<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Kilang Minyak Aramco Diserang Drone, Arab Pangkas Produksi Migas</title><description>Arab Saudi memangkas produksi minyak dan gas menyusul serangan pesawat tanpa awak terhadap dua fasilitas minyak Aramco.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/15/320/2105026/dua-kilang-minyak-aramco-diserang-drone-arab-pangkas-produksi-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/15/320/2105026/dua-kilang-minyak-aramco-diserang-drone-arab-pangkas-produksi-migas"/><item><title>Dua Kilang Minyak Aramco Diserang Drone, Arab Pangkas Produksi Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/15/320/2105026/dua-kilang-minyak-aramco-diserang-drone-arab-pangkas-produksi-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/15/320/2105026/dua-kilang-minyak-aramco-diserang-drone-arab-pangkas-produksi-migas</guid><pubDate>Minggu 15 September 2019 12:01 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/15/320/2105026/dua-kilang-minyak-aramco-diserang-drone-arab-pangkas-produksi-migas-k5tiR84Tvt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dua Kilang Minyak Saudi Aramco Diserang Drone (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/15/320/2105026/dua-kilang-minyak-aramco-diserang-drone-arab-pangkas-produksi-migas-k5tiR84Tvt.jpg</image><title>Dua Kilang Minyak Saudi Aramco Diserang Drone (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Arab Saudi memangkas produksi minyak dan gas menyusul serangan pesawat tanpa awak terhadap dua fasilitas minyak utamanya, yang dijalankan oleh perusahaan milik negara Aramco.

Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan serangan tersebut telah mengurangi produksi minyak mentah sebesar 5,7 juta barel per hari, sekitar setengah dari produksi kerajaan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Minyak Naik Pasca-Pompa Minyak Arab Saudi Diserang Drone Peledak
Seorang juru bicara pemberontak Yaman Houthi mengatakan telah mengerahkan 10 pesawat tanpa awak atau dron dalam serangan itu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan ini, mengatakan tidak ada bukti bahwa serangan berasal dari Yaman.
&amp;nbsp;Baca Juga: Serangan Drone Kembali Ledakkan Tripoli Libya
Saudi memimpin koalisi militer disokong Barat yang mendukung pemerintah Yaman, sementara Iran mendukung kelompok pemberontak Houthi.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Pangeran Abdulaziz mengatakan serangan itu &quot;mengakibatkan produksi di pabrik Abqaiq dan Khurais dihentikan sementara&quot;.
&amp;nbsp;Dia mengatakan bahwa sebagian dari kekurangan itu akan dikompensasi dengan menggunakan stok minyak Aramco.

Situasi di kedua fasilitas terkendali, kata CEO Aramco Amin Nasser.  Ia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam  serangan tersebut.
&amp;nbsp;
Dalam sebuah twit, Mike Pompeo menggambarkan serangan tersebut  sebagai &quot;serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan  energi dunia&quot;.

&quot;Kami berseru kepada semua negara untuk secara terbuka dan tegas mengecam serangan Iran,&quot; Pompeo menambahkan.

AS akan bekerja dengan sekutunya untuk memastikan pasar energi tetap  tersuplai dengan baik dan &quot;Iran bertanggung jawab atas agresinya&quot;,  imbuhnya.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak tahun lalu Presiden  Trump menarik Amerika mundur dari kesepakatan yang membatasi kegiatan  nuklir Iran, dan menerapkan kembali sanksi.
Juru bicara Houthi, Yahya Sarea, mengatakan kepada TV al-Masirah,   yang dimiliki oleh gerakan Houthi dan berbasis di Beirut, bahwa Saudi   bisa mengharapkan serangan lebih lanjut di masa depan.

Dia berkata bahwa serangan pada hari Sabtu adalah salah satu operasi   terbesar yang pernah dilakukan pasukan Houthi di Arab Saudi, dan bisa   terlaksana berkat &quot;kerja sama dengan orang-orang terhormat di dalam   kerajaan&quot;.
&amp;nbsp;
Siaran televisi menunjukkan kobaran api besar di Abqaiq, situs pabrik   pengolahan minyak terbesar Aramco, sementara serangan dron kedua   menyulut kebakaran di ladang minyak Khurais. Demikian dikutip BBC Indonesia, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

&quot;Pada pukul 04:00 (08:00 WIB), tim keamanan Aramco mulai menangani   kebakaran di dua fasilitasnya di Abqaiq dan Khura sebagai akibat dari   serangan dron,&quot; lapor Saudi Press Agency (SPA) melaporkan.

&quot;Kedua kebakaran telah dikendalikan.&quot;
Belakangan, SPA melaporkan bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin    Salman telah berkata kepada Presiden AS Donald Trump dalam percakapan    telepon bahwa kerajaan itu &quot;siap dan mampu untuk menghadapi dan    menangani agresi teroris ini&quot;.

