<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>49.000 Karyawan GM Mogok Kerja Setelah Negosiasi Gagal</title><description>Sekitar 49.000 karyawan General Motors (GM) mogok bekerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105814/49-000-karyawan-gm-mogok-kerja-setelah-negosiasi-gagal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105814/49-000-karyawan-gm-mogok-kerja-setelah-negosiasi-gagal"/><item><title>49.000 Karyawan GM Mogok Kerja Setelah Negosiasi Gagal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105814/49-000-karyawan-gm-mogok-kerja-setelah-negosiasi-gagal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105814/49-000-karyawan-gm-mogok-kerja-setelah-negosiasi-gagal</guid><pubDate>Selasa 17 September 2019 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/17/320/2105814/49-000-karyawan-gm-mogok-kerja-setelah-negosiasi-gagal-2u466u7qE7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karyawan GM Mogok Kerja (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/17/320/2105814/49-000-karyawan-gm-mogok-kerja-setelah-negosiasi-gagal-2u466u7qE7.jpg</image><title>Karyawan GM Mogok Kerja (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Sekitar 49.000 karyawan General Motors (GM) mogok  bekerja setelah negosiasi antara serikat pekerja dan produsen mobil yang berbasis di Detroit tak menemukan titik terang.
&amp;nbsp;Baca Juga: GM Tutup Pabrik di Korea Selatan, Puluhan Ribuan Pekerja Terancam PHK
Serikat pekerja telah mengumumkan rencana untuk mogok nasional hari Minggu sore, dan tidak ada kesepakatan yang dicapai sebelum batas waktu tengah malam. Hal ini adalah pemogokan nasional United Automobile Workers (UAW) pertama sejak 2007.

Melansir Washington Post, Jakarta, Selasa (17/9/2019), pembicaraan ini masih terus berlangsung sejak Juli. Tetapi, ketika serikat pekerja bertemu dengan pimpinan GM untuk memperbarui pengaturan yang berlaku sejak 2015, mereka tetap berfokus pada beberapa masalah utama. UAW mengatakan mereka memiliki tujuan untuk memberikan upah yang adil, perawatan kesehatan yang terjangkau dan keamanan kerja yang lebih baik.
&amp;nbsp;Baca Juga: Chevrolet Investasi USD5 Miliar untuk Perkuat Bisnis
&quot;Kami membela General Motors ketika mereka sangat membutuhkan kami,&quot; kata Wakil Presiden UAW Terry Dittes.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/03/22/48436/246604_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekerja Mogok, Ribuan Penumpang Kereta Api Telantar di Paris&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dalam pernyataannya, GM telah menawarkan lebih dari 5.400 pekerjaan  kepada pihak lain. GM juga menambah nilai investasi lebih dari USD7  miliar, serta engimplementasikan rencana pembagian keuntungan dan  manfaat kesehatan.

Pihak GM sendiri mengaku telah bernegosiasi dengan itikad baik dan  dengan rasa urgensi. Tujuannya tetap untuk membangun masa depan yang  kuat bagi karyawan dan bisnisnya.

Mogok kerja itu dilakukan pada hari Minggu di Detroit selama  pertemuan UAW yang dihadiri hampir 200 pemimpin regional dari setidaknya  tujuh negara bagian. Kelompok itu memilih dengan suara bulat mendukung  rencana tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sekitar 49.000 karyawan General Motors (GM) mogok  bekerja setelah negosiasi antara serikat pekerja dan produsen mobil yang berbasis di Detroit tak menemukan titik terang.
&amp;nbsp;Baca Juga: GM Tutup Pabrik di Korea Selatan, Puluhan Ribuan Pekerja Terancam PHK
Serikat pekerja telah mengumumkan rencana untuk mogok nasional hari Minggu sore, dan tidak ada kesepakatan yang dicapai sebelum batas waktu tengah malam. Hal ini adalah pemogokan nasional United Automobile Workers (UAW) pertama sejak 2007.

Melansir Washington Post, Jakarta, Selasa (17/9/2019), pembicaraan ini masih terus berlangsung sejak Juli. Tetapi, ketika serikat pekerja bertemu dengan pimpinan GM untuk memperbarui pengaturan yang berlaku sejak 2015, mereka tetap berfokus pada beberapa masalah utama. UAW mengatakan mereka memiliki tujuan untuk memberikan upah yang adil, perawatan kesehatan yang terjangkau dan keamanan kerja yang lebih baik.
&amp;nbsp;Baca Juga: Chevrolet Investasi USD5 Miliar untuk Perkuat Bisnis
&quot;Kami membela General Motors ketika mereka sangat membutuhkan kami,&quot; kata Wakil Presiden UAW Terry Dittes.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/03/22/48436/246604_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pekerja Mogok, Ribuan Penumpang Kereta Api Telantar di Paris&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dalam pernyataannya, GM telah menawarkan lebih dari 5.400 pekerjaan  kepada pihak lain. GM juga menambah nilai investasi lebih dari USD7  miliar, serta engimplementasikan rencana pembagian keuntungan dan  manfaat kesehatan.

Pihak GM sendiri mengaku telah bernegosiasi dengan itikad baik dan  dengan rasa urgensi. Tujuannya tetap untuk membangun masa depan yang  kuat bagi karyawan dan bisnisnya.

Mogok kerja itu dilakukan pada hari Minggu di Detroit selama  pertemuan UAW yang dihadiri hampir 200 pemimpin regional dari setidaknya  tujuh negara bagian. Kelompok itu memilih dengan suara bulat mendukung  rencana tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
