<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Respons Suku Bunga Acuan BI Turun, Rupiah Menguat Malu-Malu ke Rp14.055/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis bertahan di level Rp14.000-an per USD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/278/2107376/respons-suku-bunga-acuan-bi-turun-rupiah-menguat-malu-malu-ke-rp14-055-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/278/2107376/respons-suku-bunga-acuan-bi-turun-rupiah-menguat-malu-malu-ke-rp14-055-usd"/><item><title>Respons Suku Bunga Acuan BI Turun, Rupiah Menguat Malu-Malu ke Rp14.055/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/278/2107376/respons-suku-bunga-acuan-bi-turun-rupiah-menguat-malu-malu-ke-rp14-055-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/278/2107376/respons-suku-bunga-acuan-bi-turun-rupiah-menguat-malu-malu-ke-rp14-055-usd</guid><pubDate>Jum'at 20 September 2019 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/20/278/2107376/respons-suku-bunga-acuan-bi-turun-rupiah-naik-malu-malu-ke-rp14-055-usd-zEL3fO6dD9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/20/278/2107376/respons-suku-bunga-acuan-bi-turun-rupiah-naik-malu-malu-ke-rp14-055-usd-zEL3fO6dD9.jpg</image><title>Ilustrasi Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan hari ini. Menutup pekan, rupiah terpantau bertahan di level Rp14.000-an per USD.
Bloomberg Dollar Index pada Jumat (20/9/2019) pukul 17.00 WIB, menunjukkan Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.055 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.054-Rp14.090 per USD.
YahooFinance juga mencatat Rupiah menguat tipis 5 poin atau 0,03% bergerak ke level Rp14.050 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.050-Rp14.095 per USD pada hari ini.

Pada kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) tercatat posisi Rupiah di level Rp14.085 per USD. Menguat dibandingkan penutupan kemarin yang di level Rp14.099 per USD.
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan Rupiah hari ini memang didorong karena pelemahan Dolar AS, pasca The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 1,75%-2%.
Baca Juga: Alasan BI Longgarkan Pembiayaan Sektor Properti Sebesar 5%Data pasar tenaga kerja AS diperkirakan tetap kuat dan aktivitas  ekonomi tumbuh secara moderat. Namun, penurunan suku bunga lebih lanjut  dibutuhkan sebab meski konsumsi rumah tangga tetap tumbuh, tetapi  investasi tetap melambat dan ekspor melemah.
Investor pun tengah menanti dua pertemuan FOMC The Fed kedepan di  Oktober dan Desember 2019. Memang, dari pertemuan tersebut belum bisa  diperkirakan The Fed akan kembali menurunkan suku bunga acuan tidak.
&quot;Meski demikian Fed Rate Monitor Tool menempatkan peluang penurunan  suku bunga di bulan Oktober kurang dari 50 bps, tetapi diperkirakan  pemotongan suku bunga lagi di bulan Desember,&quot; ujar Ibrahim dalam  risetnya, Jumat (20/9/2019).
Baca Juga:  Pelonggaran DP Kendaraan Bermotor dan KPR Bisa Dongkrak Kredit Perbankan
Dari sentimen dalam negeri, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia  memangkas suku bunga 25 bps menjadi 5,25% memberikan stimulus bagi pasar  keuangan. Penurunan ini menjadi yang ketiga kalinya sepanjang tahun  2019.
&quot;Pasar kembali merespon  positif sentimen turunnya suku bunga acuan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan hari ini. Menutup pekan, rupiah terpantau bertahan di level Rp14.000-an per USD.
Bloomberg Dollar Index pada Jumat (20/9/2019) pukul 17.00 WIB, menunjukkan Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.055 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.054-Rp14.090 per USD.
YahooFinance juga mencatat Rupiah menguat tipis 5 poin atau 0,03% bergerak ke level Rp14.050 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.050-Rp14.095 per USD pada hari ini.

Pada kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) tercatat posisi Rupiah di level Rp14.085 per USD. Menguat dibandingkan penutupan kemarin yang di level Rp14.099 per USD.
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan Rupiah hari ini memang didorong karena pelemahan Dolar AS, pasca The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 1,75%-2%.
Baca Juga: Alasan BI Longgarkan Pembiayaan Sektor Properti Sebesar 5%Data pasar tenaga kerja AS diperkirakan tetap kuat dan aktivitas  ekonomi tumbuh secara moderat. Namun, penurunan suku bunga lebih lanjut  dibutuhkan sebab meski konsumsi rumah tangga tetap tumbuh, tetapi  investasi tetap melambat dan ekspor melemah.
Investor pun tengah menanti dua pertemuan FOMC The Fed kedepan di  Oktober dan Desember 2019. Memang, dari pertemuan tersebut belum bisa  diperkirakan The Fed akan kembali menurunkan suku bunga acuan tidak.
&quot;Meski demikian Fed Rate Monitor Tool menempatkan peluang penurunan  suku bunga di bulan Oktober kurang dari 50 bps, tetapi diperkirakan  pemotongan suku bunga lagi di bulan Desember,&quot; ujar Ibrahim dalam  risetnya, Jumat (20/9/2019).
Baca Juga:  Pelonggaran DP Kendaraan Bermotor dan KPR Bisa Dongkrak Kredit Perbankan
Dari sentimen dalam negeri, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia  memangkas suku bunga 25 bps menjadi 5,25% memberikan stimulus bagi pasar  keuangan. Penurunan ini menjadi yang ketiga kalinya sepanjang tahun  2019.
&quot;Pasar kembali merespon  positif sentimen turunnya suku bunga acuan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
