<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Bulan Berlalu, Penangangan Tumpahan Minyak Karawang Sesuai Standar Global?</title><description>PT Pertamina (Persero) telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan kebocoran gas dari sumur YYA-1.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/320/2107128/2-bulan-berlalu-penangangan-tumpahan-minyak-karawang-sesuai-standar-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/320/2107128/2-bulan-berlalu-penangangan-tumpahan-minyak-karawang-sesuai-standar-global"/><item><title>2 Bulan Berlalu, Penangangan Tumpahan Minyak Karawang Sesuai Standar Global?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/320/2107128/2-bulan-berlalu-penangangan-tumpahan-minyak-karawang-sesuai-standar-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/320/2107128/2-bulan-berlalu-penangangan-tumpahan-minyak-karawang-sesuai-standar-global</guid><pubDate>Jum'at 20 September 2019 08:53 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/20/320/2107128/2-bulan-berlalu-penangangan-tumpahan-minyak-karawang-sesuai-standar-global-ch8kfS1Qcm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang Sesuai Standar? (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/20/320/2107128/2-bulan-berlalu-penangangan-tumpahan-minyak-karawang-sesuai-standar-global-ch8kfS1Qcm.jpg</image><title>Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang Sesuai Standar? (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan kebocoran gas dari sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ). Kebocoran ini berujung pada tumpahan minyak yang menyebar ke perairan Karawang.

Hingga saat ini penanganan terus dilakukan. Tercatat sudah dua bulan lamanya kasus ini terjadi dan belum selesai.
&amp;nbsp;Baca Juga: Atasi Tumpahan Minyak Karawang Pakai Alat Ini, Ternyata Begini Cara Kerjanya
Lalu apakah upaya penghentian kebocoran gas oleh Pertamina telah sesuai dengan prosedur?

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat yang dilakukan Pertamina selama dua bulan ini sesuai dengan standar industri migas di berbagai belahan dunia.

&quot;Sudah tepat, sesuai dengan SOP (standart operational procedure) global,&amp;rdquo; kata Komaidi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (20/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Rini Minta Pertamina Percepat Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang
Menurut dia, sudah seharusnya Pertamina melakukan penanganan berlapis seperti saat ini, yakni tidak hanya berusaha menutup sumur YYA-1 yang menjadi pusat kebocoran, namun juga membuat barikade agar tumpahan minyak tidak meluas, yang antara lain dilakukan melalui barikade oil boom.
&amp;nbsp;Selain itu, lanjutnya, juga berusaha membersihkan ceceran minyak yang  terbawa ombak hingga ke pantai. Termasuk di antaranya, melalui upaya  pemberdayaan yang dilakukan kepada nelayan.

&amp;ldquo;Yang dilakukan Pertamina sudah proaktif, baik aspek teknis maupun  aspek demografis dengan menata masyarakat itu sendiri,&amp;rdquo; ujarnya.

Hingga saat ini, Pertamina terus fokus menangani tumpahan minyak.  Untuk menutup sumur YYA-1 yang bocor, BUMN tersebut melakukan pengeboran  miring (relief well) di dekat sumur tadi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Berapa Lama Pertamina Selesaikan Tumpahan Minyak di Karawang?
Pengeboran relief well dilakukan, untuk mencapai sumur YYA-1 sebagai  target. Dan sampai saat ini, proses pengeboran sudah mencapai kedalaman  8.900 kaki dari target 9 ribu kaki.

&amp;ldquo;Kecepatan pengeboran juga sesuai standar. Upaya ini juga istimewa,  karena di dasar laut. Pertamina tidak membiarkan berlarut-larut, karena  memang terdapat risikonya ke ekosistem laut,&amp;rdquo; kata Komaidi.

Terkait SOP global juga, Komaidi menegaskan bahwa penanganan memang  harus dilakukan dengan segera, termasuk melakukan evakuasi jika memang  diperlukan.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan kebocoran gas dari sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ). Kebocoran ini berujung pada tumpahan minyak yang menyebar ke perairan Karawang.

Hingga saat ini penanganan terus dilakukan. Tercatat sudah dua bulan lamanya kasus ini terjadi dan belum selesai.
&amp;nbsp;Baca Juga: Atasi Tumpahan Minyak Karawang Pakai Alat Ini, Ternyata Begini Cara Kerjanya
Lalu apakah upaya penghentian kebocoran gas oleh Pertamina telah sesuai dengan prosedur?

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat yang dilakukan Pertamina selama dua bulan ini sesuai dengan standar industri migas di berbagai belahan dunia.

&quot;Sudah tepat, sesuai dengan SOP (standart operational procedure) global,&amp;rdquo; kata Komaidi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (20/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Rini Minta Pertamina Percepat Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang
Menurut dia, sudah seharusnya Pertamina melakukan penanganan berlapis seperti saat ini, yakni tidak hanya berusaha menutup sumur YYA-1 yang menjadi pusat kebocoran, namun juga membuat barikade agar tumpahan minyak tidak meluas, yang antara lain dilakukan melalui barikade oil boom.
&amp;nbsp;Selain itu, lanjutnya, juga berusaha membersihkan ceceran minyak yang  terbawa ombak hingga ke pantai. Termasuk di antaranya, melalui upaya  pemberdayaan yang dilakukan kepada nelayan.

&amp;ldquo;Yang dilakukan Pertamina sudah proaktif, baik aspek teknis maupun  aspek demografis dengan menata masyarakat itu sendiri,&amp;rdquo; ujarnya.

Hingga saat ini, Pertamina terus fokus menangani tumpahan minyak.  Untuk menutup sumur YYA-1 yang bocor, BUMN tersebut melakukan pengeboran  miring (relief well) di dekat sumur tadi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Berapa Lama Pertamina Selesaikan Tumpahan Minyak di Karawang?
Pengeboran relief well dilakukan, untuk mencapai sumur YYA-1 sebagai  target. Dan sampai saat ini, proses pengeboran sudah mencapai kedalaman  8.900 kaki dari target 9 ribu kaki.

&amp;ldquo;Kecepatan pengeboran juga sesuai standar. Upaya ini juga istimewa,  karena di dasar laut. Pertamina tidak membiarkan berlarut-larut, karena  memang terdapat risikonya ke ekosistem laut,&amp;rdquo; kata Komaidi.

Terkait SOP global juga, Komaidi menegaskan bahwa penanganan memang  harus dilakukan dengan segera, termasuk melakukan evakuasi jika memang  diperlukan.
</content:encoded></item></channel></rss>
