<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Masa Jabatan Habis, Ini Gaya Pamitan Para Menteri Ekonomi</title><description>Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla akan segera berakhir pada Oktober 2019 mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/14/320/2104615/jelang-masa-jabatan-habis-ini-gaya-pamitan-para-menteri-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/14/320/2104615/jelang-masa-jabatan-habis-ini-gaya-pamitan-para-menteri-ekonomi"/><item><title>Jelang Masa Jabatan Habis, Ini Gaya Pamitan Para Menteri Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/14/320/2104615/jelang-masa-jabatan-habis-ini-gaya-pamitan-para-menteri-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/14/320/2104615/jelang-masa-jabatan-habis-ini-gaya-pamitan-para-menteri-ekonomi</guid><pubDate>Sabtu 14 September 2019 06:08 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/13/320/2104615/jelang-masa-jabatan-habis-ini-gaya-pamitan-para-menteri-ekonomi-0VvOHwhyQo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo dan Menteri Kabinet Kerja 2014-2019 (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/13/320/2104615/jelang-masa-jabatan-habis-ini-gaya-pamitan-para-menteri-ekonomi-0VvOHwhyQo.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo dan Menteri Kabinet Kerja 2014-2019 (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla akan segera berakhir pada Oktober 2019 mendatang. Hal itu juga sekaligus menandai berakhirnya Kabinet Kerja Jilid I.
Jokowi memang akan melanjutkan kepemimpinannya bersama Ma'ruf Amin di periode kedua tahun 2019-2024. Pelantikan untuk Kabinet Kerja Jilid II pun akan dilakukan pada 20 Oktober 2019.
Dalam masa transisi ini sejumlah Menteri Ekonomi pun menyampaikan perpisahan. Mengingat, belum ada kepastian apakah mereka melanjutkan kepemimpinan di periode kedua atau tidak.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/12/07/45308/234472_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bahas Persiapan Pilkada Serentak, Presiden Joko Widodo Gelar Sidang Kabinet Paripurna&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kedua yang telah menyampaikan perpisahan adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Mereka menyatakan, di masa-masa jabatan yang akan berakhir di Oktober 2019 akan terus bekerja secara maksimal untuk negara dan masyarakat.
Berikut perpisahan Luhut dan Susi yang dirangkum oleh Okezone, Sabtu (14/9/2019).
1. Menteri Koordinatir Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan 
Luhut mengungkapkan perpisahan saat sedang melakukan rapat kerja bersama. Memang, masa kerja kedua pihak akan segera berakhir pada Oktober 2019 mendatang.
Jika pelantikan Kabinet Kerja Jilid II akan dilakukan pada 20 Oktober 2019, sedangkan masa kerja anggota DPR juga akan segera digantikan dengan anggota yang baru terpilih pada 1 Oktober 2019 mendatang.
&quot;Saya kira di antara Bapak Ibu masih ada yang akan terus berlanjut (sebagai anggota DPR RI) di 2019-2024 dan ada juga yang tidak. Begitu juga dengan di posisi kami,&quot; ujar Luhut kepada anggota Banggar DPR RI dalam raker di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin 9 September 2019.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/09/48947/249098_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi-JK Pimpin Sidang Kabinet Bahas Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dalam kesempatan itu, Luhut pun menyatakan perpisahan dengan mengungkapkan rasa terimakasih karena sudah bermitra dengan Kemenko Kemaritiman. Begitu pula permintaan maaf turut dilontarkan oleh Luhut.
&quot;Yang kami hormati Bapak Ibu sekalian, karena ini kan pertemuan terakhir, sekaligus dalam kesempatan baik ini saya mengucapkan terimakasih telah menjadi mitra kerja kami selama ini. Dan dari lubuk hati paling dalam saya minta maaf kalau dari kami dirasa ada yang kurang (berkenan) kepada bapak ibu sekalian,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Soal Ibu Kota Baru, Menko Luhut: Kalau Tak Mau Pro Kontra ke Surga Aja
Dia meminta untuk bisa tetap menjaga silahturahmi ke depannya, meski terjadi pergantian, sehingga relasi yang baik pun bisa terus tercipta di antara satu sama lain.
