<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>30 Proyek di Selatan Jawa Rawan Bencana, Kereta Cepat Masuk Daftar</title><description>Walhi menyebut pesisir selatan jawa dalam satu dekade terakhir selain menghadapi risiko bencana geologis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105870/30-proyek-di-selatan-jawa-rawan-bencana-kereta-cepat-masuk-daftar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105870/30-proyek-di-selatan-jawa-rawan-bencana-kereta-cepat-masuk-daftar"/><item><title>30 Proyek di Selatan Jawa Rawan Bencana, Kereta Cepat Masuk Daftar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105870/30-proyek-di-selatan-jawa-rawan-bencana-kereta-cepat-masuk-daftar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/17/320/2105870/30-proyek-di-selatan-jawa-rawan-bencana-kereta-cepat-masuk-daftar</guid><pubDate>Selasa 17 September 2019 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/17/320/2105870/30-proyek-di-selatan-jawa-rawan-bencana-kereta-cepat-masuk-daftar-jg0177WOYh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">30 Proyek Rawan Bencana (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/17/320/2105870/30-proyek-di-selatan-jawa-rawan-bencana-kereta-cepat-masuk-daftar-jg0177WOYh.jpg</image><title>30 Proyek Rawan Bencana (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut pesisir selatan jawa dalam satu dekade terakhir selain menghadapi risiko bencana geologis dalam bentuk gempa dan erupsi gunung berapi. Pesisir selatan jawa juga menanggung resiko bencana hidrometeorologis seperti bencana banjir, longsor dan gelombang pasang.
&amp;nbsp;Baca Juga: 5 Mega Proyek Termegah di Dunia
Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman mengatakan bahwa kerentanan Pulau Jawa mengalami peningkatan. Hal ini seiring kebijakan pembangunan ekonomi yang menghancurkan sabuk pantai selatan jawa, kawasan buffer zona sistem hidrologis di pegunungan dan infastruktur  yang dibangun di zona bencana.

&quot;Kami (Walhi), mengidentifikasi sekitar 30 titik proyek atau investasi dan kebijakan pemerintah di sepanjang pesisir selatan Jawa berpotensi meningkatkan risiko bencana,&quot; ujar dia di Kantor Walhi Jakarta, Selasa (17/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: 11 Proyek Kombinasi Pemerintah-Swasta Senilai Rp19,7 Triliun
Menurut dia, 30 titik itu, berupa tambang pasir besi, tambang emas, proyek infastruktur bandara dan transportasi darat. &quot;Serta pembangkit listrik tenaga uap (PLTU),&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;



Sementara itu, Direktur Walhi Jakarta Tubagus menyatakan Jakarta dan  Banten mengalami peningkatan bencana banjir dan rob sebagai dampak dari  penurunan fungsi hidrologis kawasan tangkapan air sam kerusakan pesisir.  Walhi juga menyoroti peningkatan kejadian bencana hidrometeorologis di  Jakarta dan Banten.

&quot;Kerentanan Jakarta dengan banjir dan kekeringan tidak bisa dijawab  hanya dengan kebijakan sektoral atau persial administratif, tetapi harus  di buatkan roadmap lintas batas Jakarta- Jawa Barat,&quot; jelas dia.

Sementara itu, Direktur Walhi Jogja Halik Sandera mengatakan bahwa  proyek-proyek strategis nasional selain meningkatkan kerawanan bencana  di kawasan sumber material bangunan. &quot;Berupa tambang semen di kawasan  karst dan pasir di pesisir,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;
Direktur Walhi Jawa Barat Meiki Paendong menungkapkan beberapa proyek  yang berpotensi meningkatkan risiko bencana. Seperti proyek pembangunan  dua bandara di pantai selatan jalan tol dan kereta cepat yang membelah  kawasan rawan pergerakan tanah, waduk Jatigede yang terletak di jalur  Baribis yang mengancam masyarakat Kabupaten Sumedang dan Indramayu  dengan banjir bandang.

&quot;PLTU Pelabuhan Ratu yang berpotensi meningkatkan krisis pasca gempa karena gagal teknis,&quot; pungkas dia.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut pesisir selatan jawa dalam satu dekade terakhir selain menghadapi risiko bencana geologis dalam bentuk gempa dan erupsi gunung berapi. Pesisir selatan jawa juga menanggung resiko bencana hidrometeorologis seperti bencana banjir, longsor dan gelombang pasang.
&amp;nbsp;Baca Juga: 5 Mega Proyek Termegah di Dunia
Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman mengatakan bahwa kerentanan Pulau Jawa mengalami peningkatan. Hal ini seiring kebijakan pembangunan ekonomi yang menghancurkan sabuk pantai selatan jawa, kawasan buffer zona sistem hidrologis di pegunungan dan infastruktur  yang dibangun di zona bencana.

&quot;Kami (Walhi), mengidentifikasi sekitar 30 titik proyek atau investasi dan kebijakan pemerintah di sepanjang pesisir selatan Jawa berpotensi meningkatkan risiko bencana,&quot; ujar dia di Kantor Walhi Jakarta, Selasa (17/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: 11 Proyek Kombinasi Pemerintah-Swasta Senilai Rp19,7 Triliun
Menurut dia, 30 titik itu, berupa tambang pasir besi, tambang emas, proyek infastruktur bandara dan transportasi darat. &quot;Serta pembangkit listrik tenaga uap (PLTU),&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;



Sementara itu, Direktur Walhi Jakarta Tubagus menyatakan Jakarta dan  Banten mengalami peningkatan bencana banjir dan rob sebagai dampak dari  penurunan fungsi hidrologis kawasan tangkapan air sam kerusakan pesisir.  Walhi juga menyoroti peningkatan kejadian bencana hidrometeorologis di  Jakarta dan Banten.

&quot;Kerentanan Jakarta dengan banjir dan kekeringan tidak bisa dijawab  hanya dengan kebijakan sektoral atau persial administratif, tetapi harus  di buatkan roadmap lintas batas Jakarta- Jawa Barat,&quot; jelas dia.

Sementara itu, Direktur Walhi Jogja Halik Sandera mengatakan bahwa  proyek-proyek strategis nasional selain meningkatkan kerawanan bencana  di kawasan sumber material bangunan. &quot;Berupa tambang semen di kawasan  karst dan pasir di pesisir,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;
Direktur Walhi Jawa Barat Meiki Paendong menungkapkan beberapa proyek  yang berpotensi meningkatkan risiko bencana. Seperti proyek pembangunan  dua bandara di pantai selatan jalan tol dan kereta cepat yang membelah  kawasan rawan pergerakan tanah, waduk Jatigede yang terletak di jalur  Baribis yang mengancam masyarakat Kabupaten Sumedang dan Indramayu  dengan banjir bandang.

&quot;PLTU Pelabuhan Ratu yang berpotensi meningkatkan krisis pasca gempa karena gagal teknis,&quot; pungkas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
