<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Skak' Pengusaha Properti, Sri Mulyani: Kapan Bisa Tumbuh 10%?</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menagih janji pengusaha properti untuk bisa tumbuh lebih dari angka pertumbuhan saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/18/470/2106466/skak-pengusaha-properti-sri-mulyani-kapan-bisa-tumbuh-10</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/18/470/2106466/skak-pengusaha-properti-sri-mulyani-kapan-bisa-tumbuh-10"/><item><title>'Skak' Pengusaha Properti, Sri Mulyani: Kapan Bisa Tumbuh 10%?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/18/470/2106466/skak-pengusaha-properti-sri-mulyani-kapan-bisa-tumbuh-10</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/18/470/2106466/skak-pengusaha-properti-sri-mulyani-kapan-bisa-tumbuh-10</guid><pubDate>Rabu 18 September 2019 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/18/470/2106466/skak-pengusaha-properti-sri-mulyani-kapan-bisa-tumbuh-10-APybnRYWic.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/18/470/2106466/skak-pengusaha-properti-sri-mulyani-kapan-bisa-tumbuh-10-APybnRYWic.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menagih janji pengusaha properti untuk bisa tumbuh lebih dari angka pertumbuhan saat ini. Pasalnya pemerintah sudah menuruti apa yang diminta oleh pengusaha agar industri properti bisa kembali rebound.
Asal tahu saja, pertumbuhan sektor properti dalam beberapa tahun terakhir selalu mentok di angka 3%. Bahkan sektor ini pertumbuhannya berada di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Sri Mulyani, dengan apa yang sudah difasilitasi pemerintah seharusnya industri properti bisa tumbuh diangka 10%. Namun sayangnya hingga tahun ini pertumbuhan industri properti masih rendah. Tahun ini saja industri properti diperkirakan hanya tumbuh 3,8%.
Baa Juga: Demi Pindah Ibu Kota, Setengah Aset Negara di Jakarta Rp550 Triliun Siap Disewakan ke Swasta
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut jika industri properti memiliki peranan penting untuk mendongkrak industri lainnya. Misalnya saja ada industri semen hingga kramik bergantung pada sektor properti.
&amp;ldquo;Saya  mau nagih kapan sektornya (properti) pickup 10% per tahun growth-nya? Kan sudah saya turuti maunya, kok malah geleng-geleng?&quot; ujarnya dalam acara Rakornas Kadin bidang Properti di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Sri Mulyani mengaku sering menerima keluhan dari para pengusaha mengenai kebijakan pemerintah yang membuat sektor properti lambat. Bahkan permintaan yang diajukan kepada dirinya pun bukan hanya satu dua poin saja.
&amp;ldquo;Saya ini diminta sama Ketua Kadin untuk pertemuan khusus untuk dengar keluhan mereka kita list semua keluhannya. Keluhan yang dimintakan pun dalam PMK terakhir sudah dipenuhi semua. Apa yang diminta? Banyak,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.Salah satu yang sering kali dikeluhkan adalah masalah perpajakan.  Untuk menanggapi keluhan tersebut, dirinya pun mengeluarkan kebijakan  penurunan pajak barang mewah khusus properti.
&amp;ldquo;Yang diminta kepada kami, 'Ibu tolong untuk PPNBM dan PPh 22 untuk  hunian mewah'. Pajaknya PPNBM saya turunin, jadi sudah saya kasih ya  semuanya. PPh pasal 22 turun dari 5% jadi 1%, seperlimanya,&quot; jelasnya.
Baru berselang beberapa waktu saja, kemudian dirinya menerima keluhan  selanjutnya dari pengusaha. Kali ini pengusaha meminta agar validasi  pembelian properti dibuat mudah.
Baca Juga: Pembangunan Ibu Kota Baru Akan Lebih Cepat dari BSD dan Bintaro
Setelah menerima keluhan tersebut, akhirnya pemerintah menuruti lagi  apa yang diharapkan pengusaha. Hanya saja ada beberapa poin yang tidak  bisa dikabulkan dengan alasan agar penerimaan negara tidak terganggu.
&quot;Dua dulu, apalagi? 'Bu validasi PPh tanah dan penjualan bangunan  suka rese', oke saya simplifikasi, saiki (sekarang) gampang. Kita ganti  bukti penyetoran PPh dibuat se-simple mungkin, kita ringankan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menagih janji pengusaha properti untuk bisa tumbuh lebih dari angka pertumbuhan saat ini. Pasalnya pemerintah sudah menuruti apa yang diminta oleh pengusaha agar industri properti bisa kembali rebound.
Asal tahu saja, pertumbuhan sektor properti dalam beberapa tahun terakhir selalu mentok di angka 3%. Bahkan sektor ini pertumbuhannya berada di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Sri Mulyani, dengan apa yang sudah difasilitasi pemerintah seharusnya industri properti bisa tumbuh diangka 10%. Namun sayangnya hingga tahun ini pertumbuhan industri properti masih rendah. Tahun ini saja industri properti diperkirakan hanya tumbuh 3,8%.
Baa Juga: Demi Pindah Ibu Kota, Setengah Aset Negara di Jakarta Rp550 Triliun Siap Disewakan ke Swasta
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut jika industri properti memiliki peranan penting untuk mendongkrak industri lainnya. Misalnya saja ada industri semen hingga kramik bergantung pada sektor properti.
&amp;ldquo;Saya  mau nagih kapan sektornya (properti) pickup 10% per tahun growth-nya? Kan sudah saya turuti maunya, kok malah geleng-geleng?&quot; ujarnya dalam acara Rakornas Kadin bidang Properti di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Sri Mulyani mengaku sering menerima keluhan dari para pengusaha mengenai kebijakan pemerintah yang membuat sektor properti lambat. Bahkan permintaan yang diajukan kepada dirinya pun bukan hanya satu dua poin saja.
&amp;ldquo;Saya ini diminta sama Ketua Kadin untuk pertemuan khusus untuk dengar keluhan mereka kita list semua keluhannya. Keluhan yang dimintakan pun dalam PMK terakhir sudah dipenuhi semua. Apa yang diminta? Banyak,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.Salah satu yang sering kali dikeluhkan adalah masalah perpajakan.  Untuk menanggapi keluhan tersebut, dirinya pun mengeluarkan kebijakan  penurunan pajak barang mewah khusus properti.
&amp;ldquo;Yang diminta kepada kami, 'Ibu tolong untuk PPNBM dan PPh 22 untuk  hunian mewah'. Pajaknya PPNBM saya turunin, jadi sudah saya kasih ya  semuanya. PPh pasal 22 turun dari 5% jadi 1%, seperlimanya,&quot; jelasnya.
Baru berselang beberapa waktu saja, kemudian dirinya menerima keluhan  selanjutnya dari pengusaha. Kali ini pengusaha meminta agar validasi  pembelian properti dibuat mudah.
Baca Juga: Pembangunan Ibu Kota Baru Akan Lebih Cepat dari BSD dan Bintaro
Setelah menerima keluhan tersebut, akhirnya pemerintah menuruti lagi  apa yang diharapkan pengusaha. Hanya saja ada beberapa poin yang tidak  bisa dikabulkan dengan alasan agar penerimaan negara tidak terganggu.
&quot;Dua dulu, apalagi? 'Bu validasi PPh tanah dan penjualan bangunan  suka rese', oke saya simplifikasi, saiki (sekarang) gampang. Kita ganti  bukti penyetoran PPh dibuat se-simple mungkin, kita ringankan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
