<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari Keresahan, CEO The Ridge Wallet Bangun Bisnis Tanpa Utang   </title><description>CEO The Ridge Wallet, Daniel Kane yang sangat resah karena selalu membawa dompet dengan ukuran besar. Akhirnya dia bikin dompet modern</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105314/dari-keresahan-ceo-the-ridge-wallet-bangun-bisnis-tanpa-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105314/dari-keresahan-ceo-the-ridge-wallet-bangun-bisnis-tanpa-utang"/><item><title>Dari Keresahan, CEO The Ridge Wallet Bangun Bisnis Tanpa Utang   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105314/dari-keresahan-ceo-the-ridge-wallet-bangun-bisnis-tanpa-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105314/dari-keresahan-ceo-the-ridge-wallet-bangun-bisnis-tanpa-utang</guid><pubDate>Senin 16 September 2019 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/16/320/2105314/dari-keresahan-ceo-the-ridge-wallet-bangun-bisnis-tanpa-utang-cDQUPHAIqV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">CEO and Co Founder The Ridge Daniel Kane. (Foto: Okezone.com/Entrepreneur)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/16/320/2105314/dari-keresahan-ceo-the-ridge-wallet-bangun-bisnis-tanpa-utang-cDQUPHAIqV.jpeg</image><title>CEO and Co Founder The Ridge Daniel Kane. (Foto: Okezone.com/Entrepreneur)</title></images><description>JAKARTA - Banyak pengusaha mendapat ide bisnis dari keresahan sehari-hari yang mereka rasakan. Seperti CEO The Ridge Wallet, Daniel Kane yang sangat resah karena selalu membawa dompet dengan ukuran besar sehingga mengganggu saku celana.
Akhirnya dia membuat sebuah dompet modern yang memuat uang dengan jumlah banyak namun ukurannya sangat tipis.
Melansir dari Entrepreuener, Senin (16/9/2019) Daniel mengaku bahwa pencapaiannya selama ini atas dasar melanggar salah satu aturan utama kewirausahaan, yaitu bekerja dengan keluarga.
Baca Juga: Pernah Drop Out, Pengusaha Milenial China Ini Jadi Bos Baju Robot
Daniel membangun bisnis dengan ayah dan saudara perempuannya. Daniel juga membagikan tips bagaimana memulai bisnis tanpa harus berutang:
1. Meningkatkan bisnis dengan bantuan keluarga dan teman
Walaupun aturan ini sangat di hindari oleh para sebagian pengusaha, namun Daniel sangat percaya bahwa bantuan dari teman terdekat dan juga keluarga benar-benar meringankan beban bisnis. Terutama Ayah Daniel yang sangat membantu dalam mengembangkan merek dan membantu hal-hal yang Daniel tidak kuasai dalam bisnisnya.

Daniel tidak menyarankan cara ini karena ketika bisnis itu hancur akan memungkinkan hubungan keluargamu ataupun dengan teman dekatmu juga hancur, maka dari itu cara ini dilakukan khusus orang-orang yang memiliki visi dan misi denganmu.
2. Membangun Bisnis Tanpa Modal Ventura
Membangun bisnis memang membutuhkan banyak modal. Namun, Daniel sendiri sangat menghindari sebuah modal ventura.
Baca Juga: CEO Brian Tracy Berbagi 5 Tips Menjadi Miliarder
Dia mengaku bahwa membangun bisnis dengan sebuah modal ventura akan berisiko besar. Dia lebih senang memulai bisnis dengan modalnya pribadinya.Dengan hasil dari penjualan dompet ia mampu membangun beberapa produk  lainnya, yang mana modalnya di hasilkan dari penjualan dompetnya yang  sudah laku ke seluruh penjuru dunia.
3. Menciptakan Semua yang Pelanggan Butuhkan
Sesuai dengan moto dari merek yang Daniel bangun adalah &quot;Kami  Memiliki Semua Yang Kamu Butuhkan&quot;, Daniel sangat menjunjung tinggi  gagasan itu dengan cara sengaja mengembangkan katalog produk mereka  dengan barang-barang yang menyediakan manfaat bagi masyarakat yang setia  membeli produknya.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak pengusaha mendapat ide bisnis dari keresahan sehari-hari yang mereka rasakan. Seperti CEO The Ridge Wallet, Daniel Kane yang sangat resah karena selalu membawa dompet dengan ukuran besar sehingga mengganggu saku celana.
Akhirnya dia membuat sebuah dompet modern yang memuat uang dengan jumlah banyak namun ukurannya sangat tipis.
Melansir dari Entrepreuener, Senin (16/9/2019) Daniel mengaku bahwa pencapaiannya selama ini atas dasar melanggar salah satu aturan utama kewirausahaan, yaitu bekerja dengan keluarga.
Baca Juga: Pernah Drop Out, Pengusaha Milenial China Ini Jadi Bos Baju Robot
Daniel membangun bisnis dengan ayah dan saudara perempuannya. Daniel juga membagikan tips bagaimana memulai bisnis tanpa harus berutang:
1. Meningkatkan bisnis dengan bantuan keluarga dan teman
Walaupun aturan ini sangat di hindari oleh para sebagian pengusaha, namun Daniel sangat percaya bahwa bantuan dari teman terdekat dan juga keluarga benar-benar meringankan beban bisnis. Terutama Ayah Daniel yang sangat membantu dalam mengembangkan merek dan membantu hal-hal yang Daniel tidak kuasai dalam bisnisnya.

Daniel tidak menyarankan cara ini karena ketika bisnis itu hancur akan memungkinkan hubungan keluargamu ataupun dengan teman dekatmu juga hancur, maka dari itu cara ini dilakukan khusus orang-orang yang memiliki visi dan misi denganmu.
2. Membangun Bisnis Tanpa Modal Ventura
Membangun bisnis memang membutuhkan banyak modal. Namun, Daniel sendiri sangat menghindari sebuah modal ventura.
Baca Juga: CEO Brian Tracy Berbagi 5 Tips Menjadi Miliarder
Dia mengaku bahwa membangun bisnis dengan sebuah modal ventura akan berisiko besar. Dia lebih senang memulai bisnis dengan modalnya pribadinya.Dengan hasil dari penjualan dompet ia mampu membangun beberapa produk  lainnya, yang mana modalnya di hasilkan dari penjualan dompetnya yang  sudah laku ke seluruh penjuru dunia.
3. Menciptakan Semua yang Pelanggan Butuhkan
Sesuai dengan moto dari merek yang Daniel bangun adalah &quot;Kami  Memiliki Semua Yang Kamu Butuhkan&quot;, Daniel sangat menjunjung tinggi  gagasan itu dengan cara sengaja mengembangkan katalog produk mereka  dengan barang-barang yang menyediakan manfaat bagi masyarakat yang setia  membeli produknya.</content:encoded></item></channel></rss>
