<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Beroperasi November, Jalan Tol Layang Terpanjang di RI Diuji Coba Senin Depan</title><description>Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) diharapkan akan bisa beroperasi pada akhir November 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/320/2107174/beroperasi-november-jalan-tol-layang-terpanjang-di-ri-diuji-coba-senin-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/320/2107174/beroperasi-november-jalan-tol-layang-terpanjang-di-ri-diuji-coba-senin-depan"/><item><title>   Beroperasi November, Jalan Tol Layang Terpanjang di RI Diuji Coba Senin Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/320/2107174/beroperasi-november-jalan-tol-layang-terpanjang-di-ri-diuji-coba-senin-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/09/20/320/2107174/beroperasi-november-jalan-tol-layang-terpanjang-di-ri-diuji-coba-senin-depan</guid><pubDate>Jum'at 20 September 2019 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/20/320/2107174/beroperasi-november-jalan-tol-layang-terpanjang-di-ri-diuji-coba-senin-depan-WvIUoFLId8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Layang Jakarta-Cikampek Diuji Coba Senin (Foto: Dok Jasa Marga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/20/320/2107174/beroperasi-november-jalan-tol-layang-terpanjang-di-ri-diuji-coba-senin-depan-WvIUoFLId8.jpg</image><title>Tol Layang Jakarta-Cikampek Diuji Coba Senin (Foto: Dok Jasa Marga)</title></images><description>JAKARTA - Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) diharapkan akan bisa beroperasi pada akhir November 2019 sehingga bisa turut memperlancar arus mudik Natal dan tahun baru 2020. Progres konstruksi tol sepanjang 36,4 Km tersebut saat ini sudah mencapai 96,5%.

&amp;ldquo;Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban sehingga kita rencanakan pada November 2019, Insya allah bisa operasional,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi pembangunan Tol Layang Japek II di KM 13 seperti dilansir setkab, Jakarta, Jumat (20/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jalan Tol Layang Terpanjang di RI Dipastikan Bisa Dilintasi saat Natal dan Tahun Baru
Menurut Menteri PUPR, pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II itu merupakan pekerjaan besar. Ada sekitar 9.000 tiang pancang yang dibuat dalam pembangunan tol ini, sehingga menjadikan tol Layang Japek II ini juga akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

&amp;ldquo;Tol ini juga diiawasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ),&amp;rdquo; tegas Basuki.
&amp;nbsp;Baca Juga: Japek Elevated Jadi Tol Layang Terpanjang di Indonesia
Sebelum dioperasikan akhir Noveber nanti, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimulono, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek akan dilakukan uji beban dengan menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton terdiri dari uji statis dan dinamis.

Adanya Tol Layang Japek II diyakini akan menambah kapasitas Tol Japek yang ada dibawahnya, serta memisahkan antara arus lalu lintas (lalin) jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh menggunakan Tol Layang Japek II.
&amp;nbsp;Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol  Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang  Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Pengusahaannya dilakukan  oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek  (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga.

Menteri Basuki memberikan apresiasi kepada PT Jasa Marga, para  kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT ACSET dan PT Bukaka dan konsultan  Tol Layang Japek II yang dapat menyelesaikan pembangunan sesuai target.  Hal ini dikarenakan selain konstruksi layang, pekerjaannya dilakukan  bersamaan dan berdekatan dengan pembangunan infrastruktur lain yakni  Kereta Cepat Jakarta &amp;ndash; Bandung, Kereta Ringan Jabodetabek (light tail  transit) dilakukan di atas jalan tol existing yang beroperasi.

&amp;ldquo;Pekerjaan berhasil diselesaikan dengan window time yang sempit dan  tidak boleh ada pekerjaan di hari Sabtu dan Minggu. Selain itu faktor  Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga diperhatikan dengan baik  sehingga bisa zero accident atau tidak ada kecelakaan kerja yang fatal.  Harmonisasi juga berhasil dilakukan,&amp;rdquo; kata Basuki.
&amp;nbsp;
Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani yang ikut dalam kunjungan  tersebut mengatakan PT.Jasa Marga mengusulkan Tol Layang Japek II  digunakan hanya untuk kendaraan golongan I yakni mobil kecil dan bus.

&amp;ldquo;Secara struktur tol ini bisa dilewati seluruh golongan kendaraan,  namun pertimbangannya adalah faktor safety karena masih banyaknya truk  over dimension over load (ODOL) kecepatannya sangat pelan, risiko pecah  ban dan seterusnya,&amp;rdquo; kata Desi.</description><content:encoded>JAKARTA - Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) diharapkan akan bisa beroperasi pada akhir November 2019 sehingga bisa turut memperlancar arus mudik Natal dan tahun baru 2020. Progres konstruksi tol sepanjang 36,4 Km tersebut saat ini sudah mencapai 96,5%.

&amp;ldquo;Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban sehingga kita rencanakan pada November 2019, Insya allah bisa operasional,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi pembangunan Tol Layang Japek II di KM 13 seperti dilansir setkab, Jakarta, Jumat (20/9/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jalan Tol Layang Terpanjang di RI Dipastikan Bisa Dilintasi saat Natal dan Tahun Baru
Menurut Menteri PUPR, pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II itu merupakan pekerjaan besar. Ada sekitar 9.000 tiang pancang yang dibuat dalam pembangunan tol ini, sehingga menjadikan tol Layang Japek II ini juga akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

&amp;ldquo;Tol ini juga diiawasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ),&amp;rdquo; tegas Basuki.
&amp;nbsp;Baca Juga: Japek Elevated Jadi Tol Layang Terpanjang di Indonesia
Sebelum dioperasikan akhir Noveber nanti, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimulono, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek akan dilakukan uji beban dengan menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton terdiri dari uji statis dan dinamis.

Adanya Tol Layang Japek II diyakini akan menambah kapasitas Tol Japek yang ada dibawahnya, serta memisahkan antara arus lalu lintas (lalin) jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh menggunakan Tol Layang Japek II.
&amp;nbsp;Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol  Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang  Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Pengusahaannya dilakukan  oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek  (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga.

Menteri Basuki memberikan apresiasi kepada PT Jasa Marga, para  kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT ACSET dan PT Bukaka dan konsultan  Tol Layang Japek II yang dapat menyelesaikan pembangunan sesuai target.  Hal ini dikarenakan selain konstruksi layang, pekerjaannya dilakukan  bersamaan dan berdekatan dengan pembangunan infrastruktur lain yakni  Kereta Cepat Jakarta &amp;ndash; Bandung, Kereta Ringan Jabodetabek (light tail  transit) dilakukan di atas jalan tol existing yang beroperasi.

&amp;ldquo;Pekerjaan berhasil diselesaikan dengan window time yang sempit dan  tidak boleh ada pekerjaan di hari Sabtu dan Minggu. Selain itu faktor  Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga diperhatikan dengan baik  sehingga bisa zero accident atau tidak ada kecelakaan kerja yang fatal.  Harmonisasi juga berhasil dilakukan,&amp;rdquo; kata Basuki.
&amp;nbsp;
Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani yang ikut dalam kunjungan  tersebut mengatakan PT.Jasa Marga mengusulkan Tol Layang Japek II  digunakan hanya untuk kendaraan golongan I yakni mobil kecil dan bus.

&amp;ldquo;Secara struktur tol ini bisa dilewati seluruh golongan kendaraan,  namun pertimbangannya adalah faktor safety karena masih banyaknya truk  over dimension over load (ODOL) kecepatannya sangat pelan, risiko pecah  ban dan seterusnya,&amp;rdquo; kata Desi.</content:encoded></item></channel></rss>