&quot;Tapi silahturahmi diharapkan tetap dipelihara. Jadi jangan berhenti hanya karena pertemuan di ruangan ini saja,&quot; katanya.2. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Perpisahan Susi diungkapkan saat memberikan sambutan dalam pelantikan  Agus Suherman sebagai Direktur Jendral Penguatan Daya Saing Produk  Kelautan dan Periklanan (PDSPKP) pada Senin 9 September 2019. Pelantikan  ini dilakukan untuk mengisi Jabatan Tinggi Pimpinan Madya PDSPKP yang  telah kosong beberapa waktu terakhir.
Dalam kesempatan itu, Susi menyinggung perihal masa jabatannya  sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang akan berakhir Oktober  mendatang atau sekitar 6 minggu lagi. Sebagai orang luar (bukan PNS)  yang masuk ke KKP, mencoba menjalankan tugas dengan segala pengalaman  dan pengetahuannya, Menteri Susi menyadari tentu ia tak luput dari  kekurangan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/16/53734/271296_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Susi Pudjiastuti Resmikan Wisata Bawah Laut di Jakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, sebelum masa jabatan periode 2014-2019 ini berakhir,  dia memohon maaf atas segala kesalahan, kekurangan, dan kekhilafannya.
&amp;ldquo;Saya berharap, waktu 6 minggu ini tidak merubah suasana kita  bekerja. Kita harus selesaikan sampai hari terakhir. Sampai jam terakhir  saya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, saya ingin semua  tetap solid, kompak, melakukan pekerjaannya sesuai dengan arahan dan  rencana-rencana yang saya dan Bapak Ibu bicarakan bersama. Tetap  Bersama. Jangan sampai, ah menterinya 6 minggu lagi juga sudah pergi.  Janganlah. Berikan 6 minggu itu segala kekompakan, segala effort yang  Anda bisa untuk menyelesaikan PR-PR kita bersama,&amp;rdquo; pesannya seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa 10 September 2019.
Baca Juga: Menteri Susi Harapkan LIPI Dukung Keberlanjutan Laut dan Perikanan Lewat Riset
Sebagai sebuah departemen dan regulator/pembuat aturan, meski tak  bisa meninggalkan harta, Menteri Susi ingin agar pejabat KKP dapat  mewariskan sebuah tatanan untuk masyarakat sipil di bidang kelautan dan  perikanan.
Menurutnya, tidak ada yang lebih baik daripada sebuah tatanan, tata  kelola sumber daya alam yang berpihak kepada masyarakat, sesuai dengan  amanah Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, di mana sumber daya alam  dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Ini adalah tugas,  kewajiban, tanggung jawab, dan amanah yang diberikan oleh negara yang  wajib dilaksanakan para pejabat negara.</description><content:encoded>JAKARTA - Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla akan segera berakhir pada Oktober 2019 mendatang. Hal itu juga sekaligus menandai berakhirnya Kabinet Kerja Jilid I.
Jokowi memang akan melanjutkan kepemimpinannya bersama Ma'ruf Amin di periode kedua tahun 2019-2024. Pelantikan untuk Kabinet Kerja Jilid II pun akan dilakukan pada 20 Oktober 2019.
Dalam masa transisi ini sejumlah Menteri Ekonomi pun menyampaikan perpisahan. Mengingat, belum ada kepastian apakah mereka melanjutkan kepemimpinan di periode kedua atau tidak.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/12/07/45308/234472_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bahas Persiapan Pilkada Serentak, Presiden Joko Widodo Gelar Sidang Kabinet Paripurna&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kedua yang telah menyampaikan perpisahan adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Mereka menyatakan, di masa-masa jabatan yang akan berakhir di Oktober 2019 akan terus bekerja secara maksimal untuk negara dan masyarakat.
Berikut perpisahan Luhut dan Susi yang dirangkum oleh Okezone, Sabtu (14/9/2019).
1. Menteri Koordinatir Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan 
Luhut mengungkapkan perpisahan saat sedang melakukan rapat kerja bersama. Memang, masa kerja kedua pihak akan segera berakhir pada Oktober 2019 mendatang.
Jika pelantikan Kabinet Kerja Jilid II akan dilakukan pada 20 Oktober 2019, sedangkan masa kerja anggota DPR juga akan segera digantikan dengan anggota yang baru terpilih pada 1 Oktober 2019 mendatang.
