<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terminal 2 Bernama Bandara Soetta Traveloka, AP II Kecolongan?   </title><description>Publik tengah dihebohkan dengan nama Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Traveloka</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105307/terminal-2-bernama-bandara-soetta-traveloka-ap-ii-kecolongan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105307/terminal-2-bernama-bandara-soetta-traveloka-ap-ii-kecolongan"/><item><title>Terminal 2 Bernama Bandara Soetta Traveloka, AP II Kecolongan?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105307/terminal-2-bernama-bandara-soetta-traveloka-ap-ii-kecolongan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105307/terminal-2-bernama-bandara-soetta-traveloka-ap-ii-kecolongan</guid><pubDate>Senin 16 September 2019 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/16/320/2105307/terminal-2-bernama-bandara-soetta-traveloka-ap-ii-kecolongan-aVRPLvDSH1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/16/320/2105307/terminal-2-bernama-bandara-soetta-traveloka-ap-ii-kecolongan-aVRPLvDSH1.jpg</image><title>Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Publik tengah dihebohkan dengan nama Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Traveloka. Apakah PT Angkasa Pura II (AP II) kecolongan?
Berdasarkan penjelasan AP II Bandara Internasional Soekarno-Hatta memang menjalin kerja sama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka. Kerja sama co-branding dengan Pegipegi dilakukan di Terminal 1 dan Traveloka di Terminal 2.
Baca Juga: November, Bandara Soetta Bisa Didarati 100 Pesawat per Jam
Adapun kerja sama co-branding ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II.
Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan, kerja sama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka berlangsung untuk periode tertentu serta hanya terkait aspek komersial, bukan operasional.&amp;nbsp;

Ini artinya seluruh kegiatan operasional bandara dan kewenangannya tetap melekat di Angkasa Pura II.
Lebih lanjut Agus Haryadi mengatakan,  kerja sama co-branding ini dapat semakin memperkuat brand equity dari masing-masing pihak.
Baca Juga: Proyek Runway 3 Bandara Soetta Belum Sesuai Target
&quot;Kerja sama ini hanya pada aspek komersial di terminal, sementara keseluruhan operasional terminal sepenuhnya masih di bawah Angkasa Pura II,&quot; jelas Agus Haryadi, dalam keterangannya, Senin (16/9/2019).
&quot;Masing-masing pihak yakni Soekarno-Hatta, Pegipegi dan Traveloka memiliki nama besar, dan kami yakin kerja sama ini akan saling menguntungkan bagi seluruh pihak termasuk para penumpang pesawat,&amp;rdquo; jelas Agus Haryadi.Melalui kerja sama ini, Pegipegi dan Traveloka dapat memanfaatkan  ruang komersial di terminal untuk memperkenalkan produknya dengan tentu  saja terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Angkasa Pura II.
&amp;ldquo;Pegipegi dan Traveloka dapat memaanfaatkan 80% dari ruang komersial  yang ada di terminal. Kerja sama ini juga tidak berdampak pada  berubahnya nama terminal, hanya saja Pegipegi dan Traveloka memiliki hak  penamaan di belakang nama terminal untuk dicantumkan misalnya di  signage,&quot; ujar Agus Haryadi.

Agus Haryadi mengatakan model kerja sama co-branding seperti ini  sudah lazim diterapkan di sektor pelayanan publik terutama di luar  negeri. Di dalam negeripun sudah ada kerjasama serupa. &quot;Ya memang kalau  di Indonesia belum banyak, dan ini masih tergolong baru, tapi setidaknya  sudah ada beberapa tempat di Jakarta&quot;.
&amp;ldquo;Strategi co-branding ini merupakan salah satu upaya kami dalam  memanfaatkan aset secara maksimal untuk meningkatkan brand equity dan  turut berkontribusi dalam peningkatan pendapatan,&quot; jelas Agus Haryadi
Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk dan  terbesar di Indonesia. Jumlah terminal penumpang pesawat di bandara ini  mencapai 3 terminal dengan pergerakan penumpang 60-70 juta orang setiap  tahunnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Publik tengah dihebohkan dengan nama Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Traveloka. Apakah PT Angkasa Pura II (AP II) kecolongan?
Berdasarkan penjelasan AP II Bandara Internasional Soekarno-Hatta memang menjalin kerja sama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka. Kerja sama co-branding dengan Pegipegi dilakukan di Terminal 1 dan Traveloka di Terminal 2.
Baca Juga: November, Bandara Soetta Bisa Didarati 100 Pesawat per Jam
Adapun kerja sama co-branding ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II.
Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan, kerja sama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka berlangsung untuk periode tertentu serta hanya terkait aspek komersial, bukan operasional.&amp;nbsp;

Ini artinya seluruh kegiatan operasional bandara dan kewenangannya tetap melekat di Angkasa Pura II.
Lebih lanjut Agus Haryadi mengatakan,  kerja sama co-branding ini dapat semakin memperkuat brand equity dari masing-masing pihak.
Baca Juga: Proyek Runway 3 Bandara Soetta Belum Sesuai Target
&quot;Kerja sama ini hanya pada aspek komersial di terminal, sementara keseluruhan operasional terminal sepenuhnya masih di bawah Angkasa Pura II,&quot; jelas Agus Haryadi, dalam keterangannya, Senin (16/9/2019).
&quot;Masing-masing pihak yakni Soekarno-Hatta, Pegipegi dan Traveloka memiliki nama besar, dan kami yakin kerja sama ini akan saling menguntungkan bagi seluruh pihak termasuk para penumpang pesawat,&amp;rdquo; jelas Agus Haryadi.Melalui kerja sama ini, Pegipegi dan Traveloka dapat memanfaatkan  ruang komersial di terminal untuk memperkenalkan produknya dengan tentu  saja terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Angkasa Pura II.
&amp;ldquo;Pegipegi dan Traveloka dapat memaanfaatkan 80% dari ruang komersial  yang ada di terminal. Kerja sama ini juga tidak berdampak pada  berubahnya nama terminal, hanya saja Pegipegi dan Traveloka memiliki hak  penamaan di belakang nama terminal untuk dicantumkan misalnya di  signage,&quot; ujar Agus Haryadi.

Agus Haryadi mengatakan model kerja sama co-branding seperti ini  sudah lazim diterapkan di sektor pelayanan publik terutama di luar  negeri. Di dalam negeripun sudah ada kerjasama serupa. &quot;Ya memang kalau  di Indonesia belum banyak, dan ini masih tergolong baru, tapi setidaknya  sudah ada beberapa tempat di Jakarta&quot;.
&amp;ldquo;Strategi co-branding ini merupakan salah satu upaya kami dalam  memanfaatkan aset secara maksimal untuk meningkatkan brand equity dan  turut berkontribusi dalam peningkatan pendapatan,&quot; jelas Agus Haryadi
Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk dan  terbesar di Indonesia. Jumlah terminal penumpang pesawat di bandara ini  mencapai 3 terminal dengan pergerakan penumpang 60-70 juta orang setiap  tahunnya.</content:encoded></item></channel></rss>
