<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dulu Pria Berotot, Kini Wanita Cantik Bisa Bekerja di Pelabuhan</title><description>Aktivitas pelabuhan yang identik dengan kerja berat dan keras kini berubah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/320/2106670/dulu-pria-berotot-kini-wanita-cantik-bisa-bekerja-di-pelabuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/320/2106670/dulu-pria-berotot-kini-wanita-cantik-bisa-bekerja-di-pelabuhan"/><item><title>Dulu Pria Berotot, Kini Wanita Cantik Bisa Bekerja di Pelabuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/320/2106670/dulu-pria-berotot-kini-wanita-cantik-bisa-bekerja-di-pelabuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/320/2106670/dulu-pria-berotot-kini-wanita-cantik-bisa-bekerja-di-pelabuhan</guid><pubDate>Kamis 19 September 2019 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/19/320/2106670/dulu-pria-berotot-kini-wanita-cantik-bisa-bekerja-di-pelabuhan-mqNHRjzUC1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dulu Pria Berotot, Kini Wanita Cantik Bisa Bekerja di Pelabuhan (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/19/320/2106670/dulu-pria-berotot-kini-wanita-cantik-bisa-bekerja-di-pelabuhan-mqNHRjzUC1.jpg</image><title>Dulu Pria Berotot, Kini Wanita Cantik Bisa Bekerja di Pelabuhan (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)</title></images><description>LABUAN BAJO - Aktivitas pelabuhan yang identik dengan kerja berat dan keras kini berubah. Dengan bantuan teknologi, bayangan pelabuhan terdahulu diubah 360 derajat di era kemajuan zaman saat ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kisah Kapten Kartini, Sulitnya Pelaut Wanita Diterima di Perusahaan Pelayaran
Perubahan tersebut diceritakan Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Dothy. Bos salah satu anak perusahaan PT Pelindo III (Persero) ini mengatakan, bahwa sekarang sudah banyak perempuan-perempuan kerja di pelabuhan. Bahkan mengisi posisi atau tempat dulunya hanya laki-laki yang bisa kerjakan.

&quot;Di terminal pelabuhan yang bayangan 20 tahun lalu dengan sekarang beda. 20 tahun lalu banyak pria berotot. Namun dengan hadirnya teknologi, sekarang di ruang kontrol itu isinya perempuan cantik yang bisa kendalikan empat sampai lima alat,&quot; ujarnya pada acara Simposium Woman in Maritime Indonesia, Labuan Bajo, NTT, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertama Kalinya Indonesia Miliki Buku Putih Diplomasi Maritim
&quot;Jadi masa lalu itu diatasi dengan teknologi. Dan wanita sekarang juga bisa kerja seperti pria,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Untuk memaksimalkan pekerjaan wanita di pelabuhan, pihaknya  menyiapkan segala fasilitas apapun bagi wanita, di antaranya ruang  laktasi, musala khusus wanita dan lainnya dengan lokasi yang tak jauh  dari tempat kerjanya.

&quot;Ibu-ibu muda bisa bekerja dan menyeimbangkan kebutuhannya. Pegawai  wanita bisa optimal dan tidak mengganggu pekerjaan. Sekarang perempuan  bisa enjoy kerja di sana,&quot; ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya menciptakan instrumen yang bisa meningkatkan  kualitas perempuan. Tujuannya supaya lebih banyak lagi posiai struktural  perusahaan yang diisi wanita.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>LABUAN BAJO - Aktivitas pelabuhan yang identik dengan kerja berat dan keras kini berubah. Dengan bantuan teknologi, bayangan pelabuhan terdahulu diubah 360 derajat di era kemajuan zaman saat ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kisah Kapten Kartini, Sulitnya Pelaut Wanita Diterima di Perusahaan Pelayaran
Perubahan tersebut diceritakan Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Dothy. Bos salah satu anak perusahaan PT Pelindo III (Persero) ini mengatakan, bahwa sekarang sudah banyak perempuan-perempuan kerja di pelabuhan. Bahkan mengisi posisi atau tempat dulunya hanya laki-laki yang bisa kerjakan.

&quot;Di terminal pelabuhan yang bayangan 20 tahun lalu dengan sekarang beda. 20 tahun lalu banyak pria berotot. Namun dengan hadirnya teknologi, sekarang di ruang kontrol itu isinya perempuan cantik yang bisa kendalikan empat sampai lima alat,&quot; ujarnya pada acara Simposium Woman in Maritime Indonesia, Labuan Bajo, NTT, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertama Kalinya Indonesia Miliki Buku Putih Diplomasi Maritim
&quot;Jadi masa lalu itu diatasi dengan teknologi. Dan wanita sekarang juga bisa kerja seperti pria,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Untuk memaksimalkan pekerjaan wanita di pelabuhan, pihaknya  menyiapkan segala fasilitas apapun bagi wanita, di antaranya ruang  laktasi, musala khusus wanita dan lainnya dengan lokasi yang tak jauh  dari tempat kerjanya.

&quot;Ibu-ibu muda bisa bekerja dan menyeimbangkan kebutuhannya. Pegawai  wanita bisa optimal dan tidak mengganggu pekerjaan. Sekarang perempuan  bisa enjoy kerja di sana,&quot; ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya menciptakan instrumen yang bisa meningkatkan  kualitas perempuan. Tujuannya supaya lebih banyak lagi posiai struktural  perusahaan yang diisi wanita.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
