<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rp4,6 triliun Disiapkan untuk Kembangkan 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas</title><description>Anggaran disiapkan sebesar Rp4,6 triliun dengan rincian Rp2,9 triliun dari Kemenhub dan Rp1,7 triliun dari PUPR</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103378/rp4-6-triliun-disiapkan-untuk-kembangkan-5-kawasan-pariwisata-super-prioritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103378/rp4-6-triliun-disiapkan-untuk-kembangkan-5-kawasan-pariwisata-super-prioritas"/><item><title>Rp4,6 triliun Disiapkan untuk Kembangkan 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103378/rp4-6-triliun-disiapkan-untuk-kembangkan-5-kawasan-pariwisata-super-prioritas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103378/rp4-6-triliun-disiapkan-untuk-kembangkan-5-kawasan-pariwisata-super-prioritas</guid><pubDate>Rabu 11 September 2019 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103378/rp4-6-triliun-disiapkan-untuk-kembangkan-5-kawasan-pariwisata-super-prioritas-nJwcuMsQkr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103378/rp4-6-triliun-disiapkan-untuk-kembangkan-5-kawasan-pariwisata-super-prioritas-nJwcuMsQkr.jpeg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyediakan dana untuk mengembangkan 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas di Indonesia pada 2019-2020. Anggaran disiapkan sebesar Rp4,6 triliun dengan rincian Rp2,9 triliun dari Kemenhub dan Rp1,7 triliun dari PUPR.
Untuk Kemenhub, dana yang dikeluarkan pada 2019 dan 2020 berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata dengan tema 'Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas: Kemudahan Aksesibilitas di Destinasi Pariwisata Super Prioritas 2019 &amp;ndash; 2020'.
Baca Juga: Proyek Marina Bay Labuan Bajo Tahap I Beres Juli 2020
&amp;ldquo;Dari total Rp2,953 triliun, Kemenhub mengalokasikan sebesar Rp353,99 miliar pada tahun 2019 dan Rp2,6 triliun pada tahun 2020, untuk mengembangkan kelima destinasi pariwisata super prioritas tersebut,&amp;rdquo; ujar Menteri Budi dilansir dari Setkab, Rabu (11/9/2019).
Dukungan yang dapat diberikan oleh Kemenhub di antaranya adalah menyusun beberapa kebijakan seperti, transportasi angkutan darat, yaitu dengan pemberian layanan subsidi operasional angkutan antarmoda dan angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata, dan Pembangunan kapal Ro-Ro dan Bus Air.

Transportasi perkeretaapian, yaitu dengan pembangunan jalur KA menuju kawasan pariwisata, reaktivasi jalur kereta pariwisata, dan konektivitas jaringan kereta api dan menuju ke Bandara. Lalu, di transportasi laut, ada perpanjangan dermaga dan pengerukan kedalaman alur agar kapal cruise dapat bersandar dan pemberlakuan Terminal Pelabuhan Laut pada destinasi pariwisata, akan diperuntukkan khusus untuk terminal penumpang laut dan tidak bercampur dengan terminal angkutan barang.
Sedangkan untuk Udara, dengan melakukan perpanjangan runway dan apron untuk dapat didarati pesawat narrow body (sekelas B-737), membuka jalur penerbangan internasional dan peningkatan konektivitas rute dari dan menuju ke lokasi pariwisata.
Baca Juga: Taktik Pangeran Harry Berantas Sampah Plastik dari Booming Sektor Pariwisata
Berbeda dengan Kemenhub, PUPR akan memfokuskan anggaran tersebut untuk memantapkan infrastruktur termasuk meningkatkan konektivitas, sumber daya air, hingga perumahan dan permukiman.
&amp;ldquo;Sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur,&amp;rdquo; kata Basuki dalam Rakornas itu.

