<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Terus Kompetitif, Uber Pecat 435 Karyawan</title><description>Uber melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 435 karyawannya pada Selasa 10 September 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103479/ingin-terus-kompetitif-uber-pecat-435-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103479/ingin-terus-kompetitif-uber-pecat-435-karyawan"/><item><title>Ingin Terus Kompetitif, Uber Pecat 435 Karyawan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103479/ingin-terus-kompetitif-uber-pecat-435-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103479/ingin-terus-kompetitif-uber-pecat-435-karyawan</guid><pubDate>Rabu 11 September 2019 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103479/ingin-terus-kompetitif-uber-pecat-435-karyawan-kSefbsegFU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Uber (Foto: Okezone.com/The Independent)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103479/ingin-terus-kompetitif-uber-pecat-435-karyawan-kSefbsegFU.jpg</image><title>Ilustrasi Uber (Foto: Okezone.com/The Independent)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan transportasi on-demand asal Amerika Serikat, Uber, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 435 karyawannya pada Selasa 10 September 2019. Terdiri dari 170 orang karyawan departemen produk dan 265  departemen teknik.
Ini sekaligus menjadi pemangkasan karyawan tahap kedua pada tahun ini, dari sebelumnya sekitar 400 karyawan pemasarannya di PHK pada Juli 2019.
Baca Juga: Tak Hanya Bos Uber, Ini Bukti Garrett Camp Ternyata Juragan Properti
Dikutip dari Business Insider, Rabu (11/9/2019), Uber membenarkan kabar tersebut. Menurut pihak Uber, PHK ini sebagai upaya perusahaan melakukan efisiensi untuk bisnisnya terus kompetitif setelah satu dekade beroperasi.
&quot;Harapan kami dengan perubahan ini maka mengatur ulang dan meningkatkan cara kerja perusahaan hingga ke depannya. Walaupun tentu saja terasa menyakitkan pada saat ini, terutama bagi mereka yang terkena dampak langsung. Namun, kami percaya bahwa ini akan menghasilkan organisasi teknis yang jauh lebih kuat, yang akan terus mempekerjakan beberapa talenta terbaik di seluruh dunia,&quot; ujar Perwakilan Uber.

PHK ini seiring dengan Uber melakukan pembekuan rekrutmen di beberapa departemen kantornya yang berlokasi di Amerika Serikat. Uber berupaya mengurangi beban operasional dan mendapatkan keuntungan untuk menenangkan kekhwatiran investor karena perusahaan ini terus merugi.
Sebagian besar PHK terjadi di kantor Amerika Serikat, sedangkan 15% di antaranya terjadi di kantor yang berlokasi di Asia dan Eropa.
Baca Juga: Uber Rugi USD1,8 Miliar pada 2018Berikut pernyataan lengkap Uber tentang PHK yang terjadi di hari Selasa: 
 
&quot;CEO kami telah mengajukan pertanyaan sederhana namun penting kepada  semua orang di tim manajemen kami: jika kami memulai dari awal, apakah  kami akan mendesain organisasi kami seperti saat ini? Setelah  mempertimbangkan dengan cermat, para pemimpin Teknik dan Produk kami  menyimpulkan jawaban atas pertanyaan ini dalam banyak hal adalah tidak.  Sebelumnya, untuk memenuhi permintaan startup yang tumbuh dengan sangat  cepat, kami merekrut dengan cepat dan dengan cara yang  terdesentralisasi. 
 
Meski hal memang mampu mendorong kinerja uber di masa lalu, namun  sekarang kami memiliki lebih dari 27.000 karyawan penuh waktu di  kota-kota di seluruh dunia. Kami perlu mengubah cara kami mendesain  organisasi kami: menjadi kecil,  terdiri dari tim yang berkinerja  tinggi, dengan mandat yang jelas, dan kemampuan untuk mengeksekusi lebih  cepat dari pesaing kita.

 
Hari ini, kami membuat beberapa perubahan untuk mengembalikan ke  jalur yang benar, termasuk mengurangi ukuran jumlah pekerja di beberapa  tim untuk memastikan kami memiliki staf yang sesuai dengan prioritas  utama kami. Ini adalah memang sangat sulit karena itu berarti beberapa  karyawan kami tidak lagi memiliki peran, khususnya sekitar 170 orang di  tim produk kami dan 265 orang di tim teknik, yang kira-kira 8% dari dua  tim tersebut. 
 
