<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Beri Sinyal Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan</title><description>BI membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuannya alias BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate) lagi di sisa tahun 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106879/gubernur-bi-beri-sinyal-turunkan-lagi-suku-bunga-acuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106879/gubernur-bi-beri-sinyal-turunkan-lagi-suku-bunga-acuan"/><item><title>Gubernur BI Beri Sinyal Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106879/gubernur-bi-beri-sinyal-turunkan-lagi-suku-bunga-acuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/20/2106879/gubernur-bi-beri-sinyal-turunkan-lagi-suku-bunga-acuan</guid><pubDate>Kamis 19 September 2019 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/19/20/2106879/gubernur-bi-beri-sinyal-turunkan-lagi-suku-bunga-acuan-DU6wQjIN1r.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/19/20/2106879/gubernur-bi-beri-sinyal-turunkan-lagi-suku-bunga-acuan-DU6wQjIN1r.jpeg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuannya alias BI 7-Day Reverse Repo Rate lagi di sisa tahun 2019. Saat ini suku bunga acuan BI berada di level 5,25% pasca diturunkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 18-19 September 2019.
Gubernur Bank Indonesia Perry Wajiyo mengatakan, BI akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif di sisa tahun 2019. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar bisa sesuai target 5,1%.
&amp;ldquo;Ke depan bank Indonesia akan melanjutkan bauran akomodatif sejalan dengan perkiraan inflasi dan perlu mendorong pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Perry menyatakan, kebijakan akomodatif menyangkut banyak hal. Salah satunya adalah dengan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate.
Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan berapa kali lagi pihaknya akan menurunkan suku bunga acuan disisa tahun 2019 ini. Termasuk juga berapa jumlah besaran suku bunga yang akan diturunkan pada tahun ini.
Baca Juga: Sri Mulyani: Setiap Cuitan Trump Pengaruhi Proyeksi Ekonomi
Selain penurunan suku bunga, Perry juga mengaku, jika BI akan melakukan pelonggaran pada instrumen lainya untuk mendongkrak investasi. Misalnya dalam bentuk makro prudensial hingga pelonggaran likuiditas perbankan.
&amp;ldquo;Bauran kebijakan akomodatif BI itu punya sejumlah instrumen yang diarahkan bisa dalam bentuk suku bunga , likuditas, pasar keuangan, sistem penbayaran dan lain lain,&amp;rdquo; jelasnya.Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur  (RDG) pada 18-19 September 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga  acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate)sebesar 25 basis points  (bps) atau 0,25%. Dengan demikian, suku bunga acuan BI menjadi berada di  level 5,25% dari level 5,50%.
Ini menjadi bulan ketiga Bank Sentral menurunkan suku bunga acuannya,  setelah sepanjang paruh pertama tahun 2019 memutuskan menahan suku  bunga acuan. Adapun kini suku bunga Deposit Facility (DF) turun 25 basis  menjadi 4,5% dan Lending Facility (LF) turun 25 basis poin menjadi 6%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI akan terus  mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal  perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga  kebijakan. Penurunan ini, menurutnya, sejalan dengan rendahnya prakiraan  inflasi yang tetap rendah dan tetap menariknya imbal hasil aset  keuangan domestik.
&quot;Serta sebagai langkah preemptive untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi ke depan di tengah perlambatan ekonomi global,&quot;  ucapnya.
Baca Juga: Gubernur BI Buka-bukaan Ekonomi Dunia Semakin Tertekan</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuannya alias BI 7-Day Reverse Repo Rate lagi di sisa tahun 2019. Saat ini suku bunga acuan BI berada di level 5,25% pasca diturunkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 18-19 September 2019.
Gubernur Bank Indonesia Perry Wajiyo mengatakan, BI akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif di sisa tahun 2019. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar bisa sesuai target 5,1%.
&amp;ldquo;Ke depan bank Indonesia akan melanjutkan bauran akomodatif sejalan dengan perkiraan inflasi dan perlu mendorong pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Perry menyatakan, kebijakan akomodatif menyangkut banyak hal. Salah satunya adalah dengan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate.
Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan berapa kali lagi pihaknya akan menurunkan suku bunga acuan disisa tahun 2019 ini. Termasuk juga berapa jumlah besaran suku bunga yang akan diturunkan pada tahun ini.
Baca Juga: Sri Mulyani: Setiap Cuitan Trump Pengaruhi Proyeksi Ekonomi
Selain penurunan suku bunga, Perry juga mengaku, jika BI akan melakukan pelonggaran pada instrumen lainya untuk mendongkrak investasi. Misalnya dalam bentuk makro prudensial hingga pelonggaran likuiditas perbankan.
&amp;ldquo;Bauran kebijakan akomodatif BI itu punya sejumlah instrumen yang diarahkan bisa dalam bentuk suku bunga , likuditas, pasar keuangan, sistem penbayaran dan lain lain,&amp;rdquo; jelasnya.Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur  (RDG) pada 18-19 September 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga  acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate)sebesar 25 basis points  (bps) atau 0,25%. Dengan demikian, suku bunga acuan BI menjadi berada di  level 5,25% dari level 5,50%.
Ini menjadi bulan ketiga Bank Sentral menurunkan suku bunga acuannya,  setelah sepanjang paruh pertama tahun 2019 memutuskan menahan suku  bunga acuan. Adapun kini suku bunga Deposit Facility (DF) turun 25 basis  menjadi 4,5% dan Lending Facility (LF) turun 25 basis poin menjadi 6%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI akan terus  mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal  perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga  kebijakan. Penurunan ini, menurutnya, sejalan dengan rendahnya prakiraan  inflasi yang tetap rendah dan tetap menariknya imbal hasil aset  keuangan domestik.
&quot;Serta sebagai langkah preemptive untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi ke depan di tengah perlambatan ekonomi global,&quot;  ucapnya.
Baca Juga: Gubernur BI Buka-bukaan Ekonomi Dunia Semakin Tertekan</content:encoded></item></channel></rss>
