<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Beri Isyarat Ada Kompensasi Lanjutan untuk Korban Tumpahan Minyak Karawang</title><description>PT Pertamina (Persero) menyebut akan ada pembayaran kompensasi lanjutan  kepada para korban yang terkena pencemaran tumpahan minyak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103691/pertamina-beri-isyarat-ada-kompensasi-lanjutan-untuk-korban-tumpahan-minyak-karawang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103691/pertamina-beri-isyarat-ada-kompensasi-lanjutan-untuk-korban-tumpahan-minyak-karawang"/><item><title>Pertamina Beri Isyarat Ada Kompensasi Lanjutan untuk Korban Tumpahan Minyak Karawang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103691/pertamina-beri-isyarat-ada-kompensasi-lanjutan-untuk-korban-tumpahan-minyak-karawang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/11/320/2103691/pertamina-beri-isyarat-ada-kompensasi-lanjutan-untuk-korban-tumpahan-minyak-karawang</guid><pubDate>Rabu 11 September 2019 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103691/pertamina-beri-isyarat-ada-kompensasi-lanjutan-untuk-korban-tumpahan-minyak-karawang-5hFHqf6pjV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung Pertamina (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/11/320/2103691/pertamina-beri-isyarat-ada-kompensasi-lanjutan-untuk-korban-tumpahan-minyak-karawang-5hFHqf6pjV.jpg</image><title>Gedung Pertamina (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyebut akan ada pembayaran kompensasi lanjutan kepada para korban yang terkena pencemaran tumpahan minyak di sumur YYA-1 milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pemberian kompensasi ganti rugi ini akan terus dilakukan hingga sumur minyak bisa kembali ditutup. Karena jika penanganan belum selesai sepenuhnya bisa saja peneriman kompensasi akan teus bertambah seiring meluasnya pencemaran minyak ini
 
&amp;nbsp;Baca juga: Seperti di Balikpapan, Pertamina Bisa Digugat soal Tumpahan Minyak Karawang?
&amp;ldquo;Ya mungkin karena kan tergantung bagaimana oil spill ini ke depannya,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
&amp;nbsp;
Oleh karenannya, pihaknya menargetkan penutupan sumur bisa dilakukan dalam sebulan kedepan. Tepatnya pada 8 Oktober 2019 mendatang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: DPR Panggil ESDM hingga Pertamina Bahas Tumpahan Minyak di Karawang
&amp;ldquo;Intinya penutupan sumur tersebut kami estimasikan paling lama 8 oktober,&amp;rdquo; ucapnya.

Lagi pula pihaknya masih melakukan penghitungan terhadap jumlah warga yang terkena dampak. Termasuk mendata ulang agar tak ada warga yang mendapatkan kompensasi double.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dikawal TNI, Pertamina Kembali Salurkan BBM ke Jayapura
&amp;ldquo;Pertama kan pendataan, ada juga yang gak terverifikasi, ada yang double namanya kita lihat dari ktp dan sebagainya, kita gunakan bank himbara dengan metode cashless sehingga metode screening itu bisa dilakukan. Kemudian knp ini tahap pertama karena sumber oil spill belum tertutup sempurna masih on progress,&amp;rdquo; jelasnya.

Fajriyah menambahkan, mengenai skema penghitungan pemberian kompensasi ini berdasarkan masukan dari berbagai pihak. Termasuk mempertimbangkan Upah Minimu Regional yang berlaku di daerah tersebut.

&amp;ldquo;Ya ada lah formula2nya dan jyga kesepakatan beberapa pihak. Ya disamaratakan. Tapi Memang ini adalah gabungan antara formula-formula kita dibantu IPB, KKP, KLHK dan Pemda setempat dan memang angka itu yang disepakati jadi ini sudah suatu kesepakatan,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;.Asal tahu saja, sebelumnya PT Pertamina Hulu Energi melalui anak  usahannya PHE Offshoee North West Java (ONWJ) memberikan kompensasi  tahap awal kepada warga yang terdampak tumpahan minyak YYA-1. Sebagai  tahap awal, pemberian kompensasi ini diberikan kepada 10.271 warga di  Kabupaten Karawang yang terdampak dan sudah terverifikasi.

Adapun total dana untuk pembayaran kompensasi tahap awal sebesar  Rp18,54 miliar. Secara berkelanjutan pembayaran akan dilakukan di area  terdampak lainnya.