Harapan kami dengan perubahan ini adalah dapat mengatur ulang dan  meningkatkan cara kami bekerja hari demi hari terhadap prioritas, dan  selalu menganggap diri kami bertanggung jawab atas serangkaian kinerja  dan kelincahan yang tinggi. Meskipun tentu saja menyakitkan pada saat  ini, terutama bagi mereka yang terkena dampak langsung, kami percaya  bahwa ini akan menghasilkan organisasi teknis yang jauh lebih kuat, yang  akan terus mempekerjakan beberapa talenta terbaik di seluruh dunia&quot;.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan transportasi on-demand asal Amerika Serikat, Uber, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 435 karyawannya pada Selasa 10 September 2019. Terdiri dari 170 orang karyawan departemen produk dan 265  departemen teknik.
Ini sekaligus menjadi pemangkasan karyawan tahap kedua pada tahun ini, dari sebelumnya sekitar 400 karyawan pemasarannya di PHK pada Juli 2019.
Baca Juga: Tak Hanya Bos Uber, Ini Bukti Garrett Camp Ternyata Juragan Properti
Dikutip dari Business Insider, Rabu (11/9/2019), Uber membenarkan kabar tersebut. Menurut pihak Uber, PHK ini sebagai upaya perusahaan melakukan efisiensi untuk bisnisnya terus kompetitif setelah satu dekade beroperasi.
&quot;Harapan kami dengan perubahan ini maka mengatur ulang dan meningkatkan cara kerja perusahaan hingga ke depannya. Walaupun tentu saja terasa menyakitkan pada saat ini, terutama bagi mereka yang terkena dampak langsung. Namun, kami percaya bahwa ini akan menghasilkan organisasi teknis yang jauh lebih kuat, yang akan terus mempekerjakan beberapa talenta terbaik di seluruh dunia,&quot; ujar Perwakilan Uber.

PHK ini seiring dengan Uber melakukan pembekuan rekrutmen di beberapa departemen kantornya yang berlokasi di Amerika Serikat. Uber berupaya mengurangi beban operasional dan mendapatkan keuntungan untuk menenangkan kekhwatiran investor karena perusahaan ini terus merugi.
Sebagian besar PHK terjadi di kantor Amerika Serikat, sedangkan 15% di antaranya terjadi di kantor yang berlokasi di Asia dan Eropa.
Baca Juga: Uber Rugi USD1,8 Miliar pada 2018Berikut pernyataan lengkap Uber tentang PHK yang terjadi di hari Selasa: 
 
&quot;CEO kami telah mengajukan pertanyaan sederhana namun penting kepada  semua orang di tim manajemen kami: jika kami memulai dari awal, apakah  kami akan mendesain organisasi kami seperti saat ini? Setelah  mempertimbangkan dengan cermat, para pemimpin Teknik dan Produk kami  menyimpulkan jawaban atas pertanyaan ini dalam banyak hal adalah tidak.  Sebelumnya, untuk memenuhi permintaan startup yang tumbuh dengan sangat  cepat, kami merekrut dengan cepat dan dengan cara yang  terdesentralisasi. 
 
Meski hal memang mampu mendorong kinerja uber di masa lalu, namun  sekarang kami memiliki lebih dari 27.000 karyawan penuh waktu di  kota-kota di seluruh dunia. Kami perlu mengubah cara kami mendesain  organisasi kami: menjadi kecil,  terdiri dari tim yang berkinerja  tinggi, dengan mandat yang jelas, dan kemampuan untuk mengeksekusi lebih  cepat dari pesaing kita.

 
Hari ini, kami membuat beberapa perubahan untuk mengembalikan ke  jalur yang benar, termasuk mengurangi ukuran jumlah pekerja di beberapa  tim untuk memastikan kami memiliki staf yang sesuai dengan prioritas  utama kami. Ini adalah memang sangat sulit karena itu berarti beberapa  karyawan kami tidak lagi memiliki peran, khususnya sekitar 170 orang di  tim produk kami dan 265 orang di tim teknik, yang kira-kira 8% dari dua  tim tersebut. 
 
Harapan kami dengan perubahan ini adalah dapat mengatur ulang dan  meningkatkan cara kami bekerja hari demi hari terhadap prioritas, dan  selalu menganggap diri kami bertanggung jawab atas serangkaian kinerja  dan kelincahan yang tinggi. Meskipun tentu saja menyakitkan pada saat  ini, terutama bagi mereka yang terkena dampak langsung, kami percaya  bahwa ini akan menghasilkan organisasi teknis yang jauh lebih kuat, yang  akan terus mempekerjakan beberapa talenta terbaik di seluruh dunia&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
