<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Rupiah Bergerak Mixed di Rp14.060/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dua arah dengan bertahan di level Rp14.000-an per USD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/278/2106918/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-rupiah-bergerak-mixed-di-rp14-060-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/278/2106918/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-rupiah-bergerak-mixed-di-rp14-060-usd"/><item><title>BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Rupiah Bergerak Mixed di Rp14.060/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/278/2106918/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-rupiah-bergerak-mixed-di-rp14-060-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/278/2106918/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-rupiah-bergerak-mixed-di-rp14-060-usd</guid><pubDate>Kamis 19 September 2019 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/19/278/2106918/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-rupiah-bergerak-mixed-di-rp14-060-usd-9R9fHAy3st.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Mata Uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/19/278/2106918/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-rupiah-bergerak-mixed-di-rp14-060-usd-9R9fHAy3st.jpg</image><title>Ilustrasi Mata Uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dua arah (mixed) pada perdagangan hari ini, pasca Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan. Rupiah terpantau mampu ditutup dengan bertahan di level Rp14.000-an per USD.
Bloomberg Dollar Index pada Kami (18/9/2019) pukul 17.10 WIB, menunjukkan Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 6,5 poin atau 0,05% ke level Rp14.060 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.060-Rp14.104 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah tipis 3 poin atau 0,02% bergerak ke level Rp14.058 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.055-Rp14.099 per USD pada hari ini.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sedangkan pada kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan posisi Rupiah di level Rp14.099 per USD. Melemah dibandingkan penutupan kemarin yang di level Rp14.080 per USD.
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung hari ini, Kamis (19/9/2019), BI memutuskan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5,25%. Langkah ini senada dengan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve AS (The Fed) yang lebih dulu memangkas Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 bps menjadi kisaran 1,75% hingga 2,00%.
Baca Juga: Sepanjang September 2019, Rupiah Bikin Dolar 'Bertekuk Lutut'Kendati demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan  suku bunga acuan yang dilakukan pada hari ini tidak terpengaruh oleh  turunnya suku bunga acuan The Fed. Justru menurutnya, BI sudah  memperkirakan sejak jauh-jauh hari mengenai wacana penurunan suku bunga  The Fed.
&quot;Tidak ada (kaitannya). Kita sudah memperkirakan FFR,&quot; ujarnya dalam  acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis  (19/9/2019).

Dia menyatakan, penurunan suku bunga acuan BI sejalan dengan  perkiraan inflasi yang tetap rendah di bawah titik tengah sasaran dan  imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik. Juga  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perlambatan  ekonomi global.
&quot;Serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang  melambat,&quot; katanya.
Baca Juga: Ikuti The Fed, Apa Alasan BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5,25%?</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dua arah (mixed) pada perdagangan hari ini, pasca Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan. Rupiah terpantau mampu ditutup dengan bertahan di level Rp14.000-an per USD.
Bloomberg Dollar Index pada Kami (18/9/2019) pukul 17.10 WIB, menunjukkan Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 6,5 poin atau 0,05% ke level Rp14.060 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.060-Rp14.104 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah tipis 3 poin atau 0,02% bergerak ke level Rp14.058 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.055-Rp14.099 per USD pada hari ini.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sedangkan pada kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan posisi Rupiah di level Rp14.099 per USD. Melemah dibandingkan penutupan kemarin yang di level Rp14.080 per USD.
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung hari ini, Kamis (19/9/2019), BI memutuskan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5,25%. Langkah ini senada dengan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve AS (The Fed) yang lebih dulu memangkas Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 bps menjadi kisaran 1,75% hingga 2,00%.
Baca Juga: Sepanjang September 2019, Rupiah Bikin Dolar 'Bertekuk Lutut'Kendati demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan  suku bunga acuan yang dilakukan pada hari ini tidak terpengaruh oleh  turunnya suku bunga acuan The Fed. Justru menurutnya, BI sudah  memperkirakan sejak jauh-jauh hari mengenai wacana penurunan suku bunga  The Fed.
&quot;Tidak ada (kaitannya). Kita sudah memperkirakan FFR,&quot; ujarnya dalam  acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis  (19/9/2019).

Dia menyatakan, penurunan suku bunga acuan BI sejalan dengan  perkiraan inflasi yang tetap rendah di bawah titik tengah sasaran dan  imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik. Juga  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perlambatan  ekonomi global.
&quot;Serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang  melambat,&quot; katanya.
Baca Juga: Ikuti The Fed, Apa Alasan BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5,25%?</content:encoded></item></channel></rss>
