<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenpar: 2020 Pariwisata Indonesia Take Off</title><description>Kementerian Pariwisata optimis pariwisata di Indonesia akan maju. Pada  2020 mendatang, jumlah kunjungan wisatawan asing akan meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/18/320/2106432/kemenpar-2020-pariwisata-indonesia-take-off</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/18/320/2106432/kemenpar-2020-pariwisata-indonesia-take-off"/><item><title>Kemenpar: 2020 Pariwisata Indonesia Take Off</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/18/320/2106432/kemenpar-2020-pariwisata-indonesia-take-off</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/18/320/2106432/kemenpar-2020-pariwisata-indonesia-take-off</guid><pubDate>Rabu 18 September 2019 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/18/320/2106432/kemenpar-2020-pariwisata-indonesia-take-off-QdeWHLMPJM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bandara (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/18/320/2106432/kemenpar-2020-pariwisata-indonesia-take-off-QdeWHLMPJM.jpg</image><title>Ilustrasi Bandara (Shutterstock)</title></images><description>KULONPROGO &amp;ndash; Kementerian Pariwisata optimis pariwisata di Indonesia akan maju. Pada 2020 mendatang, jumlah kunjungan wisatawan asing akan meningkat. Seiring perbaikan sarana pendukung dan promosi wisata yang terus diilaksanakan.

&amp;ldquo;Ibarat 2020, pariwisata Indonesia sudah takeoff. Saat ini sedang membangun pondasi dan branding,&amp;rdquo; jelas etua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S Thaib disela Fokus Group Discoussion Satu juta wisatawan mancanegara ke Destinsi Super Prioritas Bobobudur melalui Pengambangan Aksesibilitas bandara YIA, di Terminal Penumpang Bandara YIA, Rabu (18/9/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rp4,6 triliun Disiapkan untuk Kembangkan 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas

Menurutnya ada sembilan pilar pariwisata yang terus digenjot. Saat ini pengembangan mengembangkan pilat 3A (atraksi, akses dan amenitas). Sebelumnya juga telah dilakukan pengembangan pada sektor SDM, masyarakat dan juga industri (SMI). Termasuk juga melakukan branding, advertise dan Seling (BAS).

Agar pariwisata bisa berkembang, Kementerian Pariwisata juga terus menggandang sektor swasta. Mereka terus mendorong agar para pengusaha diberikan kemudahan dalam mengembangkans ektor wisata. Salah satunya dengan terus mendorong kemudahan akses modal melalui kredit usaha rakyat (KUR).
 
Baca juga: Proyek Marina Bay Labuan Bajo Tahap I Beres Juli 2020
&amp;ldquo;Kita terus genjot pengembangan desa wisata dan homestay dengan melakukan go digital,&amp;rdquo; jelasnya.Keberadaan bandara YIA, akan menjadikan lompatan wisatawan yang  datang ke Yogyakarta semakin besar. Selama ini mereka terkendala pada  akses bandara Adisutjipto yang terbatas. Dengan selesai dibangunnya YIA,  akan menjadikan akses dari luar negeri semakin mudah.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dadang Rizki Ratman  mengatakan, presiden telah menetapkan lima destinasi super prioritas.  Awalnya hanya ada empat destinasi, yakni Danau Toba (Medan), Mandalika  (Lombok), Borobudur (Jawa Tengah) dan Labuhan Bajo (Sumba). Namun  melihat perkembangan wisatawan yang datang, akhirnya ditambah satu lagi  yakni Likupang (Sulut).

FGD ini menjadi salah satu upaya untuk mendongkrak kunjungan  wisatawan yang datang ke Candi Borobudur. Alhasil dengan  dioperasionalkannya bandara YIA, akses pintu masuk wisatawan mancanegara  semakin terbuka. Apalagi juga ada dukungan infrastruktur dan daya  dukung pariwisata yang lain.

&amp;ldquo;Kita akan kawal sampai 2020, agar kawasan Borobudur dengan Konsep Joglosemara juga berkembang,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>KULONPROGO &amp;ndash; Kementerian Pariwisata optimis pariwisata di Indonesia akan maju. Pada 2020 mendatang, jumlah kunjungan wisatawan asing akan meningkat. Seiring perbaikan sarana pendukung dan promosi wisata yang terus diilaksanakan.

&amp;ldquo;Ibarat 2020, pariwisata Indonesia sudah takeoff. Saat ini sedang membangun pondasi dan branding,&amp;rdquo; jelas etua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S Thaib disela Fokus Group Discoussion Satu juta wisatawan mancanegara ke Destinsi Super Prioritas Bobobudur melalui Pengambangan Aksesibilitas bandara YIA, di Terminal Penumpang Bandara YIA, Rabu (18/9/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rp4,6 triliun Disiapkan untuk Kembangkan 5 Kawasan Pariwisata Super Prioritas

Menurutnya ada sembilan pilar pariwisata yang terus digenjot. Saat ini pengembangan mengembangkan pilat 3A (atraksi, akses dan amenitas). Sebelumnya juga telah dilakukan pengembangan pada sektor SDM, masyarakat dan juga industri (SMI). Termasuk juga melakukan branding, advertise dan Seling (BAS).

Agar pariwisata bisa berkembang, Kementerian Pariwisata juga terus menggandang sektor swasta. Mereka terus mendorong agar para pengusaha diberikan kemudahan dalam mengembangkans ektor wisata. Salah satunya dengan terus mendorong kemudahan akses modal melalui kredit usaha rakyat (KUR).
 
Baca juga: Proyek Marina Bay Labuan Bajo Tahap I Beres Juli 2020
&amp;ldquo;Kita terus genjot pengembangan desa wisata dan homestay dengan melakukan go digital,&amp;rdquo; jelasnya.Keberadaan bandara YIA, akan menjadikan lompatan wisatawan yang  datang ke Yogyakarta semakin besar. Selama ini mereka terkendala pada  akses bandara Adisutjipto yang terbatas. Dengan selesai dibangunnya YIA,  akan menjadikan akses dari luar negeri semakin mudah.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dadang Rizki Ratman  mengatakan, presiden telah menetapkan lima destinasi super prioritas.  Awalnya hanya ada empat destinasi, yakni Danau Toba (Medan), Mandalika  (Lombok), Borobudur (Jawa Tengah) dan Labuhan Bajo (Sumba). Namun  melihat perkembangan wisatawan yang datang, akhirnya ditambah satu lagi  yakni Likupang (Sulut).

FGD ini menjadi salah satu upaya untuk mendongkrak kunjungan  wisatawan yang datang ke Candi Borobudur. Alhasil dengan  dioperasionalkannya bandara YIA, akses pintu masuk wisatawan mancanegara  semakin terbuka. Apalagi juga ada dukungan infrastruktur dan daya  dukung pariwisata yang lain.

&amp;ldquo;Kita akan kawal sampai 2020, agar kawasan Borobudur dengan Konsep Joglosemara juga berkembang,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