Gedung Putih mengatakan Trump telah menawarkan dukungan AS untuk membantu Arab Saudi mempertahankan diri.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, utusan PBB untuk Yaman, Martin    Griffiths, menyebut serangan ini &quot;sangat mengkhawatirkan&quot; dan menyerukan    semua pihak dalam konflik Yaman untuk menahan diri.

Abqaiq berjarak sekitar 60 km arah barat daya dari Dhahran di    Provinsi Timur Arab Saudi, sementara Khurais, sekitar 200 km lebih jauh    ke barat daya, merupakan lokasi ladang minyak terbesar kedua di negara    itu.

Pasukan keamanan Saudi menggagalkan upaya al-Qaeda untuk menyerang fasilitas Abqaiq dengan bom bunuh diri pada tahun 2006.
</description><content:encoded>JAKARTA - Arab Saudi memangkas produksi minyak dan gas menyusul serangan pesawat tanpa awak terhadap dua fasilitas minyak utamanya, yang dijalankan oleh perusahaan milik negara Aramco.

Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan serangan tersebut telah mengurangi produksi minyak mentah sebesar 5,7 juta barel per hari, sekitar setengah dari produksi kerajaan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Minyak Naik Pasca-Pompa Minyak Arab Saudi Diserang Drone Peledak
Seorang juru bicara pemberontak Yaman Houthi mengatakan telah mengerahkan 10 pesawat tanpa awak atau dron dalam serangan itu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan ini, mengatakan tidak ada bukti bahwa serangan berasal dari Yaman.
&amp;nbsp;Baca Juga: Serangan Drone Kembali Ledakkan Tripoli Libya
Saudi memimpin koalisi militer disokong Barat yang mendukung pemerintah Yaman, sementara Iran mendukung kelompok pemberontak Houthi.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Pangeran Abdulaziz mengatakan serangan itu &quot;mengakibatkan produksi di pabrik Abqaiq dan Khurais dihentikan sementara&quot;.
&amp;nbsp;Dia mengatakan bahwa sebagian dari kekurangan itu akan dikompensasi dengan menggunakan stok minyak Aramco.

Situasi di kedua fasilitas terkendali, kata CEO Aramco Amin Nasser.  Ia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam  serangan tersebut.
&amp;nbsp;
Dalam sebuah twit, Mike Pompeo menggambarkan serangan tersebut  sebagai &quot;serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan  energi dunia&quot;.

&quot;Kami berseru kepada semua negara untuk secara terbuka dan tegas mengecam serangan Iran,&quot; Pompeo menambahkan.

AS akan bekerja dengan sekutunya untuk memastikan pasar energi tetap  tersuplai dengan baik dan &quot;Iran bertanggung jawab atas agresinya&quot;,  imbuhnya.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak tahun lalu Presiden  Trump menarik Amerika mundur dari kesepakatan yang membatasi kegiatan  nuklir Iran, dan menerapkan kembali sanksi.
Juru bicara Houthi, Yahya Sarea, mengatakan kepada TV al-Masirah,   yang dimiliki oleh gerakan Houthi dan berbasis di Beirut, bahwa Saudi   bisa mengharapkan serangan lebih lanjut di masa depan.

Dia berkata bahwa serangan pada hari Sabtu adalah salah satu operasi   terbesar yang pernah dilakukan pasukan Houthi di Arab Saudi, dan bisa   terlaksana berkat &quot;kerja sama dengan orang-orang terhormat di dalam   kerajaan&quot;.
&amp;nbsp;
Siaran televisi menunjukkan kobaran api besar di Abqaiq, situs pabrik   pengolahan minyak terbesar Aramco, sementara serangan dron kedua   menyulut kebakaran di ladang minyak Khurais. Demikian dikutip BBC Indonesia, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

&quot;Pada pukul 04:00 (08:00 WIB), tim keamanan Aramco mulai menangani   kebakaran di dua fasilitasnya di Abqaiq dan Khura sebagai akibat dari   serangan dron,&quot; lapor Saudi Press Agency (SPA) melaporkan.

&quot;Kedua kebakaran telah dikendalikan.&quot;
Belakangan, SPA melaporkan bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin    Salman telah berkata kepada Presiden AS Donald Trump dalam percakapan    telepon bahwa kerajaan itu &quot;siap dan mampu untuk menghadapi dan    menangani agresi teroris ini&quot;.

Gedung Putih mengatakan Trump telah menawarkan dukungan AS untuk membantu Arab Saudi mempertahankan diri.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, utusan PBB untuk Yaman, Martin    Griffiths, menyebut serangan ini &quot;sangat mengkhawatirkan&quot; dan menyerukan    semua pihak dalam konflik Yaman untuk menahan diri.

Abqaiq berjarak sekitar 60 km arah barat daya dari Dhahran di    Provinsi Timur Arab Saudi, sementara Khurais, sekitar 200 km lebih jauh    ke barat daya, merupakan lokasi ladang minyak terbesar kedua di negara    itu.

Pasukan keamanan Saudi menggagalkan upaya al-Qaeda untuk menyerang fasilitas Abqaiq dengan bom bunuh diri pada tahun 2006.
</content:encoded></item></channel></rss>
