<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Gubernur BI Buka-bukaan Ekonomi Dunia Semakin Tertekan</title><description>ketegangan hubungan dagang AS dan China yang berlanjut dan diikuti risiko geopolitik terus menekan perekonomian dunia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106871/gubernur-bi-buka-bukaan-ekonomi-dunia-semakin-tertekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106871/gubernur-bi-buka-bukaan-ekonomi-dunia-semakin-tertekan"/><item><title>   Gubernur BI Buka-bukaan Ekonomi Dunia Semakin Tertekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106871/gubernur-bi-buka-bukaan-ekonomi-dunia-semakin-tertekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106871/gubernur-bi-buka-bukaan-ekonomi-dunia-semakin-tertekan</guid><pubDate>Kamis 19 September 2019 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/19/20/2106871/gubernur-bi-buka-bukaan-ekonomi-dunia-semakin-tertekan-hPWjTlwOQ1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI soal Ekonomi Dunia Tertekan (Foto: Okezone.com/Heru)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/19/20/2106871/gubernur-bi-buka-bukaan-ekonomi-dunia-semakin-tertekan-hPWjTlwOQ1.jpg</image><title>Gubernur BI soal Ekonomi Dunia Tertekan (Foto: Okezone.com/Heru)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, ketegangan hubungan dagang AS dan China yang berlanjut dan diikuti risiko geopolitik terus menekan perekonomian dunia dan membuat ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.

&quot;Kenaikan tarif dagang oleh AS dan China yang terus berlangsung makin menurunkan volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Dampak Perang AS-China, Presiden Jokowi: Ada Peluang untuk Para Pengusaha Mebel di Indonesia
Perry mengatakan, perekonomian AS tumbuh melambat akibat penurunan ekspor dan investasi nonresidensial. Perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa, Jepang, China dan India juga berlanjut, dipengaruhi penurunan ekspor dan kemudian berdampak pada penurunan permintaan domestik.

Perekonomian dunia yang melambat telah mendorong harga minyak dan komoditas global kembali menurun, yang kemudian mengakibatkan pada rendahnya tekanan inflasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani: Setiap Cuitan Trump Pengaruhi Proyeksi Ekonomi
&quot;Kondisi ini direspons banyak negara dengan melakukan stimulus fiskal dan melonggarkan kebijakan moneter,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi  telah mendorong pergeseran penempatan dana global ke aset yang dianggap  aman seperti obligasi Pemerintah AS dan Jepang, serta komoditas emas,  meskipun aliran modal ke negara berkembang tetap terjadi.

Dinamika ekonomi global tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat  memengaruhi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga arus masuk  modal asing sebagai penopang stabilitas eksternal.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, ketegangan hubungan dagang AS dan China yang berlanjut dan diikuti risiko geopolitik terus menekan perekonomian dunia dan membuat ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.

&quot;Kenaikan tarif dagang oleh AS dan China yang terus berlangsung makin menurunkan volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Dampak Perang AS-China, Presiden Jokowi: Ada Peluang untuk Para Pengusaha Mebel di Indonesia
Perry mengatakan, perekonomian AS tumbuh melambat akibat penurunan ekspor dan investasi nonresidensial. Perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa, Jepang, China dan India juga berlanjut, dipengaruhi penurunan ekspor dan kemudian berdampak pada penurunan permintaan domestik.

Perekonomian dunia yang melambat telah mendorong harga minyak dan komoditas global kembali menurun, yang kemudian mengakibatkan pada rendahnya tekanan inflasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani: Setiap Cuitan Trump Pengaruhi Proyeksi Ekonomi
&quot;Kondisi ini direspons banyak negara dengan melakukan stimulus fiskal dan melonggarkan kebijakan moneter,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi  telah mendorong pergeseran penempatan dana global ke aset yang dianggap  aman seperti obligasi Pemerintah AS dan Jepang, serta komoditas emas,  meskipun aliran modal ke negara berkembang tetap terjadi.

Dinamika ekonomi global tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat  memengaruhi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga arus masuk  modal asing sebagai penopang stabilitas eksternal.
</content:encoded></item></channel></rss>