&quot;Saya kira di antara Bapak Ibu masih ada yang akan terus berlanjut (sebagai anggota DPR RI) di 2019-2024 dan ada juga yang tidak. Begitu juga dengan di posisi kami,&quot; ujar Luhut kepada anggota Banggar DPR RI dalam raker di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin 9 September 2019.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/09/48947/249098_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi-JK Pimpin Sidang Kabinet Bahas Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dalam kesempatan itu, Luhut pun menyatakan perpisahan dengan mengungkapkan rasa terimakasih karena sudah bermitra dengan Kemenko Kemaritiman. Begitu pula permintaan maaf turut dilontarkan oleh Luhut.
&quot;Yang kami hormati Bapak Ibu sekalian, karena ini kan pertemuan terakhir, sekaligus dalam kesempatan baik ini saya mengucapkan terimakasih telah menjadi mitra kerja kami selama ini. Dan dari lubuk hati paling dalam saya minta maaf kalau dari kami dirasa ada yang kurang (berkenan) kepada bapak ibu sekalian,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Soal Ibu Kota Baru, Menko Luhut: Kalau Tak Mau Pro Kontra ke Surga Aja
Dia meminta untuk bisa tetap menjaga silahturahmi ke depannya, meski terjadi pergantian, sehingga relasi yang baik pun bisa terus tercipta di antara satu sama lain.
&quot;Tapi silahturahmi diharapkan tetap dipelihara. Jadi jangan berhenti hanya karena pertemuan di ruangan ini saja,&quot; katanya.2. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Perpisahan Susi diungkapkan saat memberikan sambutan dalam pelantikan  Agus Suherman sebagai Direktur Jendral Penguatan Daya Saing Produk  Kelautan dan Periklanan (PDSPKP) pada Senin 9 September 2019. Pelantikan  ini dilakukan untuk mengisi Jabatan Tinggi Pimpinan Madya PDSPKP yang  telah kosong beberapa waktu terakhir.
Dalam kesempatan itu, Susi menyinggung perihal masa jabatannya  sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang akan berakhir Oktober  mendatang atau sekitar 6 minggu lagi. Sebagai orang luar (bukan PNS)  yang masuk ke KKP, mencoba menjalankan tugas dengan segala pengalaman  dan pengetahuannya, Menteri Susi menyadari tentu ia tak luput dari  kekurangan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/16/53734/271296_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Susi Pudjiastuti Resmikan Wisata Bawah Laut di Jakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, sebelum masa jabatan periode 2014-2019 ini berakhir,  dia memohon maaf atas segala kesalahan, kekurangan, dan kekhilafannya.
&amp;ldquo;Saya berharap, waktu 6 minggu ini tidak merubah suasana kita  bekerja. Kita harus selesaikan sampai hari terakhir. Sampai jam terakhir  saya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, saya ingin semua  tetap solid, kompak, melakukan pekerjaannya sesuai dengan arahan dan  rencana-rencana yang saya dan Bapak Ibu bicarakan bersama. Tetap  Bersama. Jangan sampai, ah menterinya 6 minggu lagi juga sudah pergi.  Janganlah. Berikan 6 minggu itu segala kekompakan, segala effort yang  Anda bisa untuk menyelesaikan PR-PR kita bersama,&amp;rdquo; pesannya seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa 10 September 2019.
Baca Juga: Menteri Susi Harapkan LIPI Dukung Keberlanjutan Laut dan Perikanan Lewat Riset
Sebagai sebuah departemen dan regulator/pembuat aturan, meski tak  bisa meninggalkan harta, Menteri Susi ingin agar pejabat KKP dapat  mewariskan sebuah tatanan untuk masyarakat sipil di bidang kelautan dan  perikanan.
Menurutnya, tidak ada yang lebih baik daripada sebuah tatanan, tata  kelola sumber daya alam yang berpihak kepada masyarakat, sesuai dengan  amanah Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, di mana sumber daya alam  dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Ini adalah tugas,  kewajiban, tanggung jawab, dan amanah yang diberikan oleh negara yang  wajib dilaksanakan para pejabat negara.</content:encoded></item></channel></rss>