Pasalnya, terdapat 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas yang harus dibenahi. 5 kawasan yang dimaksud tersebut adalah Danau Toba (Sumut), Borobudur Joglosemar (Jateng), Mandalika Lombok (NTB), Komodo, Labuan Bajo (NTT), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Likupang, Sulwesi Utara.
Menurut Basuki, pada tahun 2020, dalam mendukung konektivitas di KSPN Danau Toba, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, membangun infrastruktur seperti Jembatan Tano Pangol di Kabupaten Samosir sepanjang 1,2 km dengan anggaran Rp297 miliar dengan masa pelaksanaan tahun 2020 &amp;ndash; 2021. Kemudian Preservasi dan Pelebaran Jalan Lingkar Samosir menghabiskan total anggaran sebesar Rp 526 miliar.Sementara infrastruktur Sumber Daya Air berupa Pelebaran Alur Tano  Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter dengan panjang 120 meter dengan  anggaran Rp 325 miliar.  Kementerian PUPR juga melakukan Penataan  Kawasan Parapat yakni Pembangunan Gerbang Kawasan Rp 148,2 miliar, dan  Penataan Ruang Publik Parapat dengan anggaran Rp 50 miliar.
Di KSPN Borobudur, tahun 2020 dilakukan kegiatan berupa penataan  kawasan permukiman Borobudur dengan membangun Gerbang Palbapang dan  Penataan Koridor Jalan Mayor Kusen dengan anggaran sebesar Rp150  triliun, pembangunan Gerbang Klangon dan penataan jalan Klaben, Gerbang  Wisata Borobudur serta Penataan parkir, Drop Off dan Koridor pedagang  Kaki Lima di kawasan Candi Mendut dengan anggaran sebesar Rp70 miliar.

Untuk KSPN Lombok akan dilakukan  pembangunan Jalan Bandara  Internasional Lombok (BIL) &amp;ndash; Kuta Mandalika dengan panjang 17 KM lebar  25 meter dengan anggaran Rp1,45 triliun, pembangunan Promendede dengan  anggaran Rp20 miliar Pengembangan Kawasan Gili sebesar 50 miliar, dan  pengembangan Geopark Rinjani anggaran Rp 30miliar.
Untuk KSPN Labuan Bajo, pada tahun 2020 dilakukan peningkatan jalan  dan trotoar ruas jalan Soekarno Hatta Atas, peningkatan jalan dan  trotoar ruas jalan Soekarno Hatta Bawah,  penataan kawasan Puncak  Waringin, Batu Cermin, Kampung Baru, Bukit Pramuka, serta Kawasan Rinca.

Kemudian untuk KSPN Manado &amp;ndash; Bitung &amp;ndash; Likupang akan diselesaikan  pembangunan Bendungan Kuwilkawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara,  peningkatan Jalan Akses Likupang, pembangunan Jembatan Bitung &amp;ndash; Pulau  Lembeh, Jalan Tol Manado &amp;ndash; Bitung, penataan Kawasan Bunaken, penataan  Kawasan Pantai Malalayang, dan Kawasan Wisata Pantai PAAL &amp;ndash; Likupang.
&amp;ldquo;Kelima KSPN Super Prioritas tersebut merupakan bagian dari 10 'Bali  Baru' yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan  wisatawan. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk  mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja serta meningkatkan  pertumbuhan ekonomi lokal,&amp;rdquo; tegas Basuki.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyediakan dana untuk mengembangkan 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas di Indonesia pada 2019-2020. Anggaran disiapkan sebesar Rp4,6 triliun dengan rincian Rp2,9 triliun dari Kemenhub dan Rp1,7 triliun dari PUPR.
Untuk Kemenhub, dana yang dikeluarkan pada 2019 dan 2020 berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata dengan tema 'Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas: Kemudahan Aksesibilitas di Destinasi Pariwisata Super Prioritas 2019 &amp;ndash; 2020'.
Baca Juga: Proyek Marina Bay Labuan Bajo Tahap I Beres Juli 2020
&amp;ldquo;Dari total Rp2,953 triliun, Kemenhub mengalokasikan sebesar Rp353,99 miliar pada tahun 2019 dan Rp2,6 triliun pada tahun 2020, untuk mengembangkan kelima destinasi pariwisata super prioritas tersebut,&amp;rdquo; ujar Menteri Budi dilansir dari Setkab, Rabu (11/9/2019).
Dukungan yang dapat diberikan oleh Kemenhub di antaranya adalah menyusun beberapa kebijakan seperti, transportasi angkutan darat, yaitu dengan pemberian layanan subsidi operasional angkutan antarmoda dan angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata, dan Pembangunan kapal Ro-Ro dan Bus Air.

