<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari 16 Bisnis Ini, Pengusaha RI-Asean Bidik Transaksi Rp1 Triliun   </title><description>Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) menargetkan transaksi Rp1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/320/2106860/dari-16-bisnis-ini-pengusaha-ri-asean-bidik-transaksi-rp1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/320/2106860/dari-16-bisnis-ini-pengusaha-ri-asean-bidik-transaksi-rp1-triliun"/><item><title>Dari 16 Bisnis Ini, Pengusaha RI-Asean Bidik Transaksi Rp1 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/320/2106860/dari-16-bisnis-ini-pengusaha-ri-asean-bidik-transaksi-rp1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/320/2106860/dari-16-bisnis-ini-pengusaha-ri-asean-bidik-transaksi-rp1-triliun</guid><pubDate>Kamis 19 September 2019 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/19/320/2106860/dari-16-bisnis-ini-pengusaha-ri-asean-bidik-transaksi-rp1-triliun-pb1ySJtAEY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha RI-Asean Bidik Transaksi Rp1 Triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/19/320/2106860/dari-16-bisnis-ini-pengusaha-ri-asean-bidik-transaksi-rp1-triliun-pb1ySJtAEY.jpg</image><title>Pengusaha RI-Asean Bidik Transaksi Rp1 Triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) menargetkan transaksi Rp1 triliun dalam penjajakan bisnis dengan pengusaha Asean.

Penjajakan bisnis ini menindaklanjuti kerja sama IMT GT di bawah supervisi Kementerian Koordinator Perekonomian. Pertemuan pertama dilaksanakan di Thailand, pada Maret 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Di Depan 4 Menteri Jokowi, Pengusaha Curhat Seretnya Industri Properti
Upaya membuka pasar yang lebih luas hasil kerjasama aktif Japnas dengan Kemenko Perekonomian di Area BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia-Malaysia East Asean Growth Area), IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) dan area Pasifik. Mendorong para pengusaha dalam negeri berjaringan dan berekspansi keluar.



&quot;Kami ingin dorong para untuk menjalin kerjasama B to B sehingga target kerjasama sebesar Rp1 triliun dapat tercapai,&quot; kata Ketua Umum PP Japnas Bayu Priawan Djokosoetono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bertemu Pengusaha Tekstil, Presiden Jokowi Ingin Cari Peluang di Tengah Perang Dagang


Penjajakan bisnis ini melalui Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019 yang dihelat di Jakarta pada 20-22 September 2019.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Acara ini akan dihadiri sedikitnya 400 pengusaha yang terdiri dari  300-an pengusaha Indonesia, 70 Pengusaha YEND Thailand, 10 Staff  Kementrian Ekonomi Thailand yang dipimpin oleh Dirjen Perekonomian  Kementerian perekonomian Thailand, pengusaha Malaysia, pengusaha  Myanmar.



&quot;Selain itu undangan pengusaha asing yang melakukan kegiatan usaha  Indonesia,&quot; kata Ketua Pelaksana Japnas-YEN D South East Asia Business  Matching 2019 Masbukhin Pradana.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280682_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Peserta business matching ini dikelompokkan menjadi 16 sektor yang  terdiri dari aksesoris, perhiasan, kosmetik, fesyen, pertanian,  otomotif, transportasi dan logistik, pakaian dan garmen, serta peralatan  dan konstruksi.

Ada pula consumer goods, jasa, pendidikan, kelistrikan, gawai,  makanan dan minuman, industri kelautan, pengemasan, farmasi dan  bioteknologi, real estat, layanan teknologi dan digital, serta energi.



&quot;Secara periodik kami juga telah melaksanakan Business Matching di  berbagai provinsi secara periodik, mengidentifikasi produk &amp;ndash; produk di  daerah dan membuka akses keluar,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) menargetkan transaksi Rp1 triliun dalam penjajakan bisnis dengan pengusaha Asean.

Penjajakan bisnis ini menindaklanjuti kerja sama IMT GT di bawah supervisi Kementerian Koordinator Perekonomian. Pertemuan pertama dilaksanakan di Thailand, pada Maret 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Di Depan 4 Menteri Jokowi, Pengusaha Curhat Seretnya Industri Properti
Upaya membuka pasar yang lebih luas hasil kerjasama aktif Japnas dengan Kemenko Perekonomian di Area BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia-Malaysia East Asean Growth Area), IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) dan area Pasifik. Mendorong para pengusaha dalam negeri berjaringan dan berekspansi keluar.



&quot;Kami ingin dorong para untuk menjalin kerjasama B to B sehingga target kerjasama sebesar Rp1 triliun dapat tercapai,&quot; kata Ketua Umum PP Japnas Bayu Priawan Djokosoetono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bertemu Pengusaha Tekstil, Presiden Jokowi Ingin Cari Peluang di Tengah Perang Dagang


Penjajakan bisnis ini melalui Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019 yang dihelat di Jakarta pada 20-22 September 2019.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Acara ini akan dihadiri sedikitnya 400 pengusaha yang terdiri dari  300-an pengusaha Indonesia, 70 Pengusaha YEND Thailand, 10 Staff  Kementrian Ekonomi Thailand yang dipimpin oleh Dirjen Perekonomian  Kementerian perekonomian Thailand, pengusaha Malaysia, pengusaha  Myanmar.



&quot;Selain itu undangan pengusaha asing yang melakukan kegiatan usaha  Indonesia,&quot; kata Ketua Pelaksana Japnas-YEN D South East Asia Business  Matching 2019 Masbukhin Pradana.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280682_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Peserta business matching ini dikelompokkan menjadi 16 sektor yang  terdiri dari aksesoris, perhiasan, kosmetik, fesyen, pertanian,  otomotif, transportasi dan logistik, pakaian dan garmen, serta peralatan  dan konstruksi.

Ada pula consumer goods, jasa, pendidikan, kelistrikan, gawai,  makanan dan minuman, industri kelautan, pengemasan, farmasi dan  bioteknologi, real estat, layanan teknologi dan digital, serta energi.



&quot;Secara periodik kami juga telah melaksanakan Business Matching di  berbagai provinsi secara periodik, mengidentifikasi produk &amp;ndash; produk di  daerah dan membuka akses keluar,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
