<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Soal Karhutla, Menteri PUPR: Kita Bikin Saluran Air ke Lokasi Kebakaran</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan terbang ke Pekanbaru, Riau pada sore nanti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105398/soal-karhutla-menteri-pupr-kita-bikin-saluran-air-ke-lokasi-kebakaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105398/soal-karhutla-menteri-pupr-kita-bikin-saluran-air-ke-lokasi-kebakaran"/><item><title>   Soal Karhutla, Menteri PUPR: Kita Bikin Saluran Air ke Lokasi Kebakaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105398/soal-karhutla-menteri-pupr-kita-bikin-saluran-air-ke-lokasi-kebakaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/16/320/2105398/soal-karhutla-menteri-pupr-kita-bikin-saluran-air-ke-lokasi-kebakaran</guid><pubDate>Senin 16 September 2019 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/16/320/2105398/soal-karhutla-menteri-pupr-kita-bikin-saluran-air-ke-lokasi-kebakaran-YU3pCeHBzg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Buat Saluran Air di Karhutla Riau (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/16/320/2105398/soal-karhutla-menteri-pupr-kita-bikin-saluran-air-ke-lokasi-kebakaran-YU3pCeHBzg.jpg</image><title>Pemerintah Buat Saluran Air di Karhutla Riau (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan terbang ke Pekanbaru, Riau pada sore nanti. Terbangnya Jokowi ke Pekanbaru untuk meninjau dan melihat langsung kondisi di terkini di lapangan setelah udara di Riau terkena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kendalikan Karhutla, Indonesia Diminta Belajar dari Malaysia
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah sendiri akan melakukan upaya-upaya untuk menetralkan kembali udara yang ada di Riau dan Kalimantan. Misalnya dengan membuat saluran-saluran sekunder untuk mengalirkan air ke lokasi kebakaran.

Pasalnya tanah tempat terjadinya kebakaran meupakan tanah gambut yang berisi air. Oleh karenanya pemerintah hanya akan membangun saluran agar air yang ada di dalam tanah bisa mengalir ke lokasi kebakaran.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kepala BMKG Mengaku Kesulitan Membuat Hujan Buatan Atasi Karhutla Riau
&amp;ldquo;Sebetulnya kalau kebakaran hutan, itu kalau di daerah gambut ini kan bikin saluran saluran sekunder. Saluran-saluran untuk mengalirkan ke deket situ. Nanti siang kita baru mau ke Pekanbaru dengan Presiden (Jokowi),&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (17/9/2019).
&amp;nbsp;Basuki memberikan gambaran jika lahan gambut ini seperti spon untuk  mencuci piring. Di dalamnya terdapat air yang sebetulnya bisa  dimanfaatkan dan tidak boleh didirikan bangunan yang bisa membuat  tanahnya amblas.

&amp;ldquo;Kalau daerah gambut, gambut itu air. Gambut itu seperti spon kalau  yang biasa untuk cuci piring itu. Gambut seperti itu berisi air makanya  kalau digali sedikit pasti ada air. Makanya tidak boleh dipakai karena  kalau kering ambles karena kayak spon,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sebagai informasi sebelumnya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan  lahan (Karhutla) melanda sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan sejak  beberapa hari terakhir. Wilayah yang paling parah terkena kabut asap  adalah Riau khususnya Kota Pekanbaru, Palembang, dan Dumai.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap tersebut, Pemerintah Provinsi  Riau bersama jajaran lintas sektoral telah membuat kesepakatan tentang  acuan sebagai pedoman bersama.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan terbang ke Pekanbaru, Riau pada sore nanti. Terbangnya Jokowi ke Pekanbaru untuk meninjau dan melihat langsung kondisi di terkini di lapangan setelah udara di Riau terkena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kendalikan Karhutla, Indonesia Diminta Belajar dari Malaysia
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah sendiri akan melakukan upaya-upaya untuk menetralkan kembali udara yang ada di Riau dan Kalimantan. Misalnya dengan membuat saluran-saluran sekunder untuk mengalirkan air ke lokasi kebakaran.

Pasalnya tanah tempat terjadinya kebakaran meupakan tanah gambut yang berisi air. Oleh karenanya pemerintah hanya akan membangun saluran agar air yang ada di dalam tanah bisa mengalir ke lokasi kebakaran.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kepala BMKG Mengaku Kesulitan Membuat Hujan Buatan Atasi Karhutla Riau
&amp;ldquo;Sebetulnya kalau kebakaran hutan, itu kalau di daerah gambut ini kan bikin saluran saluran sekunder. Saluran-saluran untuk mengalirkan ke deket situ. Nanti siang kita baru mau ke Pekanbaru dengan Presiden (Jokowi),&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (17/9/2019).
&amp;nbsp;Basuki memberikan gambaran jika lahan gambut ini seperti spon untuk  mencuci piring. Di dalamnya terdapat air yang sebetulnya bisa  dimanfaatkan dan tidak boleh didirikan bangunan yang bisa membuat  tanahnya amblas.

&amp;ldquo;Kalau daerah gambut, gambut itu air. Gambut itu seperti spon kalau  yang biasa untuk cuci piring itu. Gambut seperti itu berisi air makanya  kalau digali sedikit pasti ada air. Makanya tidak boleh dipakai karena  kalau kering ambles karena kayak spon,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sebagai informasi sebelumnya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan  lahan (Karhutla) melanda sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan sejak  beberapa hari terakhir. Wilayah yang paling parah terkena kabut asap  adalah Riau khususnya Kota Pekanbaru, Palembang, dan Dumai.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap tersebut, Pemerintah Provinsi  Riau bersama jajaran lintas sektoral telah membuat kesepakatan tentang  acuan sebagai pedoman bersama.</content:encoded></item></channel></rss>
