<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Susi Ingatkan Bahayanya Tangkap Ikan Pakai Cantrang</title><description>Susi Pudjiastuti akan menertibkan kembali kapal-kapal yang menggunakan alat tangkap seperti cantrang dengan ukuran besar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105851/menteri-susi-ingatkan-bahayanya-tangkap-ikan-pakai-cantrang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105851/menteri-susi-ingatkan-bahayanya-tangkap-ikan-pakai-cantrang"/><item><title>Menteri Susi Ingatkan Bahayanya Tangkap Ikan Pakai Cantrang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105851/menteri-susi-ingatkan-bahayanya-tangkap-ikan-pakai-cantrang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105851/menteri-susi-ingatkan-bahayanya-tangkap-ikan-pakai-cantrang</guid><pubDate>Selasa 17 September 2019 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/17/320/2105851/menteri-susi-ingatkan-bahayanya-tangkap-ikan-pakai-cantrang-Tm8hYZss2E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Susi Ingatkan Bahayanya Menangkap Ikan dengan Cantrang. (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/17/320/2105851/menteri-susi-ingatkan-bahayanya-tangkap-ikan-pakai-cantrang-Tm8hYZss2E.jpg</image><title>Menteri Susi Ingatkan Bahayanya Menangkap Ikan dengan Cantrang. (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti akan menertibkan kembali kapal-kapal yang menggunakan alat tangkap seperti cantrang dengan ukuran besar. Bukan hanya merusak laut, alat tangkap ikan seperti itu bisa menurunkan produktivitas sumber daya laut Indonesia.
Susi menilai penggunaan cantrang pada kapal besar bisa mengurangi produktivitas ikan. Karena pengambilannya langsung tanpa memilih ikan mana bisa dianggap dipanen dan mana yang masih bibit.
Baca Juga: Menteri Susi Harapkan LIPI Dukung Keberlanjutan Laut dan Perikanan Lewat Riset
&amp;ldquo;Kita harus menghindari ekstraktion agar menjadi produktif. Kalau ekstraktif akan habis (ikan lautnya),&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Rakornas Satgas Ilegal Fishing di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Selasa (17/9/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/04/55180/279230_medium.jpg&quot; alt=&quot;Potret Aktivitas Nelayan di Tengah Sungai Tambak Wedi yang Penuh Limbah Busa Putih&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sama juga seperti penangkapan bibit lobster. Masih banyak jutaan bibit lobster yang ditangkap dengan menggunakan jaring besar sebelum waktunya untuk dijual ke pasaran.
Padahal jika menggunakan alat tangkap yang normal, lobster ini bisa dipelihara hingga besar. Sehingga ketika dijual atau diekspor menghasilkan nilai yang lebih tinggi lagi.
Baca Juga: Berawal dari Meja Makan, Peran Ibu Rumah Tangga Penting Cegah Stunting
&amp;ldquo;Begitupun di darat bibit lonster (ditangkap) Ini ekstraktif jutaan lobster dirangkap. Sementara itu nilai value kalo dilaut gede gede 5 juta menjadi tidak ada lagi,&amp;rdquo; jelasnyaOleh karena itu, Menteri Susi berpesan agar kedaulatan sumber daya  laut Indonesia harus dijaga. Jangan sampai ketika Menteri di ganti, para  pencuri ikan asing ini kembali bisa bebas berkeliaran di Indonesia.
Selain itu lanjut Susi, dirinya juga berpesan agar produktifitas dari  sumber saya laut Indonesia harus ditingkatkan. Sehingga nilai value  produk kelautan Indonesia bisa terus meningkat.
&amp;ldquo;Kalau ini tidak dilakukan, apa yang kita lakukan (selama lima tahun) akan kembali ke lingkaran nol lagi,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti akan menertibkan kembali kapal-kapal yang menggunakan alat tangkap seperti cantrang dengan ukuran besar. Bukan hanya merusak laut, alat tangkap ikan seperti itu bisa menurunkan produktivitas sumber daya laut Indonesia.
Susi menilai penggunaan cantrang pada kapal besar bisa mengurangi produktivitas ikan. Karena pengambilannya langsung tanpa memilih ikan mana bisa dianggap dipanen dan mana yang masih bibit.
Baca Juga: Menteri Susi Harapkan LIPI Dukung Keberlanjutan Laut dan Perikanan Lewat Riset
&amp;ldquo;Kita harus menghindari ekstraktion agar menjadi produktif. Kalau ekstraktif akan habis (ikan lautnya),&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Rakornas Satgas Ilegal Fishing di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Selasa (17/9/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/04/55180/279230_medium.jpg&quot; alt=&quot;Potret Aktivitas Nelayan di Tengah Sungai Tambak Wedi yang Penuh Limbah Busa Putih&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sama juga seperti penangkapan bibit lobster. Masih banyak jutaan bibit lobster yang ditangkap dengan menggunakan jaring besar sebelum waktunya untuk dijual ke pasaran.
Padahal jika menggunakan alat tangkap yang normal, lobster ini bisa dipelihara hingga besar. Sehingga ketika dijual atau diekspor menghasilkan nilai yang lebih tinggi lagi.
Baca Juga: Berawal dari Meja Makan, Peran Ibu Rumah Tangga Penting Cegah Stunting
&amp;ldquo;Begitupun di darat bibit lonster (ditangkap) Ini ekstraktif jutaan lobster dirangkap. Sementara itu nilai value kalo dilaut gede gede 5 juta menjadi tidak ada lagi,&amp;rdquo; jelasnyaOleh karena itu, Menteri Susi berpesan agar kedaulatan sumber daya  laut Indonesia harus dijaga. Jangan sampai ketika Menteri di ganti, para  pencuri ikan asing ini kembali bisa bebas berkeliaran di Indonesia.
Selain itu lanjut Susi, dirinya juga berpesan agar produktifitas dari  sumber saya laut Indonesia harus ditingkatkan. Sehingga nilai value  produk kelautan Indonesia bisa terus meningkat.
&amp;ldquo;Kalau ini tidak dilakukan, apa yang kita lakukan (selama lima tahun) akan kembali ke lingkaran nol lagi,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