Adapun mekanisme pembayaran kompensasi tahap awal akan melibatkan  Himpunan Bank Negara (HIMBARA), yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI yang  dilaksanakan pada 11 September, dimulai dari Desa Sedari, Kecamatan  Cibuaya dan Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya.

&amp;ldquo;Kenapa kita bilang tahap pertama karena pertama kita sudah hampir  dua bulan. Saat ini proses finalisasi formulasi masih terus berjalan.  Dan juga sumber oil spill belum tertutup artinya oil spill akan ada  terus, tapi kan intinya tanggung jawab kita akan ditunaikan terlebih  dahulu,&amp;rdquo; jelasnya</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyebut akan ada pembayaran kompensasi lanjutan kepada para korban yang terkena pencemaran tumpahan minyak di sumur YYA-1 milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, pemberian kompensasi ganti rugi ini akan terus dilakukan hingga sumur minyak bisa kembali ditutup. Karena jika penanganan belum selesai sepenuhnya bisa saja peneriman kompensasi akan teus bertambah seiring meluasnya pencemaran minyak ini
 
&amp;nbsp;Baca juga: Seperti di Balikpapan, Pertamina Bisa Digugat soal Tumpahan Minyak Karawang?
&amp;ldquo;Ya mungkin karena kan tergantung bagaimana oil spill ini ke depannya,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
&amp;nbsp;
Oleh karenannya, pihaknya menargetkan penutupan sumur bisa dilakukan dalam sebulan kedepan. Tepatnya pada 8 Oktober 2019 mendatang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: DPR Panggil ESDM hingga Pertamina Bahas Tumpahan Minyak di Karawang
&amp;ldquo;Intinya penutupan sumur tersebut kami estimasikan paling lama 8 oktober,&amp;rdquo; ucapnya.

Lagi pula pihaknya masih melakukan penghitungan terhadap jumlah warga yang terkena dampak. Termasuk mendata ulang agar tak ada warga yang mendapatkan kompensasi double.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dikawal TNI, Pertamina Kembali Salurkan BBM ke Jayapura
&amp;ldquo;Pertama kan pendataan, ada juga yang gak terverifikasi, ada yang double namanya kita lihat dari ktp dan sebagainya, kita gunakan bank himbara dengan metode cashless sehingga metode screening itu bisa dilakukan. Kemudian knp ini tahap pertama karena sumber oil spill belum tertutup sempurna masih on progress,&amp;rdquo; jelasnya.

Fajriyah menambahkan, mengenai skema penghitungan pemberian kompensasi ini berdasarkan masukan dari berbagai pihak. Termasuk mempertimbangkan Upah Minimu Regional yang berlaku di daerah tersebut.

&amp;ldquo;Ya ada lah formula2nya dan jyga kesepakatan beberapa pihak. Ya disamaratakan. Tapi Memang ini adalah gabungan antara formula-formula kita dibantu IPB, KKP, KLHK dan Pemda setempat dan memang angka itu yang disepakati jadi ini sudah suatu kesepakatan,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;.Asal tahu saja, sebelumnya PT Pertamina Hulu Energi melalui anak  usahannya PHE Offshoee North West Java (ONWJ) memberikan kompensasi  tahap awal kepada warga yang terdampak tumpahan minyak YYA-1. Sebagai  tahap awal, pemberian kompensasi ini diberikan kepada 10.271 warga di  Kabupaten Karawang yang terdampak dan sudah terverifikasi.

Adapun total dana untuk pembayaran kompensasi tahap awal sebesar  Rp18,54 miliar. Secara berkelanjutan pembayaran akan dilakukan di area  terdampak lainnya.

Adapun mekanisme pembayaran kompensasi tahap awal akan melibatkan  Himpunan Bank Negara (HIMBARA), yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI yang  dilaksanakan pada 11 September, dimulai dari Desa Sedari, Kecamatan  Cibuaya dan Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya.

&amp;ldquo;Kenapa kita bilang tahap pertama karena pertama kita sudah hampir  dua bulan. Saat ini proses finalisasi formulasi masih terus berjalan.  Dan juga sumber oil spill belum tertutup artinya oil spill akan ada  terus, tapi kan intinya tanggung jawab kita akan ditunaikan terlebih  dahulu,&amp;rdquo; jelasnya</content:encoded></item></channel></rss>
