline kalah, Alibaba mempunyai konsep dan strategi yang justru menggabungkan perdagangan offline dan online yakni new ritel.
Baca Juga: Pengusaha: Revisi Perpres Bisa Bangkitkan Ritel Modern
Strategi ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang cara untuk berdagang dengan menggabungkan antara pengalaman belanja dalam jaringan (daring/online) dan luar jaringan (luring/offline).
Okezone pun berkesempatan melihat konsep new ritel yang dikembangkan oleh Alibaba di sebuah mal bernama Alimall, Hangzhou, China.
Alimall merupakan mal yang dibangun oleh Alibaba. Di mana setiap toko maupun gerainya memiliki teknologi canggih untuk menjual produknya. Konsep inilah yang dinamakan new ritel.

Salah satu gerai yang mengusung tema new ritel adalah Gerai MyShow di Alimall. Konsep new ritel ini dalam penggunaan teknologi virtual fitting room. Posisinya ada di depan gerai dan di dalam.
&quot;Dengan teknologi AI, pengunjung bisa mencoba pakaian tanpa harus mengantre ke atau repot berganti pakaian di fitting room,&quot; ungkap Director, Corporate Affairs Alibaba Group Dian Safitri di Hangzhou, Selasa (10/9/2019).
Cara kerjanya bagaimana?
Mesin pintar ini akan memindai wajah dan tubuh dan pengunjung bisa menyesuaikan ukuran tubuh, dan memilih berbagai koleksi pakaian. Jika cocok, maka bisa melakukan transaksi di gerai atau di gerai online toko tersebut di aplikasi e-commerce.
Baca Juga: Awas, Jangan Berani-Berani Ketuk Pintu Bekas Apartemen Jack Ma!
Bagi pemilik merek dan gerai, virtual fitting room ini menarik minat pelanggan untuk mengunjungi gerai, meningkatkan kepuasan pengalaman pelanggan dan mengurangi kebutuhan ruangan akan fitting room.
Mengutip penjelasan Alibaba soal new ritel, Alibaba tidak bermaksud untuk masuk ke bisnis ritel fisik, namun untuk membantu para pelaku ritel fisik meningkatkan kemampuan dan mendigitalisasi kegiatan operasional mereka, mulai dari pengalaman pelanggan, manajemen logistik, hingga pengaturan ruang retail.Di China, 20% dari transaksi ritel terjadi di platform e-dagang.  Dengan new ritel Alibaba ingin menggunakan kemampuan teknologi data  Alibaba untuk mentransformasi 80% transaksi ritel yang masih terjadi  secara luring. Hal ini akan membantu kegiatan operasional para pedagang  dan brand menjadi lebih efisien dan sukses di era digital dengan  mengubah cara konsumen berbelanja, produk, dan bentuk belanja.
Dengan mengikubasi konsep-konsep dan teknologi baru, serta membangun  aliansi strategis dengan para mitra untuk mengaplikasikan konsep-konsep  dan teknologi tersebut di lapangan, strategi new ritel kini telah  membentuk perilaku konsumen di masa depan.