Transportasi perkeretaapian, yaitu dengan pembangunan jalur KA menuju kawasan pariwisata, reaktivasi jalur kereta pariwisata, dan konektivitas jaringan kereta api dan menuju ke Bandara. Lalu, di transportasi laut, ada perpanjangan dermaga dan pengerukan kedalaman alur agar kapal cruise dapat bersandar dan pemberlakuan Terminal Pelabuhan Laut pada destinasi pariwisata, akan diperuntukkan khusus untuk terminal penumpang laut dan tidak bercampur dengan terminal angkutan barang.
Sedangkan untuk Udara, dengan melakukan perpanjangan runway dan apron untuk dapat didarati pesawat narrow body (sekelas B-737), membuka jalur penerbangan internasional dan peningkatan konektivitas rute dari dan menuju ke lokasi pariwisata.
Baca Juga: Taktik Pangeran Harry Berantas Sampah Plastik dari Booming Sektor Pariwisata
Berbeda dengan Kemenhub, PUPR akan memfokuskan anggaran tersebut untuk memantapkan infrastruktur termasuk meningkatkan konektivitas, sumber daya air, hingga perumahan dan permukiman.
&amp;ldquo;Sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur,&amp;rdquo; kata Basuki dalam Rakornas itu.

Pasalnya, terdapat 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas yang harus dibenahi. 5 kawasan yang dimaksud tersebut adalah Danau Toba (Sumut), Borobudur Joglosemar (Jateng), Mandalika Lombok (NTB), Komodo, Labuan Bajo (NTT), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Likupang, Sulwesi Utara.
Menurut Basuki, pada tahun 2020, dalam mendukung konektivitas di KSPN Danau Toba, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, membangun infrastruktur seperti Jembatan Tano Pangol di Kabupaten Samosir sepanjang 1,2 km dengan anggaran Rp297 miliar dengan masa pelaksanaan tahun 2020 &amp;ndash; 2021. Kemudian Preservasi dan Pelebaran Jalan Lingkar Samosir menghabiskan total anggaran sebesar Rp 526 miliar.Sementara infrastruktur Sumber Daya Air berupa Pelebaran Alur Tano  Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter dengan panjang 120 meter dengan  anggaran Rp 325 miliar.  Kementerian PUPR juga melakukan Penataan  Kawasan Parapat yakni Pembangunan Gerbang Kawasan Rp 148,2 miliar, dan  Penataan Ruang Publik Parapat dengan anggaran Rp 50 miliar.
Di KSPN Borobudur, tahun 2020 dilakukan kegiatan berupa penataan  kawasan permukiman Borobudur dengan membangun Gerbang Palbapang dan  Penataan Koridor Jalan Mayor Kusen dengan anggaran sebesar Rp150  triliun, pembangunan Gerbang Klangon dan penataan jalan Klaben, Gerbang  Wisata Borobudur serta Penataan parkir, Drop Off dan Koridor pedagang  Kaki Lima di kawasan Candi Mendut dengan anggaran sebesar Rp70 miliar.

Untuk KSPN Lombok akan dilakukan  pembangunan Jalan Bandara  Internasional Lombok (BIL) &amp;ndash; Kuta Mandalika dengan panjang 17 KM lebar  25 meter dengan anggaran Rp1,45 triliun, pembangunan Promendede dengan  anggaran Rp20 miliar Pengembangan Kawasan Gili sebesar 50 miliar, dan  pengembangan Geopark Rinjani anggaran Rp 30miliar.
Untuk KSPN Labuan Bajo, pada tahun 2020 dilakukan peningkatan jalan  dan trotoar ruas jalan Soekarno Hatta Atas, peningkatan jalan dan  trotoar ruas jalan Soekarno Hatta Bawah,  penataan kawasan Puncak  Waringin, Batu Cermin, Kampung Baru, Bukit Pramuka, serta Kawasan Rinca.

Kemudian untuk KSPN Manado &amp;ndash; Bitung &amp;ndash; Likupang akan diselesaikan  pembangunan Bendungan Kuwilkawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara,  peningkatan Jalan Akses Likupang, pembangunan Jembatan Bitung &amp;ndash; Pulau  Lembeh, Jalan Tol Manado &amp;ndash; Bitung, penataan Kawasan Bunaken, penataan  Kawasan Pantai Malalayang, dan Kawasan Wisata Pantai PAAL &amp;ndash; Likupang.
&amp;ldquo;Kelima KSPN Super Prioritas tersebut merupakan bagian dari 10 'Bali  Baru' yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan  wisatawan. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk  mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja serta meningkatkan  pertumbuhan ekonomi lokal,&amp;rdquo; tegas Basuki.</content:encoded></item></channel></rss>
