<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selain Balsam, Ibu Kota Baru Bakal Tersambung Jalan Tol Baru</title><description>Pemerintah akan membangun jalan tol baru di wilayah Kalimantan setelah jalan tol Balikpapan dan Samarinda.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/470/2106779/selain-balsam-ibu-kota-baru-bakal-tersambung-jalan-tol-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/470/2106779/selain-balsam-ibu-kota-baru-bakal-tersambung-jalan-tol-baru"/><item><title>Selain Balsam, Ibu Kota Baru Bakal Tersambung Jalan Tol Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/470/2106779/selain-balsam-ibu-kota-baru-bakal-tersambung-jalan-tol-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/470/2106779/selain-balsam-ibu-kota-baru-bakal-tersambung-jalan-tol-baru</guid><pubDate>Kamis 19 September 2019 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/19/470/2106779/selain-balsam-ibu-kota-baru-bakal-tersambung-jalan-tol-baru-e06UzTrXGU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Balikpapan-Samarinda (Foto: Jasa Marga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/19/470/2106779/selain-balsam-ibu-kota-baru-bakal-tersambung-jalan-tol-baru-e06UzTrXGU.jpg</image><title>Tol Balikpapan-Samarinda (Foto: Jasa Marga)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan membangun jalan tol baru di wilayah Kalimantan setelah jalan tol Balikpapan dan Samarinda. Hal ini untuk merespons wacana pemindahan ibu kota yang akan dilakukan oleh pemerintah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tol Pertama di Ibu Kota Baru, Jokowi: Waktu Tempuh Cuma Sejam
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, nantinya jalan tol ini akan menghubungkan dari ibu kota baru menuju jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Saat ini pihakya terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pembangunan jalan tol baru itu.

&amp;ldquo;Yang lainnya Jasa Marga memang Balikpapan-Samarinda nanti kami minta jalan tol dari Balsam ke ibu kota baru,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konsultasi publik dengan BUMN Penyusunan RPJMN 2020-2024 di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tol Pertama di Ibu Kota Baru Beroperasi Akhir Oktober 2019
Dari hasil diskusi menurut Bambang, jalan tol ini cukup visible untuk dibangun. Bahkan desain dan perencanaanya juga tidak terlalu sulit mengingat hanya berjarak 60 kilometer (km) saja.


Meskipun begitu, dirinya tidak merinci kapan jalan tol itu akan dibangun. Bahkan dirinya juga tidak memberitahukan berapa nilai investasi yang dibutuhkannya.


&amp;ldquo;Jalan ibu kota ke Balikpapan hanya 60 kilometer (km) itu kita sudah bicara dengan Kementerian PUPR dan tidak terlalu susah,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sebagai informasi, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian   Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyatakan   bahwa jalan tol ini dapat segera digunakan oleh masyarakat pada akhir   Oktober 2019.

&amp;ldquo;Saat ini progres konstruksi seluruhnya telah mencapai 97%. Kami   optimis untuk Seksi II hingga Seksi IV Palaran dapat dioperasikan secara   fungsional akhir Oktober ini. Sementara itu, Seksi V dan I yang   merupakan dukungan konstruksi Pemerintah masih ada beberapa yang harus   dikejar dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2019,&quot; kata Danang.

Tol Balikpapan-Samarinda memiliki panjang 99,35 km. Diharapkan mampu   memangkas biaya logistik pendistribusian barang dan jasa yang semakin   cepat antara dua kota tersebut. Perjalanan antar kedua wilayah dapat   ditempuh hanya dalam 1 jam, dari semula waktu 3 jam.
Jalan tol dengan investasi sebesar Rp9,97 triliun ini merupakan salah  satu Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana dari lima seksi jalan  tol, Pemerintah memberikan dukungan konstruksi di Seksi V dan Seksi I  dengan total panjang 33,115 Km yang bertujuan meningkatkan kelayakan  finansial ruas tol tersebut.

Tol Balikpapan-Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara  Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju  bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi  V ruas Balikpapan-Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 km dari  bandara tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan membangun jalan tol baru di wilayah Kalimantan setelah jalan tol Balikpapan dan Samarinda. Hal ini untuk merespons wacana pemindahan ibu kota yang akan dilakukan oleh pemerintah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tol Pertama di Ibu Kota Baru, Jokowi: Waktu Tempuh Cuma Sejam
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, nantinya jalan tol ini akan menghubungkan dari ibu kota baru menuju jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Saat ini pihakya terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pembangunan jalan tol baru itu.

&amp;ldquo;Yang lainnya Jasa Marga memang Balikpapan-Samarinda nanti kami minta jalan tol dari Balsam ke ibu kota baru,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konsultasi publik dengan BUMN Penyusunan RPJMN 2020-2024 di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tol Pertama di Ibu Kota Baru Beroperasi Akhir Oktober 2019
Dari hasil diskusi menurut Bambang, jalan tol ini cukup visible untuk dibangun. Bahkan desain dan perencanaanya juga tidak terlalu sulit mengingat hanya berjarak 60 kilometer (km) saja.


Meskipun begitu, dirinya tidak merinci kapan jalan tol itu akan dibangun. Bahkan dirinya juga tidak memberitahukan berapa nilai investasi yang dibutuhkannya.


&amp;ldquo;Jalan ibu kota ke Balikpapan hanya 60 kilometer (km) itu kita sudah bicara dengan Kementerian PUPR dan tidak terlalu susah,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sebagai informasi, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian   Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyatakan   bahwa jalan tol ini dapat segera digunakan oleh masyarakat pada akhir   Oktober 2019.

&amp;ldquo;Saat ini progres konstruksi seluruhnya telah mencapai 97%. Kami   optimis untuk Seksi II hingga Seksi IV Palaran dapat dioperasikan secara   fungsional akhir Oktober ini. Sementara itu, Seksi V dan I yang   merupakan dukungan konstruksi Pemerintah masih ada beberapa yang harus   dikejar dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2019,&quot; kata Danang.

Tol Balikpapan-Samarinda memiliki panjang 99,35 km. Diharapkan mampu   memangkas biaya logistik pendistribusian barang dan jasa yang semakin   cepat antara dua kota tersebut. Perjalanan antar kedua wilayah dapat   ditempuh hanya dalam 1 jam, dari semula waktu 3 jam.
Jalan tol dengan investasi sebesar Rp9,97 triliun ini merupakan salah  satu Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana dari lima seksi jalan  tol, Pemerintah memberikan dukungan konstruksi di Seksi V dan Seksi I  dengan total panjang 33,115 Km yang bertujuan meningkatkan kelayakan  finansial ruas tol tersebut.

Tol Balikpapan-Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara  Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju  bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi  V ruas Balikpapan-Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 km dari  bandara tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