Di saat yang bersamaan, kami juga mendorong transformasi digital di  industri ritel tradisional dengan mengubah sistem operasional secara  digital, yang berfokus pada teknologi yang terdapat di toko, inventaris  dan rantai pasokan digital, consumer insights, dan pembayaran melalui  gawai.
Alibaba membayangkan perusahaan ritel masa depan akan mampu  menggunakan insights mengenai konsumen yang dihasilkan dari berbagai  platform untuk menghasilkan konten yang informatif dan menghibur yang  dapat diluncurkan melalui berbagai kanal.</description><content:encoded>HANGZHOU - Persaingan ritel offline dan online terus terjadi. Jika tidak pandai-pandai melakukan inovasi, bukan tidak mungkin ritel offline terus berguguran.
Contoh nyata adalah apa yang terjadi di Indonesia. Banyak toko maupun gerai yang tutup karena kehadiran ritel online. Hal ini didukung dengan perubahan gaya hidup masyarakat.
Tak hanya di Indonesia, peralihan dagang offline ke online juga terjadi di China. Tak ingin perdagangan offline kalah, Alibaba mempunyai konsep dan strategi yang justru menggabungkan perdagangan offline dan online yakni new ritel.
Baca Juga: Pengusaha: Revisi Perpres Bisa Bangkitkan Ritel Modern
Strategi ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang cara untuk berdagang dengan menggabungkan antara pengalaman belanja dalam jaringan (daring/online) dan luar jaringan (luring/offline).
Okezone pun berkesempatan melihat konsep new ritel yang dikembangkan oleh Alibaba di sebuah mal bernama Alimall, Hangzhou, China.
Alimall merupakan mal yang dibangun oleh Alibaba. Di mana setiap toko maupun gerainya memiliki teknologi canggih untuk menjual produknya. Konsep inilah yang dinamakan new ritel.

Salah satu gerai yang mengusung tema new ritel adalah Gerai MyShow di Alimall. Konsep new ritel ini dalam penggunaan teknologi virtual fitting room. Posisinya ada di depan gerai dan di dalam.
&quot;Dengan teknologi AI, pengunjung bisa mencoba pakaian tanpa harus mengantre ke atau repot berganti pakaian di fitting room,&quot; ungkap Director, Corporate Affairs Alibaba Group Dian Safitri di Hangzhou, Selasa (10/9/2019).
Cara kerjanya bagaimana?
Mesin pintar ini akan memindai wajah dan tubuh dan pengunjung bisa menyesuaikan ukuran tubuh, dan memilih berbagai koleksi pakaian. Jika cocok, maka bisa melakukan transaksi di gerai atau di gerai online toko tersebut di aplikasi e-commerce.
Baca Juga: Awas, Jangan Berani-Berani Ketuk Pintu Bekas Apartemen Jack Ma!
Bagi pemilik merek dan gerai, virtual fitting room ini menarik minat pelanggan untuk mengunjungi gerai, meningkatkan kepuasan pengalaman pelanggan dan mengurangi kebutuhan ruangan akan fitting room.
Mengutip penjelasan Alibaba soal new ritel, Alibaba tidak bermaksud untuk masuk ke bisnis ritel fisik, namun untuk membantu para pelaku ritel fisik meningkatkan kemampuan dan mendigitalisasi kegiatan operasional mereka, mulai dari pengalaman pelanggan, manajemen logistik, hingga pengaturan ruang retail.Di China, 20% dari transaksi ritel terjadi di platform e-dagang.  Dengan new ritel Alibaba ingin menggunakan kemampuan teknologi data  Alibaba untuk mentransformasi 80% transaksi ritel yang masih terjadi  secara luring. Hal ini akan membantu kegiatan operasional para pedagang  dan brand menjadi lebih efisien dan sukses di era digital dengan  mengubah cara konsumen berbelanja, produk, dan bentuk belanja.
Dengan mengikubasi konsep-konsep dan teknologi baru, serta membangun  aliansi strategis dengan para mitra untuk mengaplikasikan konsep-konsep  dan teknologi tersebut di lapangan, strategi new ritel kini telah  membentuk perilaku konsumen di masa depan.

Di saat yang bersamaan, kami juga mendorong transformasi digital di  industri ritel tradisional dengan mengubah sistem operasional secara  digital, yang berfokus pada teknologi yang terdapat di toko, inventaris  dan rantai pasokan digital, consumer insights, dan pembayaran melalui  gawai.
Alibaba membayangkan perusahaan ritel masa depan akan mampu  menggunakan insights mengenai konsumen yang dihasilkan dari berbagai  platform untuk menghasilkan konten yang informatif dan menghibur yang  dapat diluncurkan melalui berbagai kanal.</content:encoded></item></channel></rss>
