<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mulai 2 Desember, DP KPR dan Kendaraan Kian Murah</title><description>Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/470/2106854/mulai-2-desember-dp-kpr-dan-kendaraan-kian-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/470/2106854/mulai-2-desember-dp-kpr-dan-kendaraan-kian-murah"/><item><title>   Mulai 2 Desember, DP KPR dan Kendaraan Kian Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/470/2106854/mulai-2-desember-dp-kpr-dan-kendaraan-kian-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/19/470/2106854/mulai-2-desember-dp-kpr-dan-kendaraan-kian-murah</guid><pubDate>Kamis 19 September 2019 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/19/470/2106854/mulai-2-desember-dp-kpr-dan-kendaraan-kian-murah-J2JregrA3w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DP Kendaraan/Uang Muka Kian Murah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/19/470/2106854/mulai-2-desember-dp-kpr-dan-kendaraan-kian-murah-J2JregrA3w.jpg</image><title>DP Kendaraan/Uang Muka Kian Murah (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan dan mendorong permintaan kredit pelaku usaha.
&amp;nbsp;Baca Juga: Selain LTV, 'Vitamin' Apa yang Bisa Dongkrak Sektor Properti?
Salah satunya dengan pengaturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)/RIM Syariah disempurnakan dengan menambahkan komponen pinjaman/pembiayaan yang diterima bank, sebagai komponen sumber pendanaan bank dalam perhitungan RIM/RIM Syariah.
&quot;Selain itu Bank Indonesia juga melakukan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit/pembiayaan properti sebesar 5%,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019)
&amp;nbsp;Baca Juga: Relaksasi LTV, Antara Rumah Pertama dan Investasi
Untuk uang muka untuk kendaraan bermotor pada kisaran 5 sampai 10%, serta tambahan keringanan rasio LTV/FTV untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka untuk kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan masing-masing sebesar 5%.
&quot;Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak 2 Desember 2019. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Perry.
&amp;nbsp;(dni)</description><content:encoded> 
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan dan mendorong permintaan kredit pelaku usaha.
&amp;nbsp;Baca Juga: Selain LTV, 'Vitamin' Apa yang Bisa Dongkrak Sektor Properti?
Salah satunya dengan pengaturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)/RIM Syariah disempurnakan dengan menambahkan komponen pinjaman/pembiayaan yang diterima bank, sebagai komponen sumber pendanaan bank dalam perhitungan RIM/RIM Syariah.
&quot;Selain itu Bank Indonesia juga melakukan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit/pembiayaan properti sebesar 5%,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019)
&amp;nbsp;Baca Juga: Relaksasi LTV, Antara Rumah Pertama dan Investasi
Untuk uang muka untuk kendaraan bermotor pada kisaran 5 sampai 10%, serta tambahan keringanan rasio LTV/FTV untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka untuk kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan masing-masing sebesar 5%.
&quot;Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak 2 Desember 2019. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Perry.
&amp;nbsp;(dni)</content:encoded></item></channel></rss>
