<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Bentuk Pesawat R80 Impian BJ Habibie</title><description>Pengetahuan Habibie tentang pesawat terbang memberikan sumbangsih pada industri penerbangan Indonesia dengan melahirkan R80.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/12/320/2103939/begini-bentuk-pesawat-r80-impian-bj-habibie</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/12/320/2103939/begini-bentuk-pesawat-r80-impian-bj-habibie"/><item><title>Begini Bentuk Pesawat R80 Impian BJ Habibie</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/12/320/2103939/begini-bentuk-pesawat-r80-impian-bj-habibie</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/12/320/2103939/begini-bentuk-pesawat-r80-impian-bj-habibie</guid><pubDate>Kamis 12 September 2019 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/12/320/2103939/begini-bentuk-pesawat-r80-impian-bj-habibie-cyBPHiwryV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Miniatur Pesawat R80 (Foto: Okezone.com/Instragam @pesawatr80)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/12/320/2103939/begini-bentuk-pesawat-r80-impian-bj-habibie-cyBPHiwryV.jpg</image><title>Miniatur Pesawat R80 (Foto: Okezone.com/Instragam @pesawatr80)</title></images><description>JAKARTA - Pesawat R80 merupakan bagian dari perjalanan kedirgantaraan Bacharudin Jusuf Habibie. Pengetahuannya tentang pesawat terbang memberikan sumbangsih pada industri penerbangan Indonesia dengan melahirkan R80.
Habibie merancang R80 menjadi jenis pesawat baling-baling untuk penerbangan jarak pendek dengan landasan yang pendek. Jadi, pesawat tersebut sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Pesawat itu direncanakan mulai terbang pada tahun 2022 dengan diproduksi oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), perusahaan yang dibentuk oleh Habibie bersama anak pertamanya, Ilham Habibie. PT Dirgantara Indonesia (DI) juga akan berkonstribusi dengan membuat sebagian komponen R80.
Pembuatan prototipe pesawat tersebut membutuhkan dana USD1,6 miliar atau sekitar Rp20 triliun. Ini bukan hanya untuk pesawat, melainkan juga pabriknya.

Sebenarnya Indonesia sudah memiliki pengalaman membuat pesawat, yaitu N250 sekitar tahun 1990 dengan kemampuan membawa 50 penumpang. Bisa dikatakan, N250 merupakan kakak dari R80, lantaran pesawat terbaru ini ukurannya lebih besar 60% dan mampu menampung 80-90 penumpang.
Baca Juga: Petugas TMP Kalibata Ungkap Habibie Kerap Ziarah ke Makam Ainun Setiap JumatSelain menyasar industri penerbangan di Indonesia, R80 direncanakan  menyasar industri penerbangan di negara-negara Afrika dan Amerika Latin  yang memang memerlukan wahana transportasi udara jarak pendek.
Pemerintah juga sudah mulai memperkenalkan R80 sejak Juni 2017 ke  berbagai negara, diantaranya yang berada di Eropa. Pada akhirnya membuat  dua perusahaan asal Italia, Leonardo Aerostructures Division dan LAER  untuk ikut dalam pengembangan dan pembuatan komponen aerostruktur utama  R80.

R80 juga masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui  terbitnya Peraturan Presiden (Pespres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang  Proyek Strategis Nasional.
&amp;ldquo;Indonesia selama dua generasi ini telah memiliki ribuan orang  berkemampuan di bidang pesawat. Namun, kekurangannya adalah tidak  memiliki proyek,&amp;rdquo; ujar Ilham Habibie yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) di Karanganyar, Jawa Tengah, pada April 2018 lalu.

Menurut Ilham, produk pesawat R80 menjadi pilihan karena di kelas  yang sama tidak ada pesaing. Pesawat juga mampu membawa 80-90 penumpang,  namun tetap menggunakan baling-baling.
Saat itu Ilham mengatakan, meski R80 baru dalam tahap desain, pemesanan pesawat dari Indonesia bahkan sudah mencapai 155 unit. Itu pula yang menjadi dasar keyakinannya bahwa proyek tersebut layak dan diperlukan.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pasar terbesar di dunia adalah negara kita sendiri,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Rahasia BJ Habibie Kuatkan Rupiah, dari Rp15.000 Jadi Rp6.500/USD </description><content:encoded>JAKARTA - Pesawat R80 merupakan bagian dari perjalanan kedirgantaraan Bacharudin Jusuf Habibie. Pengetahuannya tentang pesawat terbang memberikan sumbangsih pada industri penerbangan Indonesia dengan melahirkan R80.
Habibie merancang R80 menjadi jenis pesawat baling-baling untuk penerbangan jarak pendek dengan landasan yang pendek. Jadi, pesawat tersebut sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Pesawat itu direncanakan mulai terbang pada tahun 2022 dengan diproduksi oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), perusahaan yang dibentuk oleh Habibie bersama anak pertamanya, Ilham Habibie. PT Dirgantara Indonesia (DI) juga akan berkonstribusi dengan membuat sebagian komponen R80.
Pembuatan prototipe pesawat tersebut membutuhkan dana USD1,6 miliar atau sekitar Rp20 triliun. Ini bukan hanya untuk pesawat, melainkan juga pabriknya.

Sebenarnya Indonesia sudah memiliki pengalaman membuat pesawat, yaitu N250 sekitar tahun 1990 dengan kemampuan membawa 50 penumpang. Bisa dikatakan, N250 merupakan kakak dari R80, lantaran pesawat terbaru ini ukurannya lebih besar 60% dan mampu menampung 80-90 penumpang.
Baca Juga: Petugas TMP Kalibata Ungkap Habibie Kerap Ziarah ke Makam Ainun Setiap JumatSelain menyasar industri penerbangan di Indonesia, R80 direncanakan  menyasar industri penerbangan di negara-negara Afrika dan Amerika Latin  yang memang memerlukan wahana transportasi udara jarak pendek.
Pemerintah juga sudah mulai memperkenalkan R80 sejak Juni 2017 ke  berbagai negara, diantaranya yang berada di Eropa. Pada akhirnya membuat  dua perusahaan asal Italia, Leonardo Aerostructures Division dan LAER  untuk ikut dalam pengembangan dan pembuatan komponen aerostruktur utama  R80.

R80 juga masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui  terbitnya Peraturan Presiden (Pespres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang  Proyek Strategis Nasional.
&amp;ldquo;Indonesia selama dua generasi ini telah memiliki ribuan orang  berkemampuan di bidang pesawat. Namun, kekurangannya adalah tidak  memiliki proyek,&amp;rdquo; ujar Ilham Habibie yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) di Karanganyar, Jawa Tengah, pada April 2018 lalu.

Menurut Ilham, produk pesawat R80 menjadi pilihan karena di kelas  yang sama tidak ada pesaing. Pesawat juga mampu membawa 80-90 penumpang,  namun tetap menggunakan baling-baling.
Saat itu Ilham mengatakan, meski R80 baru dalam tahap desain, pemesanan pesawat dari Indonesia bahkan sudah mencapai 155 unit. Itu pula yang menjadi dasar keyakinannya bahwa proyek tersebut layak dan diperlukan.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pasar terbesar di dunia adalah negara kita sendiri,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Rahasia BJ Habibie Kuatkan Rupiah, dari Rp15.000 Jadi Rp6.500/USD </content:encoded></item></channel></rss>
