<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ingin Ada Perbaikan Ekosistem Investasi</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pemerintah melakukan perbaikan ekosistem investasi secara maksimal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103574/jokowi-ingin-ada-perbaikan-ekosistem-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103574/jokowi-ingin-ada-perbaikan-ekosistem-investasi"/><item><title>Jokowi Ingin Ada Perbaikan Ekosistem Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103574/jokowi-ingin-ada-perbaikan-ekosistem-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103574/jokowi-ingin-ada-perbaikan-ekosistem-investasi</guid><pubDate>Rabu 11 September 2019 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103574/jokowi-ingin-ada-perbaikan-ekosistem-investasi-YtT5SpIuSL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103574/jokowi-ingin-ada-perbaikan-ekosistem-investasi-YtT5SpIuSL.jpeg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pemerintah melakukan perbaikan ekosistem investasi secara maksimal. Bahkan, dia mengajak jajarannya untuk menggelar rapat  dua kali dalam sepekan guna membahas persoalan ekosistem investasi tersebut.
&quot;Seminggu dua kali kita akan rapat khusus menyelesaikan yang berkaitan dengan perbaikan ekosistem investasi terus menerus sehingga betul-betul kita dapatkan putusan-putusam yang konkret sehingga perbaikan ekosistem investasi betul-betul kita peroleh,&quot; ujar Jokowi dalam ratas 'Perbaikan Ekosistem Investasi' di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Baca Juga: Fakta di Balik Kesalnya Jokowi soal Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam
Jokowi menerangkan bahwa hasil ratas pekan lalu telah memutuskan bahwa kementerian dan lembaga terutama yang berkaitan dengan ekonomi untuk menginventarisasi semua persoalan regulasi yang menghambat, hingga memperlambat investasi.
&quot;Selain itu saya juga minta agar setiap kementerian yang berhubungan dengan investasi menginventarisasi perusahaan-perusahan, kemarin sudah saya minta tapi saya ulang lagi, menginventarisasi perusahaan-perusahaan mancanegara yang sudah berkomitmen untuk menanamkan investasinya di negara kita namun terlambat realisasi karena mengalami kendala di lapangan sehingga belum terealisasi,&quot; ujarnya.
Baca Juga: 33 Perusahaan Asing Tak Lirik Indonesia, Menko Luhut: Kita Tiru Vietnam
Kepala Negara menekankan bahwa selama ini banyak perusahan asing yang ingin berinvestasi di Tanah Air namun selalu terkendala persoalan rumitnya perizinan.
&quot;Yang gede-gese banyak yang sedang-sedang lebih banyak. Tolong inventarisir semuanya. Dan saya minta dicek satu per satu masalahnya ada di mana. Sata minta dicek satu per satu masalahnya ada di mana. Segera dilakukan bottlenecking sehingga kita harus buka sumbatan apa yang menyebabkan itu tidak terealisasi,&quot; jelasnya.Jokowi juga mengingatkan bahwa pemerintah harus bekerja cepat dalam  memperbaiki ekosistem invetasinya agar bisa dilirik investor. Sehingga,  ia tak ingin adanya permasalahan yang justru datang dari regulasi itu  yang dibuat pemerintah.
&quot;Saya tahu dalam 5 tahun ini memang sudah ada peningkatan sehingga  daya saing kita naik, dan kita juga mulai penyederhanaan perizinan lewat  OSS, tapi dalam faktanya itu belum cukup. Tidak cukup!&quot; tegasnya.
Baca Juga: Kalah Saing dari Vietnam, Indonesia 'Sakitnya' Tuh di Sini
Jokowi ingin pemerintah bekerja lebih cepat lagi dalam memperbaiki  ekosistem investasi. Pasalnya, negara-negara pesaing lainnya telah  berbenah dan berlomba-lomba dalam menawarkan berbagai tawaran yang  menarik untuk berinvestasi.
