<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat 1,2% di Juni</title><description>Bank Indonesia (BI) menyatakan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106852/bi-catat-pertumbuhan-kredit-perbankan-melambat-1-2-di-juni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106852/bi-catat-pertumbuhan-kredit-perbankan-melambat-1-2-di-juni"/><item><title>BI Catat Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat 1,2% di Juni</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106852/bi-catat-pertumbuhan-kredit-perbankan-melambat-1-2-di-juni</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106852/bi-catat-pertumbuhan-kredit-perbankan-melambat-1-2-di-juni</guid><pubDate>Kamis 19 September 2019 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/19/20/2106852/bi-catat-pertumbuhan-kredit-perbankan-melambat-1-2-di-juni-4e9zsiYPFQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo saat RDG BI September 2019 (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/19/20/2106852/bi-catat-pertumbuhan-kredit-perbankan-melambat-1-2-di-juni-4e9zsiYPFQ.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo saat RDG BI September 2019 (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Hal ini disertai dengan risiko kredit yang terkendali dan fungsi intermediasi yang berlanjut.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, perkembangan ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Juni 2019 yang tetap tinggi yakni 22,5% dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,5% (gross) atau 1,2% (net).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Suku Bunga BI Turun, Pertumbuhan Kredit Bisa 13%
&quot;Sementara itu, fungsi intermediasi tetap berlanjut, meskipun pertumbuhan kredit sedikit melambat dari 11,1% (yoy) pada Mei 2019 menjadi 9,9% (yoy) pada Juni 2019,&quot; ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;
Sementara itu, lanjut Perry, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juni 2019  meningkat menjadi 7,4% (yoy) dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2019 sebesar 6,7% (yoy). &quot;Stabilitas sistem keuangan yang terjaga juga ditopang kinerja korporasi go public yang tetap baik seiring kemampuan membayar yang tetap sehat,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pasca-Pemilu, BI: Pertumbuhan Kredit Baru Meningkat
Ke depan, Bank Indonesia memandang terbuka ruang kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan dalam kisaran 10-12% (yoy) pada 2019 dan 11-13% (yoy) pada 2020.

&quot;Sementara DPK diprakirakan dalam kisaran 7-9% (yoy) pada 2019 dan 8-10% (yoy) pada 2020,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Hal ini disertai dengan risiko kredit yang terkendali dan fungsi intermediasi yang berlanjut.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, perkembangan ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Juni 2019 yang tetap tinggi yakni 22,5% dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,5% (gross) atau 1,2% (net).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Suku Bunga BI Turun, Pertumbuhan Kredit Bisa 13%
&quot;Sementara itu, fungsi intermediasi tetap berlanjut, meskipun pertumbuhan kredit sedikit melambat dari 11,1% (yoy) pada Mei 2019 menjadi 9,9% (yoy) pada Juni 2019,&quot; ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;
Sementara itu, lanjut Perry, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juni 2019  meningkat menjadi 7,4% (yoy) dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2019 sebesar 6,7% (yoy). &quot;Stabilitas sistem keuangan yang terjaga juga ditopang kinerja korporasi go public yang tetap baik seiring kemampuan membayar yang tetap sehat,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pasca-Pemilu, BI: Pertumbuhan Kredit Baru Meningkat
Ke depan, Bank Indonesia memandang terbuka ruang kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan dalam kisaran 10-12% (yoy) pada 2019 dan 11-13% (yoy) pada 2020.

&quot;Sementara DPK diprakirakan dalam kisaran 7-9% (yoy) pada 2019 dan 8-10% (yoy) pada 2020,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