&quot;Sehingga yang saya ceritakan kemarin 33 perusahaan tidak ada satupun  yang ke Indonesia itu saya kira ini menjadi catatan besar bagi kita.  Sampai saat ini saya masih sering menerima keluhan para investor yang  menghadapi kendala-kendala karena regulasi, perizinan berinvestasi di  negara kita yang betul-betul prosedural, terlalu banyak aturan, terlalu  banyak UU-nya, berbelit-berbelit,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pemerintah melakukan perbaikan ekosistem investasi secara maksimal. Bahkan, dia mengajak jajarannya untuk menggelar rapat  dua kali dalam sepekan guna membahas persoalan ekosistem investasi tersebut.
&quot;Seminggu dua kali kita akan rapat khusus menyelesaikan yang berkaitan dengan perbaikan ekosistem investasi terus menerus sehingga betul-betul kita dapatkan putusan-putusam yang konkret sehingga perbaikan ekosistem investasi betul-betul kita peroleh,&quot; ujar Jokowi dalam ratas 'Perbaikan Ekosistem Investasi' di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Baca Juga: Fakta di Balik Kesalnya Jokowi soal Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam
Jokowi menerangkan bahwa hasil ratas pekan lalu telah memutuskan bahwa kementerian dan lembaga terutama yang berkaitan dengan ekonomi untuk menginventarisasi semua persoalan regulasi yang menghambat, hingga memperlambat investasi.
&quot;Selain itu saya juga minta agar setiap kementerian yang berhubungan dengan investasi menginventarisasi perusahaan-perusahan, kemarin sudah saya minta tapi saya ulang lagi, menginventarisasi perusahaan-perusahaan mancanegara yang sudah berkomitmen untuk menanamkan investasinya di negara kita namun terlambat realisasi karena mengalami kendala di lapangan sehingga belum terealisasi,&quot; ujarnya.
Baca Juga: 33 Perusahaan Asing Tak Lirik Indonesia, Menko Luhut: Kita Tiru Vietnam
Kepala Negara menekankan bahwa selama ini banyak perusahan asing yang ingin berinvestasi di Tanah Air namun selalu terkendala persoalan rumitnya perizinan.
&quot;Yang gede-gese banyak yang sedang-sedang lebih banyak. Tolong inventarisir semuanya. Dan saya minta dicek satu per satu masalahnya ada di mana. Sata minta dicek satu per satu masalahnya ada di mana. Segera dilakukan bottlenecking sehingga kita harus buka sumbatan apa yang menyebabkan itu tidak terealisasi,&quot; jelasnya.Jokowi juga mengingatkan bahwa pemerintah harus bekerja cepat dalam  memperbaiki ekosistem invetasinya agar bisa dilirik investor. Sehingga,  ia tak ingin adanya permasalahan yang justru datang dari regulasi itu  yang dibuat pemerintah.
&quot;Saya tahu dalam 5 tahun ini memang sudah ada peningkatan sehingga  daya saing kita naik, dan kita juga mulai penyederhanaan perizinan lewat  OSS, tapi dalam faktanya itu belum cukup. Tidak cukup!&quot; tegasnya.
Baca Juga: Kalah Saing dari Vietnam, Indonesia 'Sakitnya' Tuh di Sini
Jokowi ingin pemerintah bekerja lebih cepat lagi dalam memperbaiki  ekosistem investasi. Pasalnya, negara-negara pesaing lainnya telah  berbenah dan berlomba-lomba dalam menawarkan berbagai tawaran yang  menarik untuk berinvestasi.
&quot;Sehingga yang saya ceritakan kemarin 33 perusahaan tidak ada satupun  yang ke Indonesia itu saya kira ini menjadi catatan besar bagi kita.  Sampai saat ini saya masih sering menerima keluhan para investor yang  menghadapi kendala-kendala karena regulasi, perizinan berinvestasi di  negara kita yang betul-betul prosedural, terlalu banyak aturan, terlalu  banyak UU-nya, berbelit-berbelit,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
